1/MARET/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah: Phoenicopterus roseus
Nama English: Greater Flamingo
Nama Lokal: Flaminggo Besar
Penemu: Pallas, 1811
Sinonim:
- Phoenicopterus antiquorum
- Phoenicopterus ruber roseus
Biogeografi: Afrika, Asia Selatan (pesisir India dan Pakistan), dan Eropa Selatan (Prancis, Spanyol, Italia)
Ekologi (Habitat): - Laguna air asin, danau garam dangkal, muara sungai (estuari).
Menyukai perairan alkalin yang kaya akan makanan.
Taksonomi & Klasifikasi:
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Phoenicopteriformes
Family: Phoenicopteridae
Genus: Phoenicopterus
Species: Phoenicopterus roseus
Similar species/ species Fosil:
- Phoenicopterus ruber (Linnaeus, 1758) - American Flamingo
- Phoenicopterus chilensis (Molina, 1782) - Chilean Flamingo
- Phoenicoparrus minor (Geoffroy Saint-Hilaire, 1798) - Lesser Flamingo
Fossil taxa:
- Phoenicopterus novaehollandiae † (Miller, 1963) - Fosil dari Australia (Oligosen/Miosen).
- Palaelodus spp. † - Kerabat purba flaminggo dengan kaki lebih pendek.
Subspesies: - (Saat ini dianggap monotipe setelah dipisahkan dari P. ruber).
Subspesies: (-)
Status Konservasi: LC (Least Concern / Risiko Rendah)
Morfologi:
- Tinggi: 110 – 150 cm (Spesies flaminggo tertinggi).
- Berat: 2 – 4 kg.
- Rentang Sayap: 140 – 170 cm.
Fisiologi:
Warna Bulu: Putih keabu-abuan dengan rona merah jambu. Warna pink berasal dari pigmen karotenoid dalam makanan mereka (udang dan alga).
Paruh: Memiliki struktur lamela (seperti sisir) yang berfungsi sebagai penyaring makanan dari lumpur.
Kaki: Sangat panjang dengan selaput di antara jari kaki untuk berjalan di atas lumpur tanpa tenggelam.
Ekologi (Tingkah Laku): Diurnal.
Diet (Makanan): udang kecil, moluska, larva serangga, dan alga biru-hijau.
Reproduksi: Ovipar
- Musim Reproduksi: (Tergantung Curah hujan)
- Jumlah Telur: 1 butir
(Chronialogi) Masa Hidup:
- Alam liar: 20 – 30 Tahun.
- Penangkaran: B 50 – 60 Tahun (rekor tertua mencapai 83 tahun).
Notes: Flaminggo adalah penerbang yang sangat kuat dan sering bermigrasi pada malam hari untuk menghindari predator. Mereka menghasilkan "susu tembolok" (crop milk) untuk memberi makan anaknya, mirip dengan merpati. Spesies ini sangat bergantung pada kestabilan lahan basah; polusi air dapat mengganggu sumber makanan utama mereka secara drastis. Hidup dalam koloni besar (sosial) yang bisa mencapai ribuan ekor. Sering terlihat berdiri dengan satu kaki untuk menghemat energi dan menjaga panas tubuh.
Sumber Pustaka:
-National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi:
https://www.biolib.cz/en/taxon/id127351/
https://en.wikipedia.org/wiki/Greater_flamingo
https://www.inaturalist.org/photos/153881987
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=73222
Penulis: Agung
Editor: Ali Maruf
Foto By: Inaturalist |Agustín Povedano