29/APRIL/2026 - 22.30 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Chelonia mydas
Nama English : Green Turtle
Nama Lokal : Penyu Hijau
Penemu : Carl Linnaeus, 1758
Sinonim :
Testudo mydas Linnaeus, 1758
Chelonia albiventer Nardo, 1864
Chelonia bicarinata Lesson, 1834
Chelonia mydas carrinegra Caldwell, 1962
Caretta cepedii Merrem, 1820
Testudo cepediana Daudin, 1802
Testudo chloronotus Bechstein, 1800
Caretta esculenta Merrem, 1820
Chelonia formosa Girard, 1858
Chelonia lachrymata Cuvier, 1829
Biogeografi :
Tersebar luas di perairan tropis dan subtropis dunia, termasuk Indonesia, Australia, Afrika Timur, Karibia, dan Pasifik.
Ekologi (Habitat) :
Perairan laut dangkal seperti padang lamun, laguna, dan terumbu karang; bertelur di pantai berpasir.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Testudines
Family: Cheloniidae
Genus: Chelonia
Spesies: Chelonia mydas
Included & Paleo species :
(-)
Paleo Spesies:
Chelonia pliocena (fosil, Pliosen)
Subspesies :
-subspecies Chelonia mydas agassizii Boucort, 1868 - Pacific Green Turtle
- subspecies Chelonia mydas japonica (Thunberg, 1787)
-subspecies Chelonia mydas mydas (Linnaeus, 1758) - Atlantic Green Turtle
Status Konservasi:
IUCN: Endangered (Terancam Punah)
CITES: Appendix I
Morfologi :
Panjang: 80–120 cm (panjang karapas)
Tinggi: ±30–50 cm (profil tubuh)
Berat: 70–200 kg
Fisiologi :
Kepala :
Bentuk relatif kecil dengan moncong tumpul, dilengkapi paruh kuat tanpa gigi untuk memotong lamun dan alga. Memiliki kelenjar garam di dekat mata yang berfungsi mengeluarkan kelebihan garam (sering tampak seperti “air mata”).
Tubuh :
Tubuh hidrodinamis dengan karapas (tempurung atas) yang kuat namun relatif halus untuk mengurangi hambatan air. Sistem pernapasan memungkinkan pertukaran oksigen efisien sehingga mampu menyelam lama. Metabolisme cenderung lambat, mendukung efisiensi energi saat migrasi jauh.
Sirip/kaki :
Kaki depan termodifikasi menjadi sirip besar dan kuat untuk berenang jarak jauh, sedangkan sirip belakang lebih kecil dan digunakan untuk kemudi serta menggali sarang saat bertelur.
Warna :
Karapas berwarna hijau kecokelatan hingga zaitun dengan pola bercak-bercak, sedangkan bagian bawah (plastron) lebih terang kekuningan. Warna ini membantu kamuflase di perairan dangkal.
Ekor :
Relatif pendek pada betina, sedangkan jantan memiliki ekor lebih panjang yang menonjol keluar dari karapas dan berfungsi dalam reproduksi.
Memiliki kemampuan menyelam lama (hingga beberapa jam saat istirahat), metabolisme lambat, dan kelenjar khusus untuk mengeluarkan kelebihan garam.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal (aktif siang hari), namun aktivitas tertentu seperti naik ke pantai untuk bertelur umumnya malam hari.
Diet (Makanan) :
Dominan herbivora (lamun dan alga), terutama saat dewasa; juvenil lebih omnivora.
Reproduksi :
Ovipar
Musim Reproduksi :
Bervariasi tergantung wilayah tropis (umumnya sepanjang tahun dengan puncak tertentu).
Jumlah anak/Telur :
80–120 butir
(Longevity) Masa Hidup :
Alam liar : 60–80 tahun
Penangkaran : >80 tahun
Notes : Penyu hijau berperan penting dalam menjaga ekosistem padang lamun. Aktivitas makannya membantu menjaga lamun tetap pendek dan produktif, sehingga mendukung keanekaragaman hayati laut. Populasinya menurun akibat perburuan, kerusakan habitat, dan polusi laut. Mereka bertelur di pantai berpasir dengan perilaku kembali ke lokasi kelahiran (natal homing). Penyu hijau memiliki kemampuan navigasi alami yang sangat akurat, diduga menggunakan medan magnet bumi sebagai “peta biologis” untuk kembali ke pantai asalnya meski telah bermigrasi ribuan kilometer. Suhu pasir tempat telur dierami menentukan jenis kelamin tukik (anak penyu); suhu lebih hangat cenderung menghasilkan betina, fenomena ini dikenal dalam temperature dependent sex determination. Nama “green turtle” bukan berasal dari warna karapasnya, melainkan dari warna lemak tubuhnya yang kehijauan akibat pola makan lamun. Tukik yang baru menetas akan berlari menuju laut dengan bantuan cahaya alami horizon; polusi cahaya dari manusia dapat membingungkan mereka dan meningkatkan tingkat kematian. Penyu hijau dapat memasuki fase “istirahat bawah air” dengan detak jantung yang sangat lambat untuk menghemat oksigen saat menyelam lama. Dalam beberapa kasus, penyu hijau diketahui melakukan “cleaning symbiosis” dengan ikan kecil yang memakan parasit di tubuhnya, membantu menjaga kesehatan kulit dan karapas.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
RPT-EBDH-4 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 4.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 28
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 129
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 184-186.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 38-43.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 36.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 42-44.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
RPT-ESS-7 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.
RPT-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Reptil (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
RPT-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi (Edisi Cetak 1989).
RPT-NG-KIDS (2014) — NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
RPT-EHBR-R (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Link Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id25129/
https://en.wikipedia.org/wiki/Green_sea_turtle
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=39659
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Agung Monche
Foto By : Database PARAMIDSN | Zoo Surabaya Indonesia