Muntiacus muntjak ssp.peninsulae

Muntiacus muntjak ssp.peninsulae

Muntiacus muntjak ssp.peninsulae

Mamalia
Sabtu, 25 April 2026
Dsn Mamalia
21 Views

​19 / April / 2026 | PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Muntiacus muntjak spp.peninsulae

Nama English : Malayan Red Muntjac

Nama Lokal : Kijang Malaya / Kijang Semenanjung


 

Penemu : Lydekker, 1915


 

Sinonim :

Muntiacus muntjak ssp. peninsulae

Cervus muntjak Zimmermann, 1780 o

Muntiacus bancanus Lyon, 1906

Cervulus moschatus Blainville, 1816

Cervus pleiharicus Kohlbrugge, 1896

Muntiacus rubidus Lyon, 1911


 

Biogeografi :  Semenanjung Malaya, - Thailand (Tanah Genting Kra), Singapura (populasi di Singapura kini sangat langka/terbatas).


 

Ekologi (Habitat) : Hutan hujan tropis dataran rendah, hutan perbukitan, hingga kawasan hutan dipterokarpa. Sering ditemukan di pinggiran hutan yang berbatasan dengan area terbuka untuk mencari makan.


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Mammalia

Order: Artiodactyla

Family: Cervidae

Genus: Muntiacus

Species: Muntiacus muntjak


 

Included & Paleo species :

​species Muntiacus atherodes Groves & Grubb, 1982 - Bornean Yellow Muntjac

​species Muntiacus crinifrons (P. L. Sclater, 1885) - Hairy-fronted Muntjac

​species Muntiacus feae (O. Thomas & Doria, 1889) - Fea's Muntjac

​species Muntiacus gongshanensis Ma Shilai in Ma Shilai, Wang Yingxiang & Shi Liming, 1990 - Gongshan Muntjac

​species Muntiacus malabaricus Lydekker, 1915 - South Indian Muntjac

​species Muntiacus montanus H. C. Robinson & Kloss, 1918 - Sumatran Muntjac

​species Muntiacus muntjak (E. A. W. von Zimmermann, 1780) - Southern Red Muntjac

​species Muntiacus puhoatensis Le Trong Trai in Binh Chau, 1997 - Pù Hoat Muntjac

​species Muntiacus putaoensis Amato, Egan & Rabinowitz, 1999 - Leaf Muntjac

​species Muntiacus reevesi (W. Ogilby, 1839) - Reeve's Muntjac

​species Muntiacus rooseveltorum Osgood, 1932 - Roosevelt's Muntjac

​species Muntiacus truongsonensis (Nguyễn Quý Hoài, 1997) - Annamite Muntjac

​species Muntiacus vaginalis (Boddaert, 1785) - Northern Red Muntjac

​species Muntiacus vuquangensis (Đỗ Tước, Vũ Văn Dũng, S. Dawson, Arctander & J. MacKinnon, 1994) - Giant Muntjac


 

Subspesies:

- subspecies Muntiacus muntjak muntjak Zimmerman, 1780 - Javan Red Muntjac

- subspecies Muntiacus muntjak peninsulae Lydekker, 1915 - Malayan Red Muntjac

- subspecies Muntiacus muntjak pleiharicus (Kohlbrugge, 1896) - Bornean Red Muntjac


 

Paleo Spesies:

​species Muntiacus bohlini Teilhard de Chardin, 1940 †

​species Muntiacus fenghoensis Chow, 1956 †

​species Muntiacus hengduanshanensis Zong, Chen, Huang & Xu, 1996 †

​species Muntiacus lacustris (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †

​species Muntiacus leilaoensis Dong, Pan & Liu, 2004 † (Tertiary: Upper Miocene)

​species Muntiacus nanus (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †

​species Muntiacus noringenensis Dong, 2007 †

​species Muntiacus pliocaenicus Korotkevitch, 1965 †

​species Muntiacus polonicus Czyzewska, 1968 †

​species Muntiacus szechuanensis Young & Liu, 1950 †

​species Muntiacus zhaotongensis Dong, Ji, Jablonski, Su & Li, 2014 † (Tertiary: Upper Miocene)


 

Status Konservasi :

IUCN : LC (Least Concern / Risiko Rendah) — secara spesies keseluruhan.

CITES : -



 

Morfologi :

Panjang : 90 – 120 cm.

