Elephas maximus

Elephas maximus

Elephas maximus

Mamalia
Minggu, 11 Januari 2026
Dsn Mamalia
71 Views

05 / JANUARI / 2026 | PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Elephas maximus

Nama English :Asian Elphant

Nama Lokal :Gajah asia,Gajah sumatra.


 

Penemu : Carl Linnaeus 1758


 

Sinonim :

-Asiatic Elephant

-Indian Elphant


 

Biogeografi :Asia Selatan,Asia Tenggara.


 

Ekologi (Habitat) : Habitat Terbuka, Padang Rumput, Moor, Alang-Alang, Savana, Ladang Semak. 


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom:Animalia

Filum:Chordata

Kelas:Mammalia

Ordo:Proboscidea

Genus:Elephas

Spesies:Elephas maximus


 

Included & Paleo species :

-Elephas maximus Linnaeus, 1758 - Asian Elephant


 

Fossil taxa :

-Elephas beyeri von Koenigwald, 1956 †

-Elephas celebensis - Sulawesi Dwarf Elephant †

Tertiary: Piacenzian – Quaternary: Lower Pleistocene

-Elephas iolensis †

-Elephas planifrons †

-Elephas platycephalus †"

-Elephas maximus asurus Deraniyagala, 1950 - Syrian Elephant †

-Elephas maximus rubridens Deraniyagala, 1950 - Chinese Elephant †"


 

Subspesies :

-Elephas maximus borneensis Deraniyagala, 1950 - Borneo Elephant

-Elephas maximus indicus Cuvier, 1797 - Indian Elephant

-Elephas maximus maximus Linnaeus, 1758 - Sri Lankan Elephant

-Elephas maximus sumatranus Temminck, 1847 - Sumatran Elephant



 

Status Konservasi: 

IUCN : EN (Terancam) 

CITES : Appendix I (Dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional komersial) : 


 

Morfologi

Tinggi:2,7-3 Meter

Berat :3.000-5.000 Kg

Panjang : 


 

Fisiologi : 

Kepala :​Memiliki dua tonjolan kubah di bagian puncak kepala (tengkorak) yang khas. Telinga: Memiliki telinga yang lebih kecil dibanding gajah afrika.

Telinga: Memiliki telingga yang lebih kecil dibanding gajah afrika.

Punggung : Punggung yang cembung.

Belalai : memiliki satu bibir (tonjolan jari) di ujungnya yang berfungsi sebagai organ peraba dan penjepit objek kecil.

Kaki & kuku :  depan memiliki 5 kuku, sedangkan kaki belakang memiliki 4 kuku. 

Ekor:​Ujung ekor dilengkapi dengan rambut kaku yang kasar untuk membantu mengusir serangga.



 

Ekologi (Tingkah Laku) :Aktif sepanjang siang dan malam,


 

Diet (Makanan) : Rumput,kulit kayu,akar,daun,dan buah buahhan.


 

Reproduksi : Vivipar

Musim Reproduksi :Sepanjang tahun

Jumlah anak/Telur :1 Ekor


 

(Longevity) Masa Hidup : 

Alam liar :60-70 Tahun

Penangkaran :70-80 Tahun


 

Notes : Gajah asia memiliki struktur sosial yang sangat erat. Kelompok dipimpin oleh seekor betina tua yang paling ppberpengalaman (matriark), sementara gajah jantan dewasa cenderung hidup soliter atau membentuk kelompok perjaka kecil setelah mencapai kematangan seksual. ​Struktur belalai gajah asia merupakan organ luar biasa yang terbentuk dari gabungan bibir atas dan hidung, yang memiliki lebih dari 100.000 otot terpisah tanpa tulang, menjadikannya sangat kuat sekaligus fleksibel untuk mengambil makanan sekecil biji-bijian. ​Gajah berkomunikasi menggunakan suara infrasonik berfrekuensi rendah (di bawah 20 Hz) yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia. Suara ini dapat merambat sejauh beberapa kilometer melalui tanah dan ditangkap oleh telapak kaki gajah lain. ​Gajah asia dikenal sebagai "insinyur ekosistem" karena aktivitas makannya membantu membuka jalur di hutan lebat, menyebarkan benih tanaman melalui kotorannya, dan kaki mereka yang besar dapat menciptakan kubangan air yang berguna bagi satwa-satwa kecil lainnya.


 

Sumber Pustaka :

 GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.

GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.

GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-WWP-KDA (1988) Widya Wiyata Kehidupan dalam Air

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.

GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.

​​GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.

GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 40.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.

MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).

MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).

MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).

GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air


 

Referensi : 

-https://www.biolib.cz/en/taxon/id32488/#:~:text=subspecies%20Elephas%20maximus,Chinese%20Elephant%2

-https://www.biolib.cz/en/taxon/id618152/#:~:text=species%20Elephas%20maximus,Elephas%20platycephalus%2

-Gajah asia https://share.google/tCFM0kXvWCaKgqHOr

-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=43697

-https://www.inaturalist.org/observations/333591244


 

Penulis : Dila

Editor : Agung Monche

Foto By : Database PARAMIDSN (Secret Zoo BATU Indonesia)