Nycticebus menagensis spp.menagensis

Nycticebus menagensis spp.menagensis

Nycticebus menagensis spp.menagensis

Mamalia
Senin, 23 Februari 2026
Dsn Mamalia
6 Views


 

​21/FEBRUARI/2026 | PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Nycticebus menagensis menagensis

Nama English : Northern Bornean Slow Loris / Philippine Slow Loris (Nominate Subspecies)

Nama Lokal : Kukang Kalimantan Timur, Pukan Sabah.


 

Penemu : Lydekker (1893)


 

Sinonim :

Lemur menagensis Lydekker, 1893

Nycticebus coucang menagensis (Lydekker, 1893)


 

Biogeografi :   Kalimantan Timur & Utara (Sabah, Sarawak, dan Kalimantan Timur) Kalimantan Utara Kepulauan Sulu bagian utara.


 

Ekologi (Habitat) : Hutan hujan tropis dataran rendah primer dan sekunder, serta hutan rawa. Sering ditemukan di vegetasi yang rapat untuk berlindung dari predator.


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia

Ordo: Primates

Famili: Lorisidae

Genus: Nycticebus