25/JUNI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Hylobates klossii
Nama English : Kloss's Gibbon, Mentawai Gibbon, Bilou
Nama Lokal : Owa Mentawai, Bilou
Penemu : Gerrit Smith Miller Jr. (1903)
Sinonim : Simia klossii G. S. Miller, 1903
Bilou
Dwarf Gibbon
Kloss' Gibbon
Mentawai Gibbon
Biogeografi : Endemik Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Indonesia. Persebarannya meliputi Pulau Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan.
Ekologi (Habitat) : Menghuni hutan hujan tropis primer dan sekunder, terutama hutan dataran rendah, hutan rawa, hingga hutan perbukitan sekitar 900 meter di atas permukaan laut. Sangat bergantung pada kanopi hutan yang masih utuh.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mammalia
Order : Primates
Family : Hylobatidae
Genus : Hylobates
Species : Hylobates klossii
Included species (Genus Hylobates) :
-species Hylobates abbotti Kloss, 1929 – Abbott's Gray Gibbon
-species Hylobates agilis F. Cuvier, 1821 – Agile Gibbon
-species Hylobates albibarbis Lyon, 1911 – Bornean White-bearded Gibbon
-species Hylobates funereus I. Geoffroy Saint-Hilaire, 1851 – Northern Gray Gibbon
-species Hylobates klossii (G. S. Miller, 1903) – Kloss's Gibbon
-species Hylobates lar (Linnaeus, 1771) – White-handed Gibbon
-species Hylobates moloch (Audebert, 1799) – Javan Gibbon
-species Hylobates muelleri W. C. L. Martin, 1841 – Müller's Bornean Gibbon
-species Hylobates pileatus J. E. Gray, 1861 – Pileated Gibbon
Subspesies : -
Status Konservasi :
IUCN : EN (Endangered / Terancam)
CITES : Appendix I
Morfologi :
-Tinggi : Sekitar 45–60 cm.
-Berat badan : 5–7 kg.
-Rentang lengan dapat mencapai sekitar 1,5 meter.
Fisiologi :
-Bulu berwarna hitam pekat hampir di seluruh tubuh.
-Wajah tidak berbulu dengan lingkar wajah berwarna lebih terang.
-Tidak memiliki ekor.
-Lengan sangat panjang dengan sendi bahu fleksibel untuk bergerak menggunakan brakhiasi.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal, arboreal, hidup berpasangan monogami bersama anak-anaknya serta mempertahankan wilayah melalui vokalisasi.
Diet (Makanan) : Didominasi buah-buahan, terutama buah ara (Ficus spp.), serta memakan daun muda, bunga, pucuk, dan sesekali serangga kecil.
Reproduksi : Vivipar
Musim Reproduksi : Sepanjang tahun.
Jumlah Anak/Telur : 1 ekor.
(Lifespan) Masa Hidup :
Alam liar : 25–30 tahun.
Penangkaran : Hingga sekitar 40 tahun.
Notes :Owa Mentawai merupakan satu-satunya spesies owa yang endemik Kepulauan Mentawai dan menjadi salah satu primata paling khas di wilayah tersebut. Spesies ini memiliki suara nyanyian yang berbeda dibandingkan owa lainnya, dengan vokalisasi panjang yang digunakan untuk mempertahankan wilayah, mempererat ikatan pasangan, dan berkomunikasi antarkelompok. Sebagai pemakan buah, terutama buah ara (Ficus spp.), Hylobates klossii berperan penting sebagai penyebar biji (seed disperser) yang membantu regenerasi alami hutan hujan Mentawai. Kehilangannya dapat mengganggu penyebaran berbagai jenis pohon hutan tropis sehingga menjadikannya salah satu spesies kunci (keystone species) dalam ekosistem. Ancaman utama terhadap spesies ini meliputi hilangnya habitat akibat penebangan hutan, pembukaan lahan, pembangunan infrastruktur, serta perburuan. Karena hanya hidup di Kepulauan Mentawai, penurunan populasi di wilayah ini sangat berpengaruh terhadap kelangsungan spesies secara global.
Secara taksonomi, Hylobates klossii merupakan spesies yang berdiri sendiri dan tidak memiliki subspesies yang diakui. Kedekatan kekerabatannya dengan beberapa owa Asia Tenggara menjadikannya penting dalam penelitian evolusi keluarga Hylobatidae. Fakta menarik lainnya, Owa Mentawai dikenal memiliki bulu hitam legam hampir di seluruh tubuh sehingga mudah dibedakan dari sebagian besar spesies Hylobates lainnya yang umumnya berwarna abu-abu atau kecokelatan. Mereka hampir tidak pernah turun ke tanah dan menghabiskan hampir seluruh hidupnya di tajuk pohon dengan bergerak menggunakan brakhiasi yang sangat lincah. Nama genus Hylobates berasal dari bahasa Yunani hylē (ὕλη) yang berarti "hutan" dan batēs (βάτης) yang berarti "pejalan" atau "pengembara", sehingga bermakna "pengembara hutan". Nama spesies klossii diberikan untuk menghormati ahli zoologi Inggris Cecil Boden Kloss (1877–1949) yang banyak melakukan penelitian mengenai fauna Asia Tenggara, khususnya di Kepulauan Mentawai dan wilayah Nusantara.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id32334/
https://species.wikimedia.org/wiki/File:Hylobates_klossii_B.jpg
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=43589
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Agung Monche
Foto By : Biolib | Klaus Rudloff
Creative Commons e 4.0 International license.