24 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Lepidochelys kempii (Garman, 1880)
Nama English : Kemp's Ridley Sea Turtle / Kemp's Ridley
Nama Lokal : Penyu Lekang Kemp / Penyu Ridley Kemp
Penemu : Samuel Garman, 1880
Sinonim :
Thalassochelys kempii Garman, 1880
Colpochelys kempii (Garman, 1880)
Lepidochelys kempi (Garman, 1880)
Caretta kempi Mertens, 1940
Lepidochelys olivacea kempii Schmidt, 1953
Testudo bomarii Meyer, 1790
Testudo mydas minor Suckow, 1798
Testudo viridi-squamosa Lacépède, 1788
Testudo viridisquamosa Bonnaterre, 1789
Biogeografi :
Samudra Atlantik bagian barat, terutama Teluk Meksiko dan pesisir timur Amerika Serikat. Kawasan reproduksi terpenting berada di pantai Tamaulipas, Meksiko, khususnya Playa de Rancho Nuevo.
Ekologi (Habitat) : perairan pesisir, teluk, estuari, laguna, dan perairan laut dangkal.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Tetrapoda
Class : Reptilia
Order : Testudines
Family : Cheloniidae
Genus : Lepidochelys
Species : Lepidochelys kempii
Included & Paleo Species :
- Lepidochelys kempii (Garman, 1880) , Kemp's Ridley Sea Turtle
- Lepidochelys olivacea (Eschscholtz, 1829), Olive Ridley Sea Turtle
Paleo Species :
(-)
SubSpecies :
(-)
XBread Species :
(-)
Status Konservasi :
IUCN : CR Critically Endangered (CR A2bd)
CITES : Appendix I, sebagai bagian dari Cheloniidae spp.
Morfologi :
Panjang : ± 60–70 cm.
Berat : ± 35–50 kg .
Fisiologi :
Karapas : Relatif lebar dan membulat dibandingkan beberapa penyu laut lainnya. Karapas dewasa umumnya berwarna abu-abu kehijauan hingga zaitun.
Kepala : Relatif besar dengan bentuk paruh yang tidak sepanjang penyu sisik.
Plastron : Berwarna lebih terang, umumnya putih kekuningan hingga krem.
Sirip : Sepasang sirip depan dan belakang berbentuk dayung, dengan sirip depan digunakan terutama untuk menghasilkan dorongan ketika berenang.
Pernapasan : Menggunakan paru-paru dan harus muncul ke permukaan laut untuk mengambil udara.
Adaptasi : Tubuh berbentuk hidrodinamis dan anggota gerak berubah menjadi sirip yang memungkinkan kehidupan sepenuhnya di lingkungan laut setelah fase reproduksi di daratan.
Suhu Kelamin : Jenis kelamin tukik dipengaruhi oleh suhu inkubasi telur; suhu sarang yang lebih hangat cenderung menghasilkan lebih banyak betina.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal & nokturnal,
Diet (Makanan) : Kepiting, udang, moluska, gastropoda, bivalvia, ikan kecil, ubur-ubur, tunikata, serta berbagai invertebrata laut lainnya.
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi : musim Panas - Musim semi
Jumlah Anak/Telur : ±100 Telur
Lifespan (Masa Hidup):
Alam liar : (-)
Penangkaran : (-)
Notes : Spesies ini juga bermigrasi ke perairan pesisir Amerika Serikat dan wilayah lain di Atlantik, dengan beberapa individu tercatat jauh dari daerah reproduksi utamanya. Individu muda dan dewasa dapat memanfaatkan habitat neritik yang kaya sumber makanan. Betina naik ke pantai berpasir untuk bertelur dan sebagian besar populasi reproduktif terkonsentrasi di kawasan Teluk Meksiko. Lepidochelys kempii merupakan salah satu spesies penyu laut yang paling terbatas persebaran reproduktifnya dan saat ini diakui sebagai spesies valid tersendiri, bukan lagi sekadar bentuk atau subspecies dari Lepidochelys olivacea. Data taksonomi ITIS dan NCBI mencatat L. kempii sebagai spesies valid dalam genus Lepidochelys.
