29/OKTOBER/2025 - 21.15| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Crocodylus porosus
Nama English : Estuarine Crocodile
Nama Lokal : buaya muara atau buaya bekatak
Penemu : Schneider, 1801
Sinonim :
-Crocodilus porosus Schneider, 1801
-Crocodylus porosus australis Deraniyagala, 1953
-Crocodilus biporcatus Cuvier, 1807
-Crocodylus porosus minikanna Deraniyagala, 1953
-Crocodylus natans Meyer, 1795
-Crocodilus oopholis Schneider, 1801
-Crocodylus pethericki Wells & Wellington, 1985
-Oopholis pondicherianus Gray, 1862
Biogeografi : Bangladesh, Brunei, Kambodja, China, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapore, Sri Lanka, Thailand, Vietnam
Ekologi (Habitat) : rawa-rawa, sungai, danau
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Crocodilia
Family: Crocodylidae
Genus: Crocodylus
Species: Crocodylus porosus
Included & Paleo species :
-species Crocodylus acutus (Cuvier, 1807) - American Crocodile
-species Crocodylus halli Murray, Russo, Zorrilla & McMahan, 2019 - Hall's New Guinea Crocodile
-species Crocodylus intermedius Graves, 1819 - Orinoco Crocodile
-species Crocodylus johnsoni Krefft, 1873 - Australian Freshwater Crocodile
-species Crocodylus mindorensis Schmidt, 1935 - Mindoro Crocodile
-species Crocodylus moreletii Duméril & Bibron, 1851 - Morelet’s Crocodile
-species Crocodylus niloticus Laurenti, 1768 - Nile Crocodile
-species Crocodylus novaeguineae (Schmidt, 1928) - New Guinea Crocodile
-species Crocodylus palustris Lesson, 1831 - Marsh Crocodile
-species Crocodylus porosus Schneider, 1801 - Estuarine Crocodile
-species Crocodylus raninus Müller & Schlegel, 1844 - Borneo Crocodile
-species Crocodylus rhombifer Cuvier, 1807 - Cuban Crocodile
-species Crocodylus siamensis Schneider, 1801 - Siamese Crocodile
-species Crocodylus suchus Geoffroy, 1807 - Central African Nile Crocodile
Paleo species : species Crocodylus anthropophagus Brochu, Njau, Blumenschine & Densmore, 2010 †
Subspesies : -
Status Konservasi:
IUCN : LC (Least Concern/resiko rendah)
CITES : Appendix I (sebagian besar populasi liar) dan Appendix II untuk populasi tertentu yang dikelola secara berkelanjutan (misalnya Australia, Indonesia, dan Papua Nugini).
Morfologi :
Panjang : 4,5 - 5,5 meter, 6 meter
Berat : ± 1000 kilogram
Fisiologi :
Kepala : Kepala sangat besar dan kokoh dengan rahang yang sangat kuat. Mata, lubang hidung, dan telinga terletak di bagian atas kepala sehingga tetap dapat melihat, bernapas, dan mendengar ketika hampir seluruh tubuh terendam air.
Moncong : Moncong relatif lebar dan panjang, dengan dua tonjolan memanjang di depan mata. Tengkuk tidak memiliki sisik besar seperti beberapa spesies buaya lainnya.
Tubuh : Tubuh sangat kekar dan berotot, dilapisi sisik tebal (osteoderm) yang berfungsi sebagai pelindung. Bagian punggung memiliki lempeng tulang keras, sedangkan bagian perut relatif lebih halus.
Warna : Individu dewasa berwarna hijau zaitun, cokelat tua hingga abu-abu gelap dengan bercak atau pita hitam. Bagian bawah tubuh berwarna krem hingga kekuningan. Individu muda memiliki warna lebih terang dengan garis-garis hitam yang jelas.
Ekor : Ekor panjang, pipih dari samping, sangat berotot, dan menyumbang hampir setengah panjang tubuh. Digunakan sebagai alat utama berenang, berbelok, serta menghantam mangsa atau lawan.
