18 / SEPTEMBER / 2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Oncorhynchus mykiss ssp. mykiss
Nama English : Coastal Rainbow Trout
Nama Lokal : Trout Pelangi Pesisir
Penemu : Walbaum, 1792
Sinonim :
Salmo mykiss mykiss
Salmo gairdneri mykiss
Oncorhynchus gairdneri mykiss (historis)
Biogeografi : Pantai Pasifik Amerika Utara, mulai dari Alaska bagian selatan, British Columbia (Kanada), Washington, Oregon, hingga California bagian utara (Amerika Serikat).
Ekologi (Habitat) : Mendiami sungai berarus deras hingga sedang, anak sungai pegunungan, danau air dingin, serta waduk yang kaya oksigen. Subspesies ini memiliki bentuk residen yang hidup sepanjang hidupnya di air tawar, sementara sebagian populasi dapat berkembang menjadi bentuk anadromus (Steelhead) yang bermigrasi ke laut sebelum kembali ke sungai untuk berkembang biak.
Taksonomi & Klasifikasi :
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata
Infraphylum: Gnathostomata
Parvphylum: Osteichthyes
Gigaclass: Actinopterygii
Superclass: Actinopteri
Class: Teleostei
Order: Salmoniformes
Family: Salmonidae
Subfamily: Salmoninae
Genus: Oncorhynchus
Species : Oncorhynchus mykiss
Subspecies : Oncorhynchus mykiss ssp. mykiss
Status Konservasi :
IUCN : Least Concern/LC)
CITES : Tidak terdaftar
Morfologi :
Panjang : 25–70 cm
Tinggi : (-)
Berat : ± 0,5–5 kg
Fisiologi :
Tubuh : Memanjang, ramping, dan sedikit pipih di bagian samping.
Kepala : Bermoncong runcing dengan mulut lebar. Individu jantan dewasa dapat memiliki rahang bawah melengkung menyerupai kait saat musim kawin.
Warna : Punggung hijau zaitun hingga kebiruan, sisi tubuh berwarna keperakan dengan pita merah muda atau merah keunguan memanjang di sepanjang tubuh.
Sirip : Sirip punggung, sirip adiposa, dan sirip ekor dipenuhi bintik-bintik hitam kecil.
Sisik : Kecil, halus, dan tersusun rapat.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal (aktif pada siang hari). Juvenil hidup berkelompok, sedangkan ikan dewasa lebih teritorial. Memiliki kemampuan berenang melawan arus yang kuat dan mampu melompat melewati rintangan saat bermigrasi.
Diet (Makanan) : Larva serangga akuatik, mayfly, stonefly, caddisfly, zooplankton, udang kecil, ikan kecil, telur ikan, amfibi kecil, serta berbagai invertebrata air lainnya.
Reproduksi : Ovipar (bertelur) dengan pembuahan eksternal.
Musim Reproduksi : Akhir musim dingin hingga musim semi (bervariasi menurut wilayah).
Jumlah Anak/Telur : ± 1.000–8.000 telur
(Lifespan) Masa Hidup :
Alam liar : 4–10 tahun.
Penangkaran : ± 12 tahun.
Notes : Populasi liar menghuni sungai-sungai yang bermuara ke Samudra Pasifik, sementara beberapa populasi telah diperkenalkan ke wilayah lain melalui kegiatan budidaya dan restocking. Etimologi Nama genus Oncorhynchus berasal dari bahasa Yunani onkos yang berarti "kait" atau "tonjolan" dan rhynchos yang berarti "moncong", merujuk pada rahang berkait yang berkembang pada jantan saat musim pemijahan. Epitet mykiss berasal dari kata mykizha atau mykiss, yaitu nama lokal masyarakat Kamchatka di Rusia untuk menyebut trout pelangi yang kemudian diadopsi oleh Johann Julius Walbaum ketika mendeskripsikan spesies ini pada tahun 1792. Subspesies ini merupakan predator penting pada ekosistem sungai berair dingin. Keberadaannya membantu mengendalikan populasi serangga akuatik, krustasea kecil, dan ikan berukuran kecil, sekaligus menjadi mangsa bagi beruang, burung pemangsa, berang-berang, dan predator lainnya. Di habitat aslinya, beberapa populasi mengalami tekanan akibat bendungan, degradasi habitat, pencemaran, dan perubahan iklim. Sebaliknya, di luar daerah asalnya ikan ini dapat menjadi spesies introduksi yang memengaruhi populasi ikan lokal melalui kompetisi maupun hibridisasi.
Informasi taksonomi penting : Oncorhynchus mykiss ssp. mykiss merupakan subspesies nominatif dari Oncorhynchus mykiss. Dahulu trout pelangi ditempatkan dalam genus Salmo dengan nama Salmo gairdneri. Hasil penelitian genetika modern menunjukkan bahwa spesies ini berkerabat lebih dekat dengan salmon Pasifik sehingga dipindahkan ke genus Oncorhynchus. Sejumlah ahli bahkan mulai meninggalkan penggunaan subspesies karena kompleksitas variasi genetik antarpopulasi. Subspesies ini menjadi nenek moyang sebagian besar strain Rainbow Trout budidaya yang kini dipelihara di berbagai negara. Kemampuan adaptasinya yang tinggi membuatnya berhasil diperkenalkan ke lebih dari 80 negara. Rainbow Trout juga merupakan salah satu ikan model yang paling banyak digunakan dalam penelitian fisiologi, genetika, toksikologi, dan budidaya perikanan. Penglihatannya mampu mendeteksi mangsa kecil dengan sangat baik di perairan jernih sehingga menjadikannya predator yang sangat efisien.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 188-220.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
PSC-EBDH-6 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 6.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 142-155.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 17
GEN-KPBA-KddA (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan di dalam Air hlm 62-103
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 129.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 178-180.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 142-153.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 48-55.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 46-50.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 86-104.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 32.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 38 & 39.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 126-154.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
PSC-ESS-5 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 5 Ikan & Amfibi.
PSC-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Ikan (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
PSC-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna IKAN (Edisi Cetak 1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
PSC-DS-IHT (2007) — Ensiklopedia Ikan Hias Air Tawar (Darti Setya Lesmana).
PSC-PS-BDIH (2009)—Budi Daya Ikan Hias Air Tawar Populer.
PSC-EBK-T (2011) — ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Tawar (Eko Budi Kuncoro).
PSC-EBK-L (2009) — ENSIKLOPEDIA POPULER Ikan Air Laut (Eko Budi Kuncoro & F.E. Ardhi Wiharto).
PSC-RFIP (2001) — Reef Fishes of the Indo Pacific 2nd Edition.
GEN-EMK-HMBA(2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
PSC-NA-RSBN (2010)—Rahasia Sukses Budidaya Ikan Nila.
PSC-EHBR-L (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Ikan Air Laut (Satrio Yudhoyono).
PSC-EHBR-T (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Ikan Air Tawar (Keyla Nazira).
Referensi :
https://www.catalogueoflife.org/data/taxon/RGJTD
https://www.gbif.org/taxon/RGJTD
https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=553423#null
https://www.fishbase.se
https://www.iucnredlist.org
https://www.biolib.cz/en/taxon/id15813/
https://www.fisheries.noaa.gov
https://www.fws.gov
Penulis : Mas Tahzain
Editor : Ali Setyaki
Foto By : iNaturalist |