Bungarus Flaviceps

Bungarus Flaviceps

Bungarus Flaviceps

Reptil (Reptil)
Rabu, 10 September 2025
YunitaParami
109 Views

September/10/2025-08.56|PARAMIDSN

 

Nama Ilmiah : Bungarus flaviceps

Nama English : Red-headed krait

Nama Lokal :  Katang kepala merah 

 

Penemu : Reinhardt, 1843

 

Sinonim

-Bungarus flaviceps REINHARDT 1843: 267

Elaps bivirgatus (nec Elaps bivirgatus BOIE 1827) — SCHLEGEL 1837

-Elaps bi-virgatus — DUMÉRIL & BIBRON 1854: 1230

-Megaerophis flaviceps — GÜNTHER 1864

-Maticora intermedia WESTERMANN 1942 (fide ISKANDAR & MUMPUNI 2002)

-Bungarus flaviceps flaviceps — BRONGERSMA 1948

-Bungarus flaviceps baluensis LOVERIDGE 1938

 

Biogeografi : Myanmar selatan, Thailand selatan, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Indonesia 

 

Ekologi (Habitat) : hutan dataran rendah 

 

Taksonomi & Klasifikasi 

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Reptilia

Order: Squamata 

Suborder: Lepidosauria 

Family: Elapidae

Genus: Bungarus

Species: Bungarus flaviceps 

 

Included & Paleo species :

- Bungarus andamanensis (Biswas & Sanyal, 1978),South Andaman krait. 

- Bungarus bungaroides (Cantor, 1839), Northeastern hill krait. 

- Bungarus caeruleus (Schneider, 1801) - Common krait

- Bungarus candidus (Linnaeus, 1758), Malayan krait. 

- Bungarus ceylonicus (Günther, 1864), Sri Lankan krait. 

- Bungarus fasciatus (Schneider, 1801), Banded Krait. 

- Bungarus flaviceps (Reinhardt, 1843).

- Bungarus lividus (Cantor, 1839) Lesser black krait. 

- Bungarus magnimaculatus Wall & Evans, 1901),Burmese krait. 

- Bungarus multicinctus (Blyth,1861 - Many), banded krait. 

- Bungarus niger (Wall, 1908),Black krait. 

- Bungarus persicus (Abtin, Nilson, Mobaraki) ,(Hosseini & Dehgannejhad, 2014) 

- Bungarus sagittatus (Aksornneam, Rujirawan, Yodthong, Sung & Aowphol, 2024).

- Bungarus sindanus (Boulenger, 1897), Sind krait. 

- Bungarus slowinskii (Kuch, Kizirian, Nguyen, Lawson, Donnelly & Mebs, 2005), Red River krait. 

- Bungarus suzhenae (Chen, Shi, Vogel, Ding & Shi, 2021).

- Bungarus walli (Wall, 1907).

 

Subspesies

-subspecies Bungarus flaviceps baluensis Loveridge, 1938

-subspecies Bungarus flaviceps flaviceps Reinhardt, 1843

 

Status Konservasi: LC (Least Concern/resiko rendah)

Morfologi : panjang 1,2-2,1 m 

 

Fisiologi

Kepala & Ekor : Kepala dan ekornya berwarna merah cerah,

Tubuh Atas :  tubuh bagian atas (dorsal) berwarna hitam dan dihiasi dengan garis berwarna putih kebiruan di sisi badannya,  Tubuh Bawah : bawah tubuhnya (ventral) berwarna keputihan, Sisik-sisik (scalation) dorsal tersusun sebanyak 13 baris di bagian tengah, sisik-sisik vertebral berukuran lebih besar dibandingkan sisik dorsal lainnya, Sisik ventral jantan 220 - 236 buah, sedangkan betina 193 - 217 buah, sisik subkaudal tidak terbagi 47 - 53 sisik pada ular jantan, dan 42 - 54 sisik pada ular betina

 

Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal 

Diet (Makanan) : memangsa ular lain, termasuk ular air, dan terkadang ikan

 

Reproduksi : ovipar 

Musim Reproduksi : Agustus - Desember 

Jumlah anak/Telur : 4-14 telur 

 