Jari & Kaki : Memiliki empat kaki yang kuat. Kaki depan terdiri atas lima jari, sedangkan kaki belakang empat jari dengan selaput renang yang berkembang baik sehingga memudahkan berenang. Cakar tajam digunakan untuk berjalan, menggali sarang, dan mencengkeram mangsa.
Ekologi (Tingkah Laku) : -
Diet (Makanan) : ikan,ular,kura-kura,burung dan mamalia termasuk monyet,tupai,tikus,berang-berang dan anjing
Reproduksi : ovipar
Musim Reproduksi : musim kemarau
Jumlah anak/Telur : ± 35 telur
(Lifespan) Masa Hidup : -
Alam liar : 60-70 Tahun
Penangkaran : 70-100 Tahun
Notes : Buaya muara dikenal sebagai buaya yang jauh lebih besar dari Buaya Nil (Crocodylus niloticus) dan Alligator Amerika (Alligator mississipiensis). Penyebaran buaya ini juga termasuk yang "terluas" di dunia.Buaya muara merupakan predator penyergap (ambush predator) yang sangat sabar. Hewan ini mampu menunggu mangsa selama berjam-jam bahkan berhari-hari di tepi sungai atau muara. Bersifat teritorial terutama pada pejantan dewasa. Mampu berenang jauh di laut terbuka sehingga dapat berpindah antar pulau mengikuti arus laut.Nama genus Crocodylus berasal dari bahasa Yunani krokódilos, yang berarti "kadal besar" atau "reptil berbatu". Nama spesies porosus berasal dari bahasa Latin yang berarti berpori-pori, mengacu pada banyaknya pori sensorik di sekitar rahang yang berfungsi mendeteksi getaran air dan pergerakan mangsa. Sebagai predator puncak (apex predator), buaya muara memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai, rawa, estuari, dan hutan mangrove. Buaya membantu mengendalikan populasi ikan, reptil, burung, dan mamalia sehingga tidak terjadi ledakan populasi. Selain itu, bangkai mangsa yang ditinggalkan menjadi sumber makanan bagi berbagai hewan pemakan bangkai dan berkontribusi terhadap siklus nutrien di ekosistem perairan. Buaya muara merupakan reptil terbesar di dunia yang masih hidup. Individu jantan raksasa dapat mencapai panjang lebih dari 6 meter, bahkan beberapa laporan menyebutkan lebih dari 7 meter. Memiliki kekuatan gigitan terbesar di antara seluruh hewan modern, dengan tekanan yang pernah diukur melebihi 16.000 Newton. Mampu hidup di air tawar maupun air laut karena memiliki kelenjar garam pada lidah yang membantu membuang kelebihan garam. Dapat berenang ratusan hingga lebih dari seribu kilometer di laut dengan memanfaatkan arus samudra. Memiliki sekitar 64–68 gigi, yang akan terus diganti sepanjang hidup apabila patah atau tanggal. Indra penerima tekanan (integumentary sensory organs/ISOs) di sekitar rahang memungkinkan buaya mendeteksi riak air sekecil apa pun, bahkan dalam kondisi gelap. Buaya muara dikenal sebagai salah satu satwa dengan wilayah penyebaran alami terluas di antara seluruh spesies buaya, mulai dari India hingga Australia bagian utara. Salah satu individu terbesar yang pernah diukur secara ilmiah adalah Lolong dari Filipina, dengan panjang 6,17 meter dan berat lebih dari 1 ton.
Sumber Pustaka :
- GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
RPT-EBDH-4 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 4.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 28
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 129
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 184-186.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 38-43.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 36.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 42-44.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
RPT-ESS-7 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.
RPT-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Reptil (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
RPT-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi (Edisi Cetak 1989).
RPT-NG-KIDS (2014) — NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
RPT-EHBR-R (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id42957/
https://id.wikipedia.org/wiki/Buaya_muara
Penulis : Vivi Yunita
Editor : Ali Maruf
Foto By : Collected PARAMIDSN