Lepidochelys olivacea

Lepidochelys olivacea

Lepidochelys olivacea

Reptil (Reptil)
Kamis, 24 September 2026
Dsn Mamalia
13 Views

24 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Lepidochelys olivacea 

Nama English : Olive Ridley Sea Turtle / Olive Ridley

Nama Lokal : Penyu Lekang / Penyu Ridley Zaitun


 

Penemu : Johann Friedrich Eschscholtz, 1829


 

Sinonim : 

Chelonia olivacea Eschscholtz, 1829

 

 Caouana dessumierii Smith, 1849
 

Caouana rueppelli Gray, 1844
 

Caretta remivaga Hay, 1908
 

Chelonia dussumierii Duméril & Bibron, 1835
 

Chelonia subcarinata Rüppell ex Gray, 1844

 

 Lepidochelys olivacea remivaga (Hay, 1908)


 

Biogeografi :
  Samudra Pasifik, Hindia, dan Atlantik. Spesies ini dijumpai di kawasan pesisir, perairan lepas pantai, teluk, estuari,  Populasi penting terdapat di kawasan Asia Selatan dan Tenggara, Afrika, Amerika Tengah dan Selatan, serta berbagai kepulauan tropis.


 

Ekologi (Habitat) :
  perairan pesisir dangkal hingga laut lepas.


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom : Animalia
 

Phylum : Chordata
 

Subphylum : Vertebrata
 

Infraphylum : Gnathostomata
 

Superclass : Tetrapoda
 

Class : Reptilia
 

Order : Testudines
 

Family : Cheloniidae
 

Genus : Lepidochelys
 

Species : Lepidochelys olivacea


 

Included & Paleo Species :
 

- Lepidochelys kempii (Garman, 1880) , Kemp's Ridley Sea Turtle
 

- Lepidochelys olivacea (Eschscholtz, 1829), Olive Ridley Sea Turtle

Paleo Species :
(-)

SubSpecies :
(-)

XBread Species :
(-)


 

Status Konservasi : 

IUCN : Vulnerable (VU A2bd)

CITES : Appendix I


 

Morfologi :

Panjang : ± 60–70 cm.

Berat : ± 35–50 kg, 


 

Fisiologi :

Bentuk Tubuh : Tubuh relatif kecil dan kompak dibandingkan sebagian besar penyu laut lainnya.

Karapas : Berbentuk relatif membulat hingga menyerupai hati, dengan warna hijau zaitun, abu-abu kehijauan, atau cokelat zaitun.

Kepala : Relatif kecil hingga sedang dengan rahang yang kuat dan paruh yang tidak terlalu memanjang.

Plastron : Berwarna kekuningan hingga krem, dengan variasi warna menurut umur dan populasi.

Sirip : Sepasang sirip depan dan belakang berbentuk dayung yang memungkinkan berenang dalam jarak jauh.

Pernapasan : Menggunakan paru-paru dan harus naik ke permukaan untuk mengambil oksigen.

Adaptasi : Tubuh hidrodinamis dan sirip berbentuk dayung merupakan adaptasi utama untuk kehidupan di lingkungan laut.

Suhu Kelamin : Jenis kelamin tukik dipengaruhi oleh suhu inkubasi telur. Suhu sarang yang lebih tinggi cenderung menghasilkan proporsi betina yang lebih besar.


 

Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal dan nokturnal, 


 

Diet (Makanan) : Berbagai organisme laut, termasuk krustasea, moluska, gastropoda, bivalvia, tunikata, ikan kecil, ubur-ubur, alga, serta organisme bentik dan planktonik lainnya.


 

Reproduksi : Ovipar (bertelur) dengan pembuahan internal.

Musim Reproduksi :  menurut wilayah geografis. Di banyak kawasan tropis, reproduksi dapat berlangsung pada periode tertentu setiap tahun dengan puncak peneluran yang berbeda antar-populasi.

Jumlah Anak/Telur : 80-120 Telur


 

Masa Hidup (Lifespan) :

Alam liar : Tidak ada data valid yang cukup untuk menetapkan umur maksimum secara pasti.

Penangkaran : (-) 


 

Notes : Betina dewasa kembali ke pantai berpasir untuk bertelur, sedangkan individu juvenil dan dewasa dapat berpindah di antara berbagai wilayah mencari makan. Siklus hidupnya mencakup fase pelagis yang masih belum sepenuhnya diketahui pada beberapa populasi. Penelitian mengenai populasi Pasifik Meksiko juga menunjukkan kompleksitas siklus hidup penyu laut yang melibatkan migrasi luas antara habitat mencari makan dan reproduksi

Lepidochelys olivacea merupakan salah satu penyu laut dengan persebaran geografis terluas. Spesies ini dikenal sebagai Olive Ridley karena warna karapasnya yang umumnya hijau zaitun hingga abu-abu kehijauan. Dalam bahasa Indonesia, spesies ini banyak dikenal sebagai Penyu Lekang.

