9/ Oktober/ 2025 - 21.42| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Osphranter rufus
Nama English : Red Kangaroo
Nama Lokal : Kanguru merah
Penemu : A. G. Desmarest, 1822
Sinonim :
-Kangurus rufus Desmarest, 1822
-Macropus rufus (Desmarest, 1822)
-Macropus (Osphranter) rufus (Desmarest, 1822)
-Megaleia rufa (Desmarest, 1822)
-Macropus rufus dissimulatus Rothschild, 1905
-Macropus rufus dissimulator Lydekker, 1906
-Kangurus griseolanosus Quoy & Gaimard, 1825
-Kangurus laniger Gaimard, 1823
-Macropus lanigerus Gray, 1825
-Kangurus lanosus Gray, 1827
Biogeografi : Australia
Ekologi (Habitat) : semak belukar, padang rumput, dan habitat gurun
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Diprotodontia
Family: Macropodidae
Subfamily: Macropodinae
Genus: Osphranter
Species: Osphranter rufus
Similar species/ species Fosil :
-species Osphranter antilopinus J. Gould, 1842 - Antelopine Wallaroo
-species Osphranter bernardus (W. Rothschild, 1903) - Black Wallaroo
-species Osphranter robustus (J. Gould, 1840) - Wallaroo
-species Osphranter rufus (A. G. Desmarest, 1822) - Red Kangaroo
Species Fossil : -
Subspesies :
-subspecies Osphranter rufus dissimilatus (W. Rothschild, 1905)
-subspecies Osphranter rufus pallidus (Schwarz, 1910)
-subspecies Osphranter rufus rufus (Desmarest, 1822)
Status Konservasi:
IUCN : LC (Least Concern/resiko rendah)
CITES : Non-Appendix
Morfologi :
-tinggi : ± 1,5 m
- berat : betina beratnya 18 hingga 40 kg, jantannya 55 hingga 90 kg
- panjang : Jantan panjang kepala dan tubuh 1,3–1,6 m dengan ekor yang menambah 1,2 m; betina panjang kepala dan tubuh 85–105 cm dengan panjang ekor 65–85 cm
Fisiologi :
Kepala : Memiliki sudut pandang visual mencapai 300° karena letak mata yang berada di samping kepala. Dilengkapi indra pendengaran yang sangat sensitif di mana daun telinganya dapat berputar secara independen untuk melacak sumber suara tanpa perlu menggerakkan kepala.
- Tubuh : sangat besar dengan telinga panjang dan runcing serta moncong/hidung berbentuk persegi
- Tangan : Anggota badan depan berukuran relatif kecil namun memiliki struktur otot bahu yang kuat pada jantan, digunakan untuk mencengkeram dan bertarung (tinju) memperebutkan wilayah atau betina.
Jari : Tangan depan memiliki lima jari yang fleksibel dan dilengkapi cakar tajam untuk menggali tanah atau mencabut rumput. Kaki belakang mengalami sindaktili (jari kedua dan ketiga menyatu menjadi satu selubung kulit) yang berfungsi sebagai sisir pembersih bulu (grooming).
- warna : jantan memiliki bulu pendek berwarna merah kecokelatan yang memudar menjadi warna krem pucat di bagian bawah dan pada tungkai, sementara betina lebih kecil daripada jantan dan berwarna biru keabu-abuan dengan semburat cokelat dan abu-abu pucat di bagian bawah
- kaki : Kaki belakang berukuran sangat besar dan panjang (macropodous) dengan urat tendon elastis raksasa yang bertindak seperti pegas baja. Anatomi ini menghemat energi saat melompat jauh karena menyimpan kinetik setiap kali mendarat. Struktur kaki belakang ini membuat mereka tidak bisa berjalan mundur.
ekor : Panjang, tebal, dan berotot padat. Ekor ini berfungsi sebagai "kaki kelima" (tripod) untuk menopang berat badan saat berdiri atau bergerak perlahan, serta menjadi penyeimbang utama (stabilisator) saat melompat dalam kecepatan tinggi hingga mencapai 50-60 km/jam.
Ekologi (Tingkah Laku) : diurnal
Diet (Makanan) : rumput, biji-bijian, kacang kacangan
Reproduksi : vivipar
Musim Reproduksi : sepanjang tahun, bukan musiman
Jumlah anak/Telur : 1 anak
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar : 12 - 15 Tahun
Penangkaran : 20 - 25 Tahun
Notes : Populasinya mereka di alam liar masih melimpah dan stabil, namun perdagangannya tetap diregulasi ketat oleh hukum domestik pemerintah Australia). Kanguru yang silau karena lampu depan mobil atau terkejut karena suara mesin sering melompat di depan kendaraan, menyebabkan kerusakan parah atau menghancurkan kendaraan yang lebih kecil atau tidak terlindungi. mereka memiliki Sistem Termoregulasi atau Tidak memiliki kelenjar keringat aktif di seluruh tubuh. Untuk mendinginkan diri dari cuaca ekstrem gurun Australia, mereka menjilati lengan bawah mereka secara intensif agar penguapan air liur dapat mendinginkan jaringan pembuluh darah superfisial di bawah kulit.Fakta Unik & Menarik Tambahan:
Kanguru merah merupakan spesies mamalia berkantung (marsupial) terbesar yang masih hidup di planet bumi saat ini. Sistem reproduksi kanguru betina memiliki kemampuan fisiologis luar biasa yang disebut embryonic diapause. Betina dapat "membekukan" atau menunda perkembangan embrio di dalam rahimnya jika kondisi alam sedang dilanda kekeringan hebat atau jika kantungnya masih diisi oleh anak sebelumnya yang belum mandiri.
Induk kanguru mampu memproduksi dua jenis ASI yang formulasinya berbeda secara bersamaan dari puting yang berbeda. Puting pertama menghasilkan ASI tinggi lemak untuk anak yang sudah mulai keluar dari kantung, sementara puting kedua memproduksi ASI khusus untuk bayi baru lahir yang masih menempel di dalam kantung. Hewan ini adalah pelompat jarak jauh yang sangat efisien. Dengan satu kali lompatan kuat menggunakan kaki belakangnya, kanguru merah jantan dewasa dapat melesat sejauh 8 hingga 9 meter secara horizontal dan melompati rintangan setinggi hingga 2-3 meter. Kulit di area lengan bawah kanguru memiliki jaringan pembuluh darah yang sangat padat. Perilaku khas menjilati tangan saat kepanasan terbukti secara ilmiah mampu menurunkan suhu inti tubuh mereka dengan sangat cepat di tengah gurun gersang.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id33182/
https://en.wikipedia.org/wiki/Red_kangaroo https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=1453439
Penulis : Vivi Yunita
Editor : Ali Maruf
Foto By : Milan Kořínek | BioLib