1/MARET/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Paradisaea apoda apoda
Nama English : Greater Bird-of-paradise (Nominate)
Nama Lokal : Cendrawasih Besar Kepulauan / Cendrawasih Besar Aru
Penemu : Linnaeus, 1758
Sinonim :
Paradisaea apoda apoda Linnaeus, 1758
Paradisaea apoda novaeguineae D'Albertis & Salvadori, 1879
Biogeografi : Papua Nugini dan Kepulauan Aru , Indonesia
Ekologi (Habitat) :
-Hutan iklim sedang, termasuk hutan kecil
- Hutan Pinus , termasuk hutan kecil
- Hutan Tropis & Hutan Hujan
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Passeriformes
Family: Paradisaeidae
Genus: Paradisaea
Species:Paradisaea apoda
Subspesies: Paradisaea apoda apoda
Included & Paleo Species: 7
- species Paradisaea apoda Linnaeus, 1758 - Greater Bird-of-paradise
-species Paradisaea decora Salvin & Godman, 1883 - Goldie's Bird-of-paradise
-species Paradisaea guilielmi Cabanis, 1888 - Emperor Bird-of-paradise
-species Paradisaea minor Shaw, 1809 - Lesser Bird-of-paradise
-species Paradisaea raggiana P. L. Sclater, 1873 - Raggiana Bird-of-paradise
-species Paradisaea rubra Daudin, 1800 - Red Bird-of-paradise
-species Paradisaea rudolphi (Finsch & A. B. Meyer, 1885) - Blue Bird-of-paradise
Paleo Spesies: (-)
Subspesies: Paradisaea apoda apoda
Status Konservasi:
IUCN : LC (Least Concern/Risiko rendah
CITES: Apendix II
Morfologi :
panjang 35 cm jantan
Berat: 310 sampai 340 gram
Fisiologi :
Warna:berwarna kuning keemasan yang panjang dan menjuntai dari area belakang tubuh jantan.Betina memiliki penampilan yang lebih kalem, umumnya berwarna cokelat
Sayap:Sayapnya relatif kecil dibandingkan dengan panjang keseluruhan tubuhnya yang mencakup bulu ekor.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal
Diet (Makanan) : buah-buahan (frugivora), termasuk buah ara dan buah beri, serta serangga dan artropoda kecil
Reproduksi : ovipar
Musim Reproduksi :maret-mei
Jumlah anak/Telur :2-3
(Longevity) Masa Hidup :
Alam liar :30tahun
Penangkaran :
Notes : Burung cendrawasih besar merupakan spesies umum di seluruh wilayah asalnya, dan dinilai sebagai spesies yang Kurang Terancam Punah dalam Daftar Merah Spesies Terancam IUCN. Spesies ini terdaftar dalam Lampiran II CITES.Nama "apoda" berasal dari bahasa Yunani yang berarti "tanpa kaki". Hal ini disebabkan karena spesimen pertama yang sampai ke Eropa pada abad ke-16 telah dipotong kakinya oleh pemburu lokal untuk hiasan, sehingga orang Eropa saat itu mengira burung ini selalu terbang di surga tanpa pernah mendarat. Subspesies P. a. apoda dari Kepulauan Aru adalah populasi yang paling sering diburu untuk perdagangan bulu pada abad ke-19. Paradisaea apoda apoda (Cendrawasih Besar Kepulauan), yang merupakan jenis terbesar dan paling ikonik dalam genus Paradisaea
Sumber Pustaka : -
AVES (Burung)
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
GEN-EBDH-3 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 3.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 188-190.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 45-50.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
AVS-ESS-4 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4 Burung.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
AVS-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Burung (Edisi Cetak 1979-1987).
AVS-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung (Edisi Cetak 1989).
AVS-EHBR-A (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
https://www.iucnredlist.org/species/22706245/94057437
https://en.wikipedia.org/wiki/Greater_bird-of-paradise
https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=916509
https://www.biolib.cz/en/taxon/id30282/
https://ebird.org/species/gbopar2
Penulis : Suaizam
Editor : Ali ma'ruf
Foto By : Oscar Campbell
License : CC-BY-NC