14 / Maret / 2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Muntiacus reevesi ssp.sinensis
Nama English : South China Reeves's Muntjac
Nama Lokal : Kijang Tiongkok Selatan / Kijang Reeves Tiongkok Selatan
Penemu : (Hilzheimer, 1905)
Sinonim : Cervulus sinensis Hilzheimer, 1905
Biogeografi : wilayah Tiongkok bagian selatan.
Ekologi (Habitat) : Hutan hujan subtropis, hutan bambu, dan kawasan hutan pegunungan bawah yang lembap.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Artiodactyla
Family: Cervidae
Subfamily: Cervinae
Genus: Muntiacus
Species : Muntiacus reevesi ssp.sinensis
Included & Paleo species :
-species Muntiacus atherodes Groves & Grubb, 1982 - Bornean Yellow Muntjac
-species Muntiacus crinifrons (P. L. Sclater, 1885) - Hairy-fronted Muntjac
-species Muntiacus feae (O. Thomas & Doria, 1889) - Fea's Muntjac
-species Muntiacus gongshanensis Ma Shilai in Ma Shilai, Wang Yingxiang & Shi Liming, 1990 - Gongshan Muntjac
species Muntiacus malabaricus Lydekker, 1915 - South Indian Muntjac -species Muntiacus montanus H. C. Robinson & Kloss, 1918 - Sumatran Muntjac
species Muntiacus muntjak (E. A. W. von Zimmermann, 1780) - Southern Red Muntjac -species Muntiacus puhoatensis Le Trong Trai in Binh Chau, 1997 - Pù Hoat Muntjac
species Muntiacus putaoensis Amato, Egan & Rabinowitz, 1999 - Leaf Muntjac
species Muntiacus reevesi (W. Ogilby, 1839) - Reeve's Muntjac
species Muntiacus rooseveltorum Osgood, 1932 - Roosevelt's Muntjac -species Muntiacus truongsonensis (Nguyễn Quý Hoài, 1997) - Annamite Muntjac -species Muntiacus vaginalis (Boddaert, 1785) - Northern Red Muntjac -species Muntiacus vuquangensis (Đỗ Tước, Vũ Văn Dũng, S. Dawson, Arctander & J. MacKinnon, 1994) - Giant Muntjac
Paleo Spesies:
-species Muntiacus bohlini Teilhard de Chardin, 1940 †
species Muntiacus fenghoensis Chow, 1956 †
species Muntiacus hengduanshanensis Zong, Chen, Huang & Xu, 1996 † -species Muntiacus lacustris (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †
species Muntiacus leilaoensis Dong, Pan & Liu, 2004 † (Tertiary: Upper Miocene) -species Muntiacus nanus (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) † -species Muntiacus noringenensis Dong, 2007 †
species Muntiacus pliocaenicus Korotkevitch, 1965 †
species Muntiacus polonicus Czyzewska, 1968 †
species Muntiacus szechuanensis Young & Liu, 1950 † -species Muntiacus zhaotongensis Dong, Ji, Jablonski, Su & Li, 2014 † (Tertiary: Upper Miocene)
Subspesies:
- subspecies Muntiacus reevesi jiangkouensis Gu & Zu, 1998 - Jiangkou's Muntjac
-subspecies Muntiacus reevesi micrurus (Sclater, 1875) - Formosan Reeve's Muntjac
- subspecies Muntiacus reevesi reevesi (Ogilby, 1838) - Mainland Reeve's Muntjac
-subspecies Muntiacus reevesi ssp. sinensis
Status Konservasi :
IUCN: LC (Least Concern / Risiko Rendah).
CITES: -
Morfologi :
Panjang: 70 – 90 cm.
Tinggi: 40 – 45 cm.
Berat: 10 – 16 kg.
Fisiologi :
Warna & Bulu : Bulu pendek dan rapat, berwarna cokelat kemerahan gelap. Bagian kaki depan biasanya memiliki gradasi warna yang lebih gelap mendekati hitam.
Taring : Memiliki gigi taring atas yang memanjang dan melengkung ke bawah (pada jantan), yang merupakan senjata utama dalam perkelahian karena tanduknya yang relatif kecil.
Kelenjar Aroma : Memiliki sistem kelenjar yang sangat berkembang. Kelenjar preorbital di depan mata digunakan untuk menandai vegetasi sebagai penanda batas wilayah kekuasaan.
Ciri Khas: Secara morfologi sangat mirip dengan M. r. reevesi, namun sering kali memiliki variasi warna bulu yang sedikit lebih gelap atau intens, menyesuaikan dengan kondisi hutan subtropis yang lebih lembap dan rapat.
Ekologi (Tingkah Laku) : Hewan nokturnal dan crepuscular. Sangat waspada terhadap suara sekecil apa pun di lantai hutan. Jika merasa terganggu, mereka akan mengeluarkan suara gonggongan yang sangat keras dan berulang, yang berfungsi untuk membingungkan predator sekaligus memperingatkan individu lain.
Diet (Makanan) : Herbivora; sangat menyukai tunas muda, buah-buahan yang jatuh di lantai hutan, tanaman merambat, dan dedaunan dari semak belukar.
Reproduksi : Vivipar
Musim Reproduksi : Polyestrus (tidak memiliki musim kawin khusus).
Jumlah anak : 1 ekor .
(Longevity) Masa Hidup :
Alam liar : 10 – 12 tahun.
Penangkaran : -+ 18 tahun.
Notes : Subspesies ini menempati wilayah daratan yang lebih hangat dibandingkan dengan subspesies nominal di bagian utara/timur.Mereka lebih menyukai area dengan kanopi tertutup dan lantai hutan yang kaya akan tumbuhan bawah sebagai tempat persembunyian. Subspesies sinensis sering kali sulit dibedakan di lapangan dengan subspesies nominal karena kemiripan fisiknya. Namun, secara geografis mereka mendiami zona Tiongkok Selatan yang memiliki biodiversitas berbeda. Penamaan "sinensis" diambil dari bahasa Latin yang berarti "berasal dari Tiongkok". Keunikan mereka tetap terletak pada kombinasi tanduk pendek dan taring panjang, yang memberikan tampilan eksotis layaknya mamalia purba.Populasinya di alam liar masih dianggap stabil, namun fragmentasi habitat akibat perluasan lahan pertanian di Tiongkok Selatan menjadi ancaman jangka panjang bagi keberlangsungan populasi lokalnya.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id302086/https://en.wikipedia.org/wiki/Reeves%27s_muntjac
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=776834
Penulis : Ali Maruf
Editor : Agung Widodo
Foto By : gettyimages