Secara taksonomi, spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh Johann Friedrich Eschscholtz pada tahun 1829 dengan nama Chelonia olivacea. Nama tersebut kemudian ditempatkan dalam genus Lepidochelys. GBIF yang menggunakan Catalogue of Life sebagai sumber taksonomi saat ini menerima Lepidochelys olivacea sebagai nama yang diterima dan mencatat Chelonia olivacea sebagai nama asli yang pernah digunakan.

Beberapa nama lain seperti Caouana dessumierii, Caouana rueppelli, Caretta remivaga, dan Chelonia dussumierii tercatat sebagai sinonim atau kombinasi historis dalam basis data taksonomi. Lepidochelys olivacea remivaga juga muncul sebagai kombinasi subspecific historis, tetapi tidak berarti bahwa L. olivacea saat ini harus dibagi menjadi subspecies tersebut.

Nama genus Lepidochelys berasal dari bahasa Yunani, yaitu lepis yang berarti "sisik" dan chelys yang berarti "kura-kura atau penyu". Nama tersebut merujuk pada karakter keping atau sisik pada tubuh dan karapas anggota genus ini.

Epitet spesifik olivacea berasal dari bahasa Latin olivaceus, yang berarti "berwarna seperti zaitun". Nama tersebut merujuk pada warna khas karapas spesies ini yang sering terlihat hijau zaitun atau hijau keabu-abuan.

Nilai ekologis Lepidochelys olivacea berkaitan dengan perannya dalam jaringan makanan laut dan ekosistem pesisir. Sebagai predator oportunistik, penyu lekang memanfaatkan berbagai organisme laut sehingga menjadi bagian dari pengendalian alami komunitas invertebrata dan organisme lain yang menjadi makanannya. Tukik, juvenil, dan individu dewasa juga menjadi bagian dari jaringan makanan bagi berbagai predator laut dan darat.

Dari sisi konservasi, spesies ini memiliki nilai penting karena siklus hidupnya menghubungkan pantai peneluran, perairan pesisir, dan laut terbuka. Kerusakan salah satu bagian dari rangkaian habitat tersebut dapat memengaruhi keberhasilan populasi. Penelitian populasi juga menghadapi tantangan karena penyu laut memiliki fase pelagis, umur generasi panjang, dan melakukan migrasi antara habitat reproduksi dan mencari makan.

IUCN saat ini mencatat Lepidochelys olivacea dalam kategori Vulnerable (VU). Penilaian tersebut merupakan penilaian pada tingkat spesies secara global, sehingga kondisi setiap populasi regional dapat berbeda. IUCN juga mencatat bahwa perubahan jumlah populasi di berbagai wilayah perlu dilihat dalam konteks jangka panjang karena karakter biologis penyu laut menyebabkan perubahan populasi berlangsung dalam rentang waktu yang panjang.

Salah satu fakta paling terkenal mengenai penyu lekang adalah fenomena arribada, yaitu kedatangan dalam jumlah sangat besar ke pantai untuk melakukan peneluran secara hampir bersamaan. Fenomena ini terutama dikenal pada beberapa populasi penyu Ridley dan menjadi salah satu perilaku reproduksi paling spektakuler pada penyu laut.

Penyu lekang juga termasuk penyu laut berukuran relatif kecil. Meskipun ukurannya tidak sebesar Dermochelys coriacea, spesies ini mampu melakukan perjalanan laut yang jauh dan menggunakan wilayah geografis yang luas selama kehidupannya.

Ancaman terhadap spesies ini tidak hanya terjadi di pantai. Tangkapan sampingan oleh alat penangkapan ikan merupakan salah satu persoalan penting di laut, sedangkan di daratan ancaman dapat berasal dari pengambilan telur, gangguan manusia, perubahan garis pantai, pembangunan pesisir, serta perubahan kondisi lingkungan.


 

Sumber Pustaka :

GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.

​GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

​RPT-EBDH-4 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 4.

GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 28

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 129

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 184-186.

​GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.

​GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 38-43.

​GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.

​GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 36.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

​GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 42-44.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

​GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

​RPT-ESS-7 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.

​RPT-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Reptil (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

​RPT-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi (Edisi Cetak 1989).

RPT-NG-KIDS (2014) — NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

​RPT-EHBR-R (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).

GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air


 

Link Referensi :

https://www.gbif.org/taxon/3TB2H

https://www.catalogueoflife.org/data/taxon/3TB2H

https://www.iucnredlist.org/

https://cites.org/

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/Taxonomy/

https://www.biolib.cz/en/taxon/id25138/

https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=173840#null

https://www.inaturalist.org/observations/372546531


 

Penulis : Mas Tahzain

Editor : Agung Monche

Foto By : (Inatralist) | kyma