Nycticebus bancanus

Nycticebus bancanus

Nycticebus bancanus

Mamalia
Kamis, 19 Februari 2026
Dsn Mamalia
7 Views

17/FEBRUARI/2026 | PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Nycticebus bancanus

Nama English :Bangka Slow Loris

Nama Lokal : Kukang Bangka


 

Penemu : Lyon (1906).


 

Sinonim : -


 

Biogeografi : Endemik di Pulau Bangka dan Pulau Belitung (Indonesia). 


 

Ekologi (Habitat) : Hutan hujan tropis dataran rendah, hutan sekunder, dan terkadang ditemukan di perkebunan penduduk yang berbatasan dengan hutan asli.


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom: Animalia

​Phylum: Chordata

​Class: Mammalia

​Order: Primates

​Family: Lorisidae

​Genus: Nycticebus

​Species: Nycticebus bancanus


 

Similar species/ species Fosil :

- Nycticebus bancanus Lyon, 1906 - Bangka Slow Loris

- Nycticebus bengalensis (de Lacépède, 1800) - Bengal Slow Loris

- Nycticebus borneanus Lyon, 1906 - Bornean Slow Loris

- Nycticebus coucang (Boddaert, 1785) - Greater Slow Loris

- Nycticebus hilleri Stone & Rehn, 1902 - Hiller's Slow Loris

- Nycticebus javanicus É. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812 - Javan Slow Loris

- Nycticebus kayan Munds, Nekaris & S. M. Ford, 2013 - Kayan Slow Loris

- Nycticebus menagensis (Lydekker, 1893) - Philippine Slow Loris



 

Subspesies :-


 

Status Konservasi: CR (Criticaly Endangered/ Kritis)


 

Morfologi : 

Wajah m Panjang Tubuh : 25 - 28 cm

​Berat : 350 - 450 gram

 

​Fisiologi :

 - Kepala : Ciri khas utamanya adalah cincin mata (topeng) berwarna merah tua atau cokelat kemerahan yang cenderung tidak memiliki tepi yang tajam (baur).

​Warna : Rambut badan didominasi warna merah pucat (crimson-ashy) atau cokelat kemerahan. Jalur dorsal (garis punggung) seringkali terlihat sangat kontras dan berwarna gelap.

​Telinga : Memiliki rambut pendek, seringkali telinga terlihat lebih terbuka dibandingkan N. kayan.

​Wajah : Bagian dahi dan atas kepala cenderung lebih pucat atau keputihan di antara jalur mata.

  • Memiliki kelenjar brakialis di siku yang menghasilkan racun. Ketika dicampur dengan air liur, gigitannya menjadi beracun fitur langka di kalangan mamalia.
     

Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal


 

Diet (Makanan) : Omnivora


 

Reproduksi : Vivipar

Musim Reproduksi :Maret hingga Mei

Jumlah anak/Telur :1 anak


 

(Chronialogi) Masa Hidup : 

Alam liar :15–20 tahun.

Penangkaran :25 tahun


 

Notes :Nycticebus bancanus (Kukang Bangka). Spesies ini merupakan salah satu hasil pemisahan taksonomi dari kelompok kukang Kalimantan pada tahun 2013, dan memiliki ciri khas warna yang cukup mencolok dibandingkan kerabatnya. Kukang Bangka sering menjadi korban salah identifikasi di pasar gelap hewan peliharaan karena kemiripannya dengan spesies kukang lainnya. Salah satu ciri paling mencolok dari spesies ini adalah pita telinga yang seringkali tidak terlihat atau sangat samar dibandingkan dengan spesies kukang di Jawa atau Sumatera.


 

Sumber Pustaka :

- - National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.

- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.

- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47. 

- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.

- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.

- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.

- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.

- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.

- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia. 

- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93

- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.

- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila). 


 

Referensi : 

-Kungkang bangka https://share.google/RHmnha3KbrqrCNkhq

-https://www.biolib.cz/en/taxon/id32060/

-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=1369278

-https://www.inaturalist.org/observations/183330585


 

Penulis : Dila

Editor : Aji Jipang 

Foto By : Inaturalist|