1/MARET/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah: Phoenicopterus chilensis
Nama English: Chilean Flamingo
Nama Lokal: Flaminggo Chili
Penemu: Molina, 1782
Sinonim:
- Phoenicopterus ruber chilensis - Phoenicopterus ignipalliatus
Biogeografi: Amerika Selatan: Bolivia, Brazil, Chile, Ecuador, Paraguay, Peru, Uruguay
Ekologi (Habitat):
- Danau garam dangkal, laguna pesisir, dan muara sungai.
Taksonomi & Klasifikasi:
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Phoenicopteriformes
Family: Phoenicopteridae
Genus: Phoenicopterus
Species: Phoenicopterus chilensis
Similar species/ species Fosil: -
* Phoenicopterus ruber (Linnaeus, 1758) - American Flamingo
- Phoenicopterus chilensis (Molina, 1782) - Chilean Flamingo
- Phoenicoparrus minor (Geoffroy Saint-Hilaire, 1798) - Lesser Flamingo
Fossil taxa:
- Phoenicopterus novaehollandiae † (Miller, 1963) - Fosil dari Australia (Oligosen/Miosen).
- Palaelodus spp. † - Kerabat purba flaminggo dengan kaki lebih pendek.
Subspesies: - (Saat ini dianggap monotipe setelah dipisahkan dari P. ruber).
Subspesies: - ()
Status Konservasi:
IUCN : NT (Near Threatened / Hampir Terancam)
CITES : Appendix II
Morfologi:
- Tinggi: 110 – 130 cm.
Berat: 2,5 – 3,5 kg
Fisiologi: -
Warna Bulu: Lebih merah jambu dibandingkan Greater Flamingo, namun tidak sepekat American Flamingo.
* Paruh: Setengah bagian paruhnya berwarna hitam pekat (lebih luas area hitamnya dibanding flaminggo besar).
* Adaptasi Dingin: Memiliki kemampuan untuk mentoleransi air danau yang membeku di malam hari di dataran tinggi Andes.
Ekologi (Tingkah Laku): Diurnal
Diet (Makanan): Filter feeder; memakan alga diatom, krustasea kecil (seperti Artemia), dan protozoa yang disaring dari lumpur dasar danau.
Reproduksi: Ovipar
* Musim Reproduksi: Musim semi (September - Januari).
Jumlah anak/telur: 1 butir telur
(Chronialogi) Masa Hidup:
- Alam liar: 20 – 30 Tahun.
- Penangkaran: Hingga 40 – 50 Tahun.
Notes: P. chilensis sangat bergantung pada keberadaan lahan basah yang stabil. Di habitat aslinya, mereka sering berbagi wilayah dengan spesies flaminggo Andes lainnya. Salah satu ancaman utama bagi mereka adalah perubahan iklim yang menyebabkan penguapan air yang berlebihan di danau-danau garam pegunungan. Populasi mengalami penurunan akibat gangguan manusia di situs bersarang, pengumpulan telur, dan pencemaran air akibat aktivitas pertambangan di wilayah Andes. Species ini Melakukan gerakan "tarian" kelompok yang terkoordinasi untuk menarik pasangan, termasuk gerakan memutar kepala dan membuka sayap secara serempak. Mereka Mampu beradaptasi di dataran tinggi (Andes) hingga ketinggian 4.500 mdpl yang memiliki suhu sangat dingin.
Sumber Pustaka:
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
-
Sumber Referensi: -
https://www.biolib.cz/en/taxon/id21134/
https://en.wikipedia.org/wiki/Chilean_flamingo
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=4258.
https://www.inaturalist.org/observations/338777414
Penulis: Agung
Editor: Ali Maruf
Foto By: Inaturalist | wasdadan