(lifespan) Masa Hidup

Alam liar : 8-12 tahun

Penangkaran : -

 

Notes : Jika merasa terganggu, ular ini lebih memilih untuk menyembunyikan kepalanya di bawah gulungan badannya. Akan tetapi, saat malam hari, ular ini menjadi sangat aktif dan berbahaya. Etimologi Bungarus berasal dari kata dalam bahasa Telugu, India, "bangarum" atau "bungarus", yang digunakan untuk menyebut kelompok ular welang (krait). Nama ini kemudian diadopsi oleh para ahli herpetologi sebagai nama genus. Epitet spesifik flaviceps berasal dari bahasa Latin, yaitu flavus yang berarti kuning dan ceps (dari caput) yang berarti kepala. Meski populasi dewasa umumnya memiliki kepala berwarna merah cerah, nama ilmiah ini mengacu pada variasi warna kepala spesimen awal yang dideskripsikan oleh Johannes Theodor Reinhardt pada tahun 1843. Katang kepala merah merupakan predator nokturnal tingkat menengah hingga puncak di lantai hutan tropis Asia Tenggara. Spesies ini memiliki peran penting dalam mengendalikan populasi ular lain, termasuk ular berbisa maupun tidak berbisa, sehingga membantu menjaga keseimbangan komunitas reptil di habitatnya. Selain memangsa ular, sesekali ia juga memangsa ikan dan vertebrata kecil. Sebagai predator spesialis, keberadaannya menjadi indikator bahwa ekosistem hutan dataran rendah masih memiliki rantai makanan yang utuh. Hilangnya spesies ini dapat memengaruhi keseimbangan populasi reptil lain di kawasan tersebut. Salah satu krait paling berwarna di dunia. Berbeda dengan sebagian besar ular welang yang didominasi pola belang hitam-putih, Bungarus flaviceps memiliki kepala dan ekor merah terang yang sangat mencolok. Pemangsa sesama ular (ophiophagous). Makanan utamanya adalah ular lain, termasuk beberapa spesies berbisa, sehingga dijuluki sebagai spesialis pemangsa ular. Berbisa sangat kuat. Seperti anggota genus Bungarus lainnya, racunnya bersifat neurotoksik yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan pernapasan apabila tidak segera ditangani. Lebih memilih menghindari konflik. Saat terganggu pada siang hari, ular ini biasanya menyembunyikan kepala di bawah gulungan tubuh daripada langsung menyerang. Namun pada malam hari, perilakunya berubah menjadi jauh lebih aktif. Penghuni hutan yang jarang terlihat. Kebiasaan hidup nokturnal dan sifatnya yang pemalu membuat spesies ini relatif jarang dijumpai meskipun persebarannya cukup luas di Asia Tenggara. Memiliki ekor berwarna merah cerah. Para peneliti menduga warna kontras pada ekor dapat berfungsi sebagai pengalih perhatian predator sehingga serangan lebih banyak mengenai ekor daripada kepala. Termasuk anggota famili Elapidae. Kelompok ini juga mencakup ular kobra, mamba, taipan, dan ular laut, yang semuanya dikenal memiliki bisa neurotoksik yang sangat efektif.

 

Sumber Pustaka :

- GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.

GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

RPT-EBDH-4 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 4.

GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 28

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-WWP-KDA (1988) Widya Wiyata Kehidupan dalam Air

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 129

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 184-186.

GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 38-43.

GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.

GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 36.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 42-44.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

RPT-ESS-7 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.

RPT-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Reptil (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

RPT-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi (Edisi Cetak 1989).

RPT-NG-KIDS (2014) — NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

RPT-EHBR-R (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).

GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air


 

 

Referensi

https://www.biolib.cz/en/taxon/id183577/

https://id.wikipedia.org/wiki/Katang_kepala_merah

https://ularindonesian.blogspot.com/p/bungarus-flaviceps.html?m=1

 

Penulis : Vivi Yunita 

Editor : Ali Setyaki 

Foto By : a_f_r/inaturalist