Muntiacus malabaricus

Muntiacus malabaricus

Muntiacus malabaricus

Mamalia
Sabtu, 25 April 2026
Dsn Mamalia
17 Views

14/Maret/2026 | PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Muntiacus malabaricus

Nama English : South Indian Muntjac / Malabar Muntjac

Nama Lokal : Kijang India Selatan / Kijang Malabar


 

Penemu : Lydekker, 1915


 

Sinonim : Muntiacus muntjak malabaricus Lydekker, 1915


 

Biogeografi : Tersebar di wilayah India bagian selatan (Ghats Barat) dan Sri Lanka.


 

Ekologi (Habitat) : Hutan hujan tropis, hutan gugur lembap, dan daerah perbukitan dengan vegetasi bawah yang rapat hingga ketinggian tertentu di wilayah pegunungan.


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Mammalia

Order: Artiodactyla

Family: Cervidae

Subfamily: Cervinae

Genus: Muntiacus

Spesies : Muntiacus malabaricus


 

Included & Paleo species :

​species Muntiacus atherodes Groves & Grubb, 1982 - Bornean Yellow Muntjac

​species Muntiacus crinifrons (P. L. Sclater, 1885) - Hairy-fronted Muntjac

​species Muntiacus feae (O. Thomas & Doria, 1889) - Fea's Muntjac

​species Muntiacus gongshanensis Ma Shilai in Ma Shilai, Wang Yingxiang & Shi Liming, 1990 - Gongshan Muntjac

​species Muntiacus malabaricus Lydekker, 1915 - South Indian Muntjac

​species Muntiacus montanus H. C. Robinson & Kloss, 1918 - Sumatran Muntjac

​species Muntiacus muntjak (E. A. W. von Zimmermann, 1780) - Southern Red Muntjac

​species Muntiacus puhoatensis Le Trong Trai in Binh Chau, 1997 - Pù Hoat Muntjac

​species Muntiacus putaoensis Amato, Egan & Rabinowitz, 1999 - Leaf Muntjac

​species Muntiacus reevesi (W. Ogilby, 1839) - Reeve's Muntjac

​species Muntiacus rooseveltorum Osgood, 1932 - Roosevelt's Muntjac

​species Muntiacus truongsonensis (Nguyễn Quý Hoài, 1997) - Annamite Muntjac

​species Muntiacus vaginalis (Boddaert, 1785) - Northern Red Muntjac

​species Muntiacus vuquangensis (Đỗ Tước, Vũ Văn Dũng, S. Dawson, Arctander & J. MacKinnon, 1994) - Giant Muntjac


 

Paleo Spesies:

​species Muntiacus bohlini Teilhard de Chardin, 1940 †

​species Muntiacus fenghoensis Chow, 1956 †

​species Muntiacus hengduanshanensis Zong, Chen, Huang & Xu, 1996 †

​species Muntiacus lacustris (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †

​species Muntiacus leilaoensis Dong, Pan & Liu, 2004 † (Tertiary: Upper Miocene)

​species Muntiacus nanus (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †

​species Muntiacus noringenensis Dong, 2007 †

​species Muntiacus pliocaenicus Korotkevitch, 1965 †

​species Muntiacus polonicus Czyzewska, 1968 †

​species Muntiacus szechuanensis Young & Liu, 1950 †

​species Muntiacus zhaotongensis Dong, Ji, Jablonski, Su & Li, 2014 † (Tertiary: Upper Miocene)


 

Status Konservasi: 

IUCN: LC (Least Concern) - Catatan: Sebagai bagian dari kompleks M. muntjak.

CITES: -


 

Morfologi : Panjang: 90 – 120 cm.

Tinggi: 45 – 55 cm.

Berat: 20 – 28 kg.


 

Fisiologi : 

Kepala : Memiliki bentuk yang agak segitiga dengan moncong yang meruncing. Bagian dahi ditandai dengan pedikel (tulang pangkal tanduk) yang sangat panjang dan ditutupi bulu, serta adanya jalur tulang yang menonjol di sepanjang wajah.

