1/MARET/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Paradisaea guilielmi
Nama English : Emperor Bird-of-paradise
Nama Lokal : Cendrawasih Kaisar
Penemu : Cabanis, 1888
Sinonim :
Biogeografi : Papua Nugini. Semenanjung Huon (Papua Nugini Timur Laut).
Ekologi (Habitat) :
Hutan hujan pegunungan (Hutan Tropis)
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Paradisaeidae
Genus: Paradisaea
Species: Paradisaea guilielmi
Similar species/ species Fosil : 7
species Paradisaea apoda Linnaeus, 1758 - Greater Bird-of-paradise
-species Paradisaea decora Salvin & Godman, 1883 - Goldie's Bird-of-paradise
-species Paradisaea guilielmi Cabanis, 1888 - Emperor Bird-of-paradise
-species Paradisaea minor Shaw, 1809 - Lesser Bird-of-paradise
-species Paradisaea raggiana P. L. Sclater, 1873 - Raggiana Bird-of-paradise
-species Paradisaea rubra Daudin, 1800 - Red Bird-of-paradise
-species Paradisaea rudolphi (Finsch & A. B. Meyer, 1885) - Blue Bird-of-paradise
Fosil Taxa: (-)
Subspesies : (-)
Status Konservasi :
IUCN : NT (Near Threatened/Hampir Terancam)
CITES: Apendix II
.
Morfologi :
Panjang: 33 cm (untuk jantan, tidak termasuk bulu ekor).
Berat: 250 - 280 gram.
Fisiologi :
Warna: Jantan memiliki wajah hijau zamrud tua, dada cokelat kemerahan, dan bagian punggung berwarna kuning. Ciri khas utamanya adalah bulu hiasan samping (flank) yang berwarna putih bersih dan panjang.
Sayap: Berwarna cokelat kekuningan.
Ekor: Memiliki dua bulu ekor panjang seperti kabel hitam yang melengkung.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal.
Diet (Makanan) : (buah-buahan, terutama buah ara) & serangga .
Reproduksi : Ovipar.
Musim Reproduksi : September - Desember.
Jumlah anak/Telur : 1-2 butir.
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar : 15 - 20 tahun.
Penangkaran : -
Notes : Dinamai oleh Jean Cabanis untuk menghormati Kaisar Wilhelm II dari Jerman (Wilhelm = Guilielmi). Spesies ini merupakan satu-satunya anggota genus Paradisaea yang jantannya melakukan tarian dengan posisi terbalik secara konsisten. Terdaftar dalam Lampiran II CITES. Catatan: Spesies ini memiliki jangkauan yang terbatas dan terancam oleh hilangnya habitat akibat pembukaan lahan). Burung ini punya gaya menari yang sangat unik dibanding saudara-saudaranya karena suka bergelantungan terbalik. Jantan melakukan tarian yang sangat unik di mana mereka sering kali bergelantungan terbalik di dahan pohon untuk memamerkan bulu putihnya yang mengembang.
Sumber Pustaka :
AVES (Burung)
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
GEN-EBDH-3 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 3.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 188-190.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 45-50.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
AVS-ESS-4 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4 Burung.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
AVS-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Burung (Edisi Cetak 1979-1987).
AVS-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung (Edisi Cetak 1989).
AVS-EHBR-A (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id30284/
https://en.wikipedia.org/wiki/Emperor_bird-of-paradise
https://ebird.org/species/embopa1
https://www.inaturalist.org/search?q=Paradisaea%20guilielmi
https://birdsoftheworld.org/bow/species/ebopar1/cur/introduction
Penulis : Suaizam
Editor : Ali ma'ruf
Foto By : Jacques Erard
9 Aug 2019, Satop to Kabwum Rd (Huon Birding Camp area), Morobe, Papua New Guinea