14/Maret/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Muntiacus malabaricus
Nama English : South Indian Muntjac / Malabar Muntjac
Nama Lokal : Kijang India Selatan / Kijang Malabar
Penemu : Lydekker, 1915
Sinonim : Muntiacus muntjak malabaricus Lydekker, 1915
Biogeografi : Tersebar di wilayah India bagian selatan (Ghats Barat) dan Sri Lanka.
Ekologi (Habitat) : Hutan hujan tropis, hutan gugur lembap, dan daerah perbukitan dengan vegetasi bawah yang rapat hingga ketinggian tertentu di wilayah pegunungan.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Artiodactyla
Family: Cervidae
Subfamily: Cervinae
Genus: Muntiacus
Spesies : Muntiacus malabaricus
Included & Paleo species :
species Muntiacus atherodes Groves & Grubb, 1982 - Bornean Yellow Muntjac
species Muntiacus crinifrons (P. L. Sclater, 1885) - Hairy-fronted Muntjac
species Muntiacus feae (O. Thomas & Doria, 1889) - Fea's Muntjac
species Muntiacus gongshanensis Ma Shilai in Ma Shilai, Wang Yingxiang & Shi Liming, 1990 - Gongshan Muntjac
species Muntiacus malabaricus Lydekker, 1915 - South Indian Muntjac
species Muntiacus montanus H. C. Robinson & Kloss, 1918 - Sumatran Muntjac
species Muntiacus muntjak (E. A. W. von Zimmermann, 1780) - Southern Red Muntjac
species Muntiacus puhoatensis Le Trong Trai in Binh Chau, 1997 - Pù Hoat Muntjac
species Muntiacus putaoensis Amato, Egan & Rabinowitz, 1999 - Leaf Muntjac
species Muntiacus reevesi (W. Ogilby, 1839) - Reeve's Muntjac
species Muntiacus rooseveltorum Osgood, 1932 - Roosevelt's Muntjac
species Muntiacus truongsonensis (Nguyễn Quý Hoài, 1997) - Annamite Muntjac
species Muntiacus vaginalis (Boddaert, 1785) - Northern Red Muntjac
species Muntiacus vuquangensis (Đỗ Tước, Vũ Văn Dũng, S. Dawson, Arctander & J. MacKinnon, 1994) - Giant Muntjac
Paleo Spesies:
species Muntiacus bohlini Teilhard de Chardin, 1940 †
species Muntiacus fenghoensis Chow, 1956 †
species Muntiacus hengduanshanensis Zong, Chen, Huang & Xu, 1996 †
species Muntiacus lacustris (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †
species Muntiacus leilaoensis Dong, Pan & Liu, 2004 † (Tertiary: Upper Miocene)
species Muntiacus nanus (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †
species Muntiacus noringenensis Dong, 2007 †
species Muntiacus pliocaenicus Korotkevitch, 1965 †
species Muntiacus polonicus Czyzewska, 1968 †
species Muntiacus szechuanensis Young & Liu, 1950 †
species Muntiacus zhaotongensis Dong, Ji, Jablonski, Su & Li, 2014 † (Tertiary: Upper Miocene)
Status Konservasi:
IUCN: LC (Least Concern) - Catatan: Sebagai bagian dari kompleks M. muntjak.
CITES: -
Morfologi : Panjang: 90 – 120 cm.
Tinggi: 45 – 55 cm.
Berat: 20 – 28 kg.
Fisiologi :
Kepala : Memiliki bentuk yang agak segitiga dengan moncong yang meruncing. Bagian dahi ditandai dengan pedikel (tulang pangkal tanduk) yang sangat panjang dan ditutupi bulu, serta adanya jalur tulang yang menonjol di sepanjang wajah.
Bentuk Tubuh : Bertubuh kompak, kekar, dan ramping dengan bagian belakang sedikit lebih tinggi daripada bagian depan, memberikan postur yang cenderung menunduk—adaptasi ideal untuk bergerak cepat di bawah vegetasi hutan yang rapat.
Tanduk : Hanya dimiliki oleh jantan; berukuran pendek (sekitar 10–15 cm) dan tumbuh di atas pedikel yang panjang. Tanduk ini biasanya hanya memiliki satu cabang kecil (tine) di dekat pangkalnya dan melengkung ke arah dalam di bagian ujung.
Taring : Jantan memiliki gigi taring atas yang memanjang dan tajam (seperti taring pada babi hutan atau kijang purba) yang menyembul keluar dari mulut. Taring ini berfungsi sebagai senjata utama saat bertarung memperebutkan wilayah atau pasangan, mengingat ukuran tanduk mereka yang terbatas.
Kaki : Ramping namun sangat kuat, dengan kuku yang kecil dan tajam untuk mobilitas tinggi di medan berbukit. Kaki belakang lebih panjang dari kaki depan, memberikan daya dorong yang kuat saat melompat.
Warna: Warna bulu cenderung cokelat kemerahan cerah hingga gelap. Memiliki garis hitam yang memanjang dari pedikel (pangkal tanduk) ke bawah wajah. Jantan memiliki tanduk pendek bercabang dua dan taring atas yang terlihat.
Kelenjar: Memiliki kelenjar aroma preorbital yang besar. Secara genetik memiliki jumlah kromosom yang sangat sedikit (jantan 2n=7, betina 2n=6), salah satu yang terendah di antara mamalia.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal/Diurnal (Terutama aktif pada fajar dan senja/Crepuscular).
Diet (Makanan) : Herbivora; memakan rumput, tunas, dedaunan, buah-buahan hutan, dan terkadang telur burung atau serangga kecil (Omnivora oportunistik).
Reproduksi : Musim Reproduksi : Sepanjang tahun.
Jumlah anak/Telur : 1 ekor.
(Longevity) Masa Hidup : Alam liar : 10 – 12 tahun.
Penangkaran : 15 – 18 tahun.
Notes : Spesies ini dipisahkan dari M. muntjak berdasarkan perbedaan morfologi tengkorak dan analisis molekuler. Nama spesifik "malabaricus" merujuk pada Pantai Malabar di India bagian selatan, yang merupakan wilayah sebaran utamanya. Meskipun sebelumnya sering dianggap sebagai subspesies, penelitian taksonomi terbaru oleh Groves & Grubb (2011) telah mengangkat statusnya menjadi spesies penuh (Species Status).
Secara ekologis, satwa ini hidup secara soliter dan sangat teritorial, di mana individu jantan akan menandai wilayahnya secara agresif menggunakan kelenjar preorbital. Salah satu ciri khas perilakunya adalah kemampuan mengeluarkan suara menyalak yang keras dan repetitif menyerupai gonggongan anjing saat merasa terancam atau mendeteksi predator, sehingga secara internasional dikenal dengan julukan Barking Deer. Selain itu, spesies ini merupakan subjek studi evolusi yang penting karena struktur genomnya yang unik, menjadikannya model kunci dalam memahami evolusi kromosom pada mamalia.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Link Referensi : https://en.wikipedia.org/wiki/Malabar_red_muntjak
https://www.biolib.cz/en/taxon/id901191/
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=74659
https://www.mammaldiversity.org/taxon/1006332/
Penulis : Ali Maruf
Editor : Agung Widodo
Foto By : Charles J Sharp