08/Maret/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Paradisaea rudolphi rudolphi
Nama English : Southern Blue Bird-of-paradise
Nama Lokal : Cendrawasih Biru Selatan
Penemu : (Finsch & A. B. Meyer, 1885)
Sinonim : -
Biogeografi : Endemik Papua Nugini.
Ekologi (Habitat) : Hutan hujan pegunungan primer dan hutan sekunder tua.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Paradisaeidae
Genus: Paradisaea *
Species: Paradisaea rudolphi *
Subspecies: Paradisaea rudolphi rudolphi
Included & Paleo species : 7
- species Paradisaea apoda Linnaeus, 1758 - Greater Bird-of-paradise
-species Paradisaea decora Salvin & Godman, 1883 - Goldie's Bird-of-paradise
-species Paradisaea guilielmi Cabanis, 1888 - Emperor Bird-of-paradise
-species Paradisaea minor Shaw, 1809 - Lesser Bird-of-paradise
-species Paradisaea raggiana P. L. Sclater, 1873 - Raggiana Bird-of-paradise
-species Paradisaea rubra Daudin, 1800 - Red Bird-of-paradise
-species Paradisaea rudolphi (Finsch & A. B. Meyer, 1885) - Blue Bird-of-paradise
Subspesies :
- Paradisaea rudolphi rudolphi
-Paradisaea rudolphi margaritae
Status Konservasi : * IUCN : VU (Vulnerable/Rentan) - Secara spesies.
CITES : Appendix II
Morfologi : * Panjang: Sekitar 30 cm.
Fisiologi : *
Warna: Bagian atas biru kobalt dengan gradasi biru muda pada sayap. Bagian dada hingga perut transisi dari hitam ke merah marun gelap.
Ekor: Dua pasang bulu menyerupai kawat hitam panjang dengan ujung "spatule" biru kecil.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal dan Soliter. Sangat teritorial di area "display" (dahan tarian) miliknya sendiri.
Diet (Makanan) : Sangat menyukai buah pala hutan (Myristica) dan berbagai jenis buah drupa. Juga mengonsumsi serangga besar saat musim kawin untuk energi tambahan.
Reproduksi : Ovipar.
Musim Reproduksi : September - November
Jumlah Telur : 1 butir (Warna krem dengan bercak cokelat).
(Longevity) Masa Hidup : *
Alam liar : 10 - 15 tahun.
Penangkaran : 18 - 20 tahun.
Notes : Subspesies P. r. rudolphi adalah representasi utama dari kecantikan burung ini. Keunikan tarian terbaliknya dilakukan dengan menurunkan kecepatan detak jantung secara terkontrol saat bergelantungan untuk menjaga keseimbangan. Karena habitatnya di Pegunungan Owen Stanley yang mudah dijangkau oleh jalur pendakian sejarah, subspesies ini yang paling sering terdampak oleh aktivitas manusia dan perubahan iklim di ketinggian ekstrem.Jantan P. r. rudolphi cenderung memiliki semburat warna merah marun yang lebih intens pada bagian perut bawah dibandingkan subspesies lainnya. Lingkaran mata putihnya sangat tegas dan bersih. Mereka dapat di temukan di Ketinggian antara 1.400 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut (memiliki zona ketinggian yang lebih spesifik dan terbatas dibandingkan subspesies margaritae). Subspesies ini mendiami wilayah tenggara dari Pegunungan Tengah (Central Highlands) hingga ke Pegunungan Owen Stanley di tenggara Papua Nugini.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
GEN-EBDH-3 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 3.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 188-190.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 45-50.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
AVS-ESS-4 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4 Burung.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
AVS-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Burung (Edisi Cetak 1979-1987).
AVS-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung (Edisi Cetak 1989).
AVS-EHBR-A (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi:
https://doi.org/10.1650/CONDOR-17-226.1
https://www.biolib.cz/en/taxon/id1011319/
https://www.inaturalist.org/search?q=Paradisaea%20rud
https://en.wikipedia.org/wiki/Blue_bird-of-paradise
Penulis : Suizam
Editor : Ali Ma'ruf
Foto By : John P. Dumbacher | The Condor: Ornithological Applications , Volume 120, Edisi 1, 1 Februari 2018, Halaman 245–246,