Secara historis, Samuel Garman mendeskripsikan spesies ini pada tahun 1880 dengan nama Thalassochelys kempii. Nama tersebut kemudian dipindahkan ke genus Lepidochelys. Pada masa lalu pernah muncul perlakuan taksonomi yang menempatkannya sebagai subspecies dari Lepidochelys olivacea, tetapi penelitian morfologi dan genetik mendukung pengakuannya sebagai spesies tersendiri.
Nama genus Lepidochelys berasal dari bahasa Yunani lepis yang berarti "sisik" dan chelys yang berarti "kura-kura atau penyu". Secara harfiah, nama tersebut dapat dipahami sebagai "penyu bersisik", merujuk pada karakter sisik dan keping tubuhnya.
Epitet spesifik kempii merupakan patronim yang diberikan untuk menghormati Richard M. Kemp, seorang nelayan dan pemerhati sejarah alam dari Florida yang menyerahkan spesimen tipe kepada dunia ilmiah. Spesimen tersebut menjadi dasar penting dalam deskripsi ilmiah spesies ini.
Nama umum Kemp's Ridley juga berasal dari nama Richard M. Kemp. Sementara istilah Ridley digunakan untuk beberapa penyu laut berukuran relatif kecil dalam genus Lepidochelys. Nama lainnya, Atlantic Ridley, mengacu pada persebaran utamanya di kawasan Atlantik.
Dari sisi konservasi, Lepidochelys kempii memiliki nilai yang sangat penting karena merupakan salah satu penyu laut yang paling terancam. ITIS mencatat status IUCN Critically Endangered (CR A2bd) dan CITES Appendix I. Perlindungan pantai peneluran, pengurangan kematian akibat tangkapan sampingan, perlindungan telur dan tukik, serta pengelolaan habitat laut merupakan bagian penting dalam mempertahankan populasinya.
Secara ekologis, spesies ini berperan sebagai predator berbagai invertebrata laut. Dengan memakan kepiting, moluska, dan organisme bentik lainnya, penyu Kemp menjadi bagian dari jaringan makanan ekosistem pesisir dan laut dangkal. Keberadaannya juga menjadi indikator penting mengenai kondisi habitat pesisir dan laut yang digunakan sepanjang siklus hidupnya.
Salah satu fakta menarik adalah perilaku reproduksi yang disebut arribada, yaitu ketika banyak betina datang ke pantai untuk bertelur dalam periode yang relatif bersamaan. Fenomena ini sangat terkenal pada penyu Ridley dan merupakan salah satu karakter reproduksi yang menarik dari kelompok Lepidochelys.
Penyu Kemp juga dikenal sebagai salah satu penyu laut berukuran paling kecil. Meskipun ukurannya relatif kecil dibandingkan penyu belimbing atau penyu tempayan, spesies ini mampu melakukan perjalanan laut yang jauh antara wilayah mencari makan dan pantai reproduksi.
Secara historis, eksploitasi telur dalam jumlah besar pernah menjadi salah satu tekanan utama terhadap populasi. Selain itu, aktivitas perikanan yang menyebabkan penyu tertangkap sebagai tangkapan sampingan menjadi ancaman penting karena penyu harus naik ke permukaan untuk bernapas.
Sumber Pustaka :
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
RPT-EBDH-4 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 4.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 28
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 129
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 184-186.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 38-43.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 36.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 42-44.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
RPT-ESS-7 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.
RPT-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Reptil (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
RPT-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi (Edisi Cetak 1989).
RPT-NG-KIDS (2014) — NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
RPT-EHBR-R (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Link Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id25137/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/Taxonomy/Browser/wwwtax.cgi?id=8472
https://www.gbif.org/taxon/3TB2G
https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=0551770
https://webapps.fhsu.edu/cnah/taxon.aspx?taxon=Lepidochelys_kempii
https://www.govinfo.gov/content/pkg/GOVPUB-C55_300-PURL-LPS67458/pdf/GOVPUB-C55_300-PURL-LPS67458.pdf
https://www.catalogueoflife.org/data/taxon/3TB2G
https://www.inaturalist.org/observations/356958305
Penulis : Mas Tahzain
Editor : Agung Monche
Foto By : (inatralist) | jonharias