17/FEBRUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Nycticebus kayan
Nama English :Kayan River Slow Loris
Nama Lokal : Kukang Kayan, Pukan (Kalimantan)
Penemu : Munds, Nekaris, & Ford (2012)
Sinonim :
Biogeografi : Endemik di pulau Kalimantan. Wilayah sebarannya meliputi dataran tinggi di Sarawak (Malaysia) dan Kalimantan Timur serta Utara (Indonesia). Namanya diambil dari Sungai Kayan di habitat aslinya.
Ekologi (Habitat) : Hutan hujan tropis dataran rendah hingga hutan pegunungan. Mereka cenderung ditemukan di area yang memiliki kepadatan vegetasi tinggi.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primates
Famili: Lorisidae
Genus: Nycticebus
Species: Nycticebus kayan
Similar species/ species Fosil :
- Nycticebus bancanus Lyon, 1906 - Bangka Slow Loris
- Nycticebus bengalensis (de Lacépède, 1800) - Bengal Slow Loris
- Nycticebus borneanus Lyon, 1906 - Bornean Slow Loris
- Nycticebus coucang (Boddaert, 1785) - Greater Slow Loris
- Nycticebus hilleri Stone & Rehn, 1902 - Hiller's Slow Loris
- Nycticebus javanicus É. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812 - Javan Slow Loris
- Nycticebus kayan Munds, Nekaris & S. M. Ford, 2013 - Kayan Slow Loris
- Nycticebus menagensis (Lydekker, 1893) - Philippine Slow Loris
Subspesies :-
Status Konservasi: VU (Vulnerable/Rentan).
Morfologi :
Panjang Tubuh : 27 cm (Rata-rata)
Berat : 400 - 420 gram
Fisiologi :
Kepala : Mempunyai corak "topeng" gelap yang sangat jelas dan lebar di sekeliling mata.
Warna : Rambut badan berwarna coklat kemerahan hingga kelabu. Jalur dorsal (garis di punggung) biasanya berwarna gelap dan jelas.
Telinga : Tertutup oleh rambut yang panjang dan lebat.
Khas : Mempunyai kelenjar brakial di siku yang menghasilkan toksin; jika dicampur dengan air liur, gigitannya boleh menjadi berbisa.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal
Diet (Makanan) : eksudat pohon (getah), nektar, bunga, buah-buahan, dan sesekali memakan artropoda (serangga).
Reproduksi : Vivipar
Musim Reproduksi :Sepanjang Tahun
Jumlah anak/Telur :1 Anak
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :15–20 tahun.
Penangkaran :20–25 tahun.
Notes : Nycticebus kayan adalah salah satu dari tiga spesies baru yang diidentifikasi pada tahun 2012 melalui analisis pola warna wajah. Sebelumnya, semua kukang di Kalimantan dianggap sebagai satu spesies tunggal (N. menagensis). Penemuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa biodiversitas di Kalimantan jauh lebih kompleks dari yang kita duga sebelumnya.N. menagensis. Mereka adalah satu-satunya primata di dunia yang mempunyai gigitan berbisa. Di Kalimantan, mitos tempatan sering mengaitkan kukang dengan kuasa mistik, namun realitinya mereka sangat terdedah kepada kepupusan akibat penebangan hutan.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.
- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93
- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila).
Referensi :
-Kungkang kayan https://share.google/u2vKpKxAmiOyQGDwe
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id32060/
-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=1369275
-https://www.inaturalist.org/observations/289215018
Penulis : Dila
Editor : Aji Jipang
Foto By : Inaturalist| ayuwat