12/Februari/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Paradisaea rubra
Nama English : Red Bird-of-paradise
Nama Lokal : Cendrawasih Merah
Penemu : Daudin, 1800
Sinonim : (-)
Biogeografi : ( Indonesia). Papua Barat, khususnya Kepulauan Raja Ampat (Pulau Waigeo, Batanta, dan Gemien).
Ekologi (Habitat) :
Hutan hujan tropis dataran rendah dan hutan bukit.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Paradisaeidae
Genus: Paradisaea
Species: Paradisaea rubra
Included & Paleo Spesies: 7
species Paradisaea apoda Linnaeus, 1758 - Greater Bird-of-paradise
-species Paradisaea decora Salvin & Godman, 1883 - Goldie's Bird-of-paradise
-species Paradisaea guilielmi Cabanis, 1888 - Emperor Bird-of-paradise
-species Paradisaea minor Shaw, 1809 - Lesser Bird-of-paradise
-species Paradisaea raggiana P. L. Sclater, 1873 - Raggiana Bird-of-paradise
-species Paradisaea rubra Daudin, 1800 - Red Bird-of-paradise
-species Paradisaea rudolphi (Finsch & A. B. Meyer, 1885) - Blue Bird-of-paradise
Paleo Spesies: (-)
Subspesies : (-)
Status Konservasi :
IUCN : NT (Near Threatened/Hampir Terancam)
CITES : Apendix II
Morfologi :
Panjang: Sekitar 33 cm (jantan, mencapai 72 cm jika termasuk bulu ekor hiasan).
Berat: 160 sampai 220 gram.
Fisiologi :
Warna: Jantan memiliki wajah hijau zamrud gelap dengan bagian depan mata berwarna hitam keunguan. Bulu punggung kuning keemasan dan dada merah tua. Ciri paling khas adalah dua bulu ekor hitam panjang menyerupai pita plastik yang melingkar atau spiral di ujungnya. Bulu hiasan samping (flank) berwarna merah cerah dengan ujung putih.
Betina: Berwarna cokelat polos dengan kepala cokelat tua dan tanpa bulu hiasan panjang.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal.
Diet (Makanan) : Frugivora (buah-buahan) dan terkadang memakan artropoda (serangga besar dan laba-laba).
Reproduksi : Ovipar.
Musim Reproduksi : Diperkirakan puncaknya pada bulan September hingga November.
Jumlah anak/Telur : 1-2 butir.
(Longevity) Masa Hidup :
Alam liar : 15 - 20 tahun.
Penangkaran : Hingga 25 tahun.
Notes : Spesies ini adalah "permata" dari Raja Ampat. Merupakan salah satu jenis cendrawasih pertama yang dikenal dunia barat. Bulu ekornya yang berbentuk pita spiral adalah salah satu yang paling unik di antara semua jenis cendrawasih. Spesies ini dilindungi secara ketat oleh hukum Indonesia. Terdaftar dalam Lampiran II CITES. Sistem Perkawinan mereka (Lek). Jantan melakukan tarian pameran dengan mengepakkan sayap dan menggoyangkan bulu ekor spiralnya di dahan pohon yang tinggi. Mereka Sering ditemukan di kanopi pohon-pohon tinggi hingga ketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Meskipun masih sering dijumpai, jangkauan geografisnya yang terbatas di pulau-pulau kecil membuatnya rentan terhadap hilangnya habitat dan perburuan).
Sumber Pustaka :
EN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
GEN-EBDH-3 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 3.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 188-190.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 45-50.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
AVS-ESS-4 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4 Burung.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
AVS-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Burung (Edisi Cetak 1979-1987).
AVS-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung (Edisi Cetak 1989).
AVS-EHBR-A (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
https://www.iucnredlist.org/species/22706257/118478439
https://en.wikipedia.org/wiki/Red_bird-of-paradise
https://ebird.org/species/rebopa1
https://www.biolib.cz/en/taxonimages/id30287/?type=1
https://www.inaturalist.org/observations?page=3&taxon_id=8177
Penulis : suaizam
Editor : Ali ma'ruf
Foto By: Klaus Rudloff