Bentuk Tubuh : Bertubuh kompak, kekar, dan ramping dengan bagian belakang sedikit lebih tinggi daripada bagian depan, memberikan postur yang cenderung menunduk—adaptasi ideal untuk bergerak cepat di bawah vegetasi hutan yang rapat.

Tanduk : Hanya dimiliki oleh jantan; berukuran pendek (sekitar 10–15 cm) dan tumbuh di atas pedikel yang panjang. Tanduk ini biasanya hanya memiliki satu cabang kecil (tine) di dekat pangkalnya dan melengkung ke arah dalam di bagian ujung.

Taring : Jantan memiliki gigi taring atas yang memanjang dan tajam (seperti taring pada babi hutan atau kijang purba) yang menyembul keluar dari mulut. Taring ini berfungsi sebagai senjata utama saat bertarung memperebutkan wilayah atau pasangan, mengingat ukuran tanduk mereka yang terbatas.

Kaki : Ramping namun sangat kuat, dengan kuku yang kecil dan tajam untuk mobilitas tinggi di medan berbukit. Kaki belakang lebih panjang dari kaki depan, memberikan daya dorong yang kuat saat melompat.

Warna: Warna bulu cenderung cokelat kemerahan cerah hingga gelap. Memiliki garis hitam yang memanjang dari pedikel (pangkal tanduk) ke bawah wajah. Jantan memiliki tanduk pendek bercabang dua dan taring atas yang terlihat.

Kelenjar: Memiliki kelenjar aroma preorbital yang besar. Secara genetik memiliki jumlah kromosom yang sangat sedikit (jantan 2n=7, betina 2n=6), salah satu yang terendah di antara mamalia.


 

Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal/Diurnal (Terutama aktif pada fajar dan senja/Crepuscular). 

Diet (Makanan) : Herbivora; memakan rumput, tunas, dedaunan, buah-buahan hutan, dan terkadang telur burung atau serangga kecil (Omnivora oportunistik).


 

Reproduksi : Musim Reproduksi : Sepanjang tahun.

Jumlah anak/Telur : 1 ekor.


 

(Longevity) Masa Hidup : Alam liar : 10 – 12 tahun.

Penangkaran : 15 – 18 tahun.


 

Notes : Spesies ini dipisahkan dari M. muntjak berdasarkan perbedaan morfologi tengkorak dan analisis molekuler. Nama spesifik "malabaricus" merujuk pada Pantai Malabar di India bagian selatan, yang merupakan wilayah sebaran utamanya. Meskipun sebelumnya sering dianggap sebagai subspesies, penelitian taksonomi terbaru oleh Groves & Grubb (2011) telah mengangkat statusnya menjadi spesies penuh (Species Status).

​Secara ekologis, satwa ini hidup secara soliter dan sangat teritorial, di mana individu jantan akan menandai wilayahnya secara agresif menggunakan kelenjar preorbital. Salah satu ciri khas perilakunya adalah kemampuan mengeluarkan suara menyalak yang keras dan repetitif menyerupai gonggongan anjing saat merasa terancam atau mendeteksi predator, sehingga secara internasional dikenal dengan julukan Barking Deer. Selain itu, spesies ini merupakan subjek studi evolusi yang penting karena struktur genomnya yang unik, menjadikannya model kunci dalam memahami evolusi kromosom pada mamalia.




 

Sumber Pustaka :

GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.

GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.

GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-WWP-KDA (1988) Widya Wiyata Kehidupan dalam Air

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.

GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.

​​GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.

GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 40.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.

MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).

MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).

MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).

GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air


 

Link Referensi :  https://en.wikipedia.org/wiki/Malabar_red_muntjak

​https://www.biolib.cz/en/taxon/id901191/

https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=74659

https://www.mammaldiversity.org/taxon/1006332/


 

Penulis : Ali Maruf

Editor : Agung Widodo

Foto By : Charles J Sharp