Tinggi Bahu : Sekitar 50 – 65 cm.


 

Fisiologi :

Warna : Bulu musim panas cenderung lebih cerah daripada musim dingin (pada populasi utara). Bagian tenggorokan dan perut berwarna putih bersih. Garis hitam di dahi sangat kontras.

Ciri Khas : Memiliki corak warna cokelat kemerahan yang sangat pekat dan gelap (deep reddish-brown) pada bagian punggung, yang secara bertahap memucat di bagian samping.

Tanduk & Pedikel : Jantan memiliki pedikel (tulang pangkal tanduk) yang sangat kokoh dan panjang, ditutupi bulu halus. Tanduk yang tumbuh di atasnya memiliki cabang kecil (tine) di bagian basal.

Gigi : Sama seperti kelompok spesiesnya, jantan memiliki gigi taring atas yang melengkung keluar untuk pertahanan diri.


 

Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal Aktif sepanjang hari Soliter dan teritorial. 


 

Diet (Makanan) : Herbivora (Frugivora/Folivora); sangat menyukai buah-buahan yang jatuh ke lantai hutan, tunas muda, dan jamur.


 

Reproduksi : Vivipar

Masa Gestasi : Sekitar 7 bulan (210 hari).

Jumlah Anak/Telur : Umumnya 1 ekor. 


 

Notes : mereka memiliki Anak yang baru lahir memiliki bintik-bintik putih di tubuhnya sebagai kamuflase, yang akan hilang seiring bertambahnya usia. Ukuran mereka Sedikit lebih besar dan memiliki kaki yang cenderung lebih panjang dibandingkan subspesies Jawa (M. m. muntjak). Subspesies peninsulae merupakan penghubung taksonomi antara kelompok kijang daratan Asia Tenggara dengan kelompok kepulauan Sunda. Di Semenanjung Malaya, mereka sering berbagi habitat dengan kerabatnya yang lebih kecil, Muntiacus atherodes (Kijang Kuning Kalimantan), di wilayah perbatasan tertentu. Mereka Sangat waspada dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kerapatan vegetasi. Menggunakan kelenjar preorbital untuk menandai batang pohon sebagai batas wilayah.Suara salakannya sering tertukar dengan suara anjing hutan (Cuon alpinus) oleh orang awam karena frekuensinya yang mirip. Kijang Jawa sering kali menunjukkan warna putih yang lebih dominan dan meluas pada bagian bawah ekor serta perut bagian belakang. Pada subspesies Malaya, area putih ini tetap ada namun terkadang tidak selebar atau sekontras pada Kijang Jawa, karena proporsi warna gelap di tubuh bagian atas yang lebih dominan. Pedikel (tulang penyangga tanduk) pada subspesies Malaya cenderung lebih kokoh dan panjang. Hal ini sering kali dikaitkan dengan ukuran tengkorak yang secara rata-rata sedikit lebih besar daripada populasi di Jawa. Namun, secara fungsi, keduanya tetap memiliki mekanisme pertumbuhan tanduk tahunan yang sama. Perbedaan warna bulu cukup mencolok jika keduanya disandingkan. Subspesies Malaya memiliki warna cokelat kemerahan yang cenderung lebih gelap, pekat, dan tajam (deep reddish-brown). Sementara itu, Kijang Jawa cenderung memiliki warna yang lebih terang, sering kali terlihat lebih pucat atau kuning kecokelatan (tan) pada bagian samping tubuhnya jika dibandingkan dengan warna pekat pada populasi Semenanjung. Catatan kosnervasi Di tingkat lokal (Singapura), statusnya dianggap Critically Endangered atau mungkin punah di daratan utama.


 

Sumber Pustaka :

GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.

GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.

GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-WWP-KDA (1988) Widya Wiyata Kehidupan dalam Air

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.

GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.

​​GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.

GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 40.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.

MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).

MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).

MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).

GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air


 

Referensi :

​https://www.biolib.cz/en/taxon/id33546/

https://www.inaturalist.org/taxa/42186-Muntiacus-muntjak#taxonomy-tab

https://en.wikipedia.org/wiki/Southern_red_muntjac

https://www.iucnredlist.org/search?query=Muntiacus%20muntjak&searchType=species


 

Penulis : Ali Maruf

Editor : Suaizam

Foto By : BioLib: Klaus Rudloff