31/JANUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Hylobates funereus
Nama English : East Bornean Grey Gibbon, Northern Grey Gibbon
Nama Lokal : Owa Kalimantan Utara, Owa Kelabu, Kelempiau (Kalimantan)
Penemu :Isidore Geoffroy Saint-Hilaire (1850)
Sinonim :Hylobates muelleri funereus I. Geoffroy, 1850
Biogeografi : Tersebar di bagian utara dan timur Pulau Kalimantan. Wilayahnya mencakup Sabah dan Sarawak (Malaysia), Brunei Darussalam, serta Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Indonesia). Batas persebarannya di selatan adalah Sungai Mahakam.
Ekologi (Habitat) : Menghuni hutan hujan tropis primer dan sekunder, hutan dipterokarpa, serta hutan perbukitan hingga ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Ordo: Primates
Family : Hylobatidae
Genus: Hylobates
Spesies: Hylobates funereus
included & Paleo species/ :
-species Hylobates abbotti Kloss, 1929 - Abbott's Gray Gibbon
-species Hylobates agilis F. Cuvier in É. Geoffroy Saint-Hilaire & F. Cuvier, 1821 - Agile Gibbon
-species Hylobates albibarbis Lyon, 1911 - Bornean White-bearded Gibbon
-species Hylobates funereus I. Geoffroy Saint-Hilaire, 1851 - Northern Gray Gibbon
-species Hylobates klossii (G. S. Miller, 1903) - Kloss's Gibbon
-species Hylobates lar (Linnaeus, 1771) - White-handed Gibbon
-species Hylobates moloch (Audebert, 1799) - Javan Gibbon
-species Hylobates muelleri W. C. L. Martin, 1841 - Müller's Bornean Gibbon
-species Hylobates pileatus J. E. Gray, 1861 - Pileated Gibbon
Subspesies : -
Status Konservasi:
IUCN : EN (Terancam)
CITES :
Morfologi :
-Tinggi: Sekitar 45–60 cm.
-Berat Badan: Rata-rata 5–7 kg.
Fisiologi :
-Memiliki bulu berwarna abu-abu gelap atau kecokelatan ("funereus" berarti gelap/suram).
-Bagian atas kepala dan dada biasanya lebih gelap dibanding bagian tubuh lainnya.
-Tidak memiliki ekor.
-Memiliki sendi bahu yang sangat fleksibel dan lengan yang sangat panjang untuk melakukan brakhiasi (berayun dari dahan ke dahan).
Ekologi (Tingkah Laku) :Diurnal
Diet (Makanan) : pemakan buah-buahan, terutama buah ara/ficus). Mereka juga mengonsumsi daun muda, bunga, dan terkadang serangga kecil sebagai sumber protein.
Reproduksi : Vivipar
Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun
Jumlah anak/Telur :1 Ekor
(Lifespan) Masa Hidup :
Alam liar :25–30 tahun.
Penangkaran :40–50 tahun.
Notes : Owa Kalimantan Utara dikenal sebagai "akrobat hutan" karena kecepatannya berpindah antar pohon yang bisa mencapai 55 km/jam.
Nyanyian mereka berfungsi untuk memperkuat ikatan pasangan dan memperingatkan kelompok lain agar tidak memasuki wilayah mereka. Owa Kalimantan Utara merupakan primata arboreal sejati yang hampir seluruh hidupnya dihabiskan di tajuk hutan dan sangat jarang turun ke permukaan tanah. Bergerak dengan cara brakhiasi, yaitu berayun dari satu dahan ke dahan lain menggunakan lengan yang sangat panjang. Kecepatan perpindahannya dapat mencapai sekitar 55 km/jam, sehingga dijuluki "akrobat hutan". Hidup dalam kelompok keluarga kecil yang umumnya terdiri atas pasangan monogami dan satu hingga tiga anak. Ikatan pasangan biasanya bertahan seumur hidup. Nyanyian atau duet vokal antara jantan dan betina berfungsi mempertahankan wilayah, memperkuat ikatan pasangan, serta menghindari konflik langsung dengan kelompok owa lainnya. Sebagai pemakan buah, terutama buah ara (Ficus spp.), spesies ini berperan penting sebagai penyebar biji (seed disperser) yang membantu regenerasi hutan hujan Kalimantan. Ancaman utama terhadap populasinya meliputi deforestasi, fragmentasi habitat akibat pembukaan hutan untuk perkebunan dan pertambangan, serta perburuan dan perdagangan satwa liar. Karena sangat bergantung pada tajuk hutan yang saling terhubung, keberadaan Owa Kalimantan Utara sering dijadikan spesies indikator kesehatan ekosistem hutan hujan tropis. Etimologi: Nama genus Hylobates berasal dari bahasa Yunani, hylē (ὕλη) yang berarti "hutan" dan batēs (βάτης) yang berarti "pejalan" atau "pengembara", sehingga bermakna "pengembara hutan". Nama spesies funereus berasal dari bahasa Latin yang berarti "berkabung", "suram", atau "berwarna gelap", mengacu pada warna bulu abu-abu gelap hingga kehitaman yang menjadi ciri khas spesies ini.
Dahulu takson ini diperlakukan sebagai subspesies Hylobates muelleri (H. m. funereus), namun berdasarkan penelitian morfologi, vokalisasi, dan analisis genetik modern kini diakui sebagai spesies tersendiri, yaitu Hylobates funereus.
Owa tidak membuat sarang permanen seperti orangutan. Sebagai gantinya, mereka memilih cabang-cabang pohon yang tinggi untuk beristirahat dan tidur setiap malam, sehingga sangat bergantung pada hutan primer yang masih utuh.
Sumber Pustaka :
- GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Referensi :
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id428269/
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id32329/
-Owa kelempiau utara
-https://www.inaturalist.org/observations/327535878
-https://www.inaturalist.org/observations/327535878
Penulis : Suaizam
Editor : Ali Maruf
Foto By :Inaturalist| philbenstead