Chelonia mydas ssp.mydas

Chelonia mydas ssp.mydas

Chelonia mydas ssp.mydas

Reptil (Reptil)
Rabu, 24 Juni 2026
Dsn Mamalia
11 Views

29/APRIL/2026 - 22.45 | PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Chelonia mydas ssp.mydas

Nama English : Atlantic Green Sea Turtle, Green Turtle

Nama Lokal : Penyu Hijau Atlantik


 

Penemu : Carl Linnaeus, 1758


 

Sinonim :
Testudo mydas Linnaeus, 1758
Chelonia mydas Linnaeus, 1758
Green Sea Turtle
Atlantic Green Turtle


 

Biogeografi :
Tersebar luas di Samudra Atlantik, Laut Karibia, Teluk Meksiko, Laut Mediterania bagian timur, pesisir barat Afrika, serta berbagai pulau tropis dan subtropis Atlantik.


 

Ekologi (Habitat) :
Menghuni perairan pesisir dangkal, teluk, laguna, estuari, padang lamun, dan kawasan terumbu karang. Pantai berpasir tropis digunakan sebagai lokasi utama peneluran.


 

Taksonomi & Klasifikasi

Kingdom : Animalia

Phylum: Chordata

Class: Reptilia

Order: Testudines

Family: Cheloniidae

Genus: Chelonia

Species: Chelonia mydas

Subspecies: Chelonia mydas mydas


 

Included & Paleo Species : (-)


 

Paleo Species :
Chelonia pliocena (fosil, Pliosen)


 

Subspesies :

subspecies Chelonia mydas agassizii Boucort, 1868 - Pacific Green Turtle

- subspecies Chelonia mydas japonica (Thunberg, 1787)

-subspecies Chelonia mydas mydas (Linnaeus, 1758) - Atlantic Green Turtle


 

Status Konservasi :

IUCN : Endangered

CITES : Appendix I


 

Morfologi :

Panjang : 80–120 cm (panjang karapas)

Tinggi : ±35–50 cm

Berat : 100–250 kg


 

Fisiologi :

Kepala :
Kepala relatif kecil dengan rahang bergerigi yang beradaptasi untuk merumput lamun dan alga. Memiliki kelenjar garam besar di dekat mata yang membantu mengeluarkan kelebihan garam dari tubuh.

Tubuh :
Tubuh besar berbentuk hidrodinamis dengan karapas oval yang relatif halus. Sistem metabolisme lambat mendukung migrasi jarak jauh dan penyimpanan energi.

Sirip/Kaki :
Sirip depan panjang dan kuat sebagai alat penggerak utama saat berenang. Sirip belakang berfungsi sebagai kemudi dan digunakan betina untuk menggali sarang saat bertelur.

Warna :
Karapas berwarna hijau kecokelatan, zaitun, atau cokelat gelap dengan pola bercak-bercak yang bervariasi. Plastron berwarna putih hingga kekuningan.

Ekor :
Jantan memiliki ekor yang lebih panjang dan menonjol keluar dari karapas, sedangkan betina memiliki ekor pendek.

Memiliki kemampuan menyelam selama beberapa jam, toleransi tinggi terhadap perubahan salinitas, serta sistem navigasi geomagnetik yang sangat berkembang.


 

Ekologi (Tingkah Laku) :

Diurnal dan aktif mencari makan pada siang hari. Individu dewasa sering bermigrasi ribuan kilometer antara daerah makan dan pantai tempat bertelur. Menunjukkan perilaku natal homing dengan kembali ke pantai kelahirannya untuk bereproduksi.


 

Diet (Makanan) :

Dewasa terutama herbivora, memakan lamun dan berbagai jenis alga laut. Juvenil lebih omnivora dan dapat memakan ubur-ubur, krustasea kecil, moluska, dan organisme laut lainnya.


 

Reproduksi : Ovipar

Musim Reproduksi : 2–4 tahun sekali untuk betina dewasa.

Jumlah Anak/Telur :

80–200 butir per sarang


 

(Longevity) Masa Hidup :

Alam liar : 60–90 tahun

Penangkaran : >90 tahun

Notes :
Nama genus Chelonia berasal dari bahasa Yunani khelone yang berarti "kura-kura". Nama spesifik mydas berasal dari istilah Yunani kuno yang digunakan untuk menyebut penyu laut besar. Pengulangan nama mydas pada subspesies menunjukkan bahwa takson ini merupakan subspesies nominotip atau subspesies utama dari spesies Chelonia mydas.
Penyu hijau Atlantik merupakan spesies kunci dalam ekosistem padang lamun. Aktivitas merumputnya membantu menjaga pertumbuhan lamun tetap sehat, meningkatkan produktivitas habitat pesisir, dan menyediakan tempat hidup bagi berbagai ikan, moluska, serta krustasea. Kehilangannya dapat menyebabkan perubahan besar pada struktur ekosistem laut dangkal.
Chelonia mydas merupakan satu-satunya spesies yang masih hidup dalam genus Chelonia. Beberapa populasi regional seperti agassizii dan japonica pernah diusulkan sebagai subspesies, namun status taksonominya masih menjadi bahan diskusi dan penelitian genetik modern. Mereka merupakan salah satu penyu laut terbesar di dunia.

Dapat bermigrasi lebih dari 2.000 km antara daerah mencari makan dan pantai peneluran. Jenis kelamin tukik ditentukan oleh suhu inkubasi telur (temperature-dependent sex determination). Memiliki kemampuan mendeteksi medan magnet bumi untuk navigasi samudra. Lemak tubuhnya berwarna kehijauan akibat konsumsi lamun dan alga, yang menjadi asal nama "green turtle". Dapat menyelam hingga kedalaman lebih dari 200 meter dan bertahan tanpa bernapas selama beberapa jam saat beristirahat.


 

Sumber Pustaka :
 

Sumber Pustaka :

GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.

GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

RPT-EBDH-4 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 4.

GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 28

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-WWP-KDA (1988) Widya Wiyata Kehidupan dalam Air

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 129

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 184-186.

GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 38-43.

GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.

GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 36.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 42-44.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

RPT-ESS-7 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.

RPT-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Reptil (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

RPT-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi (Edisi Cetak 1989).

RPT-NG-KIDS (2014) — NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

RPT-EHBR-R (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).

GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air


 

Link Referensi :

https://www.biolib.cz/en/taxon/id25129/

https://en.wikipedia.org/wiki/Green_sea_turtle

https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=39659


 

Penulis :
Ali Setyaki

Editor :
Agung Monche

Foto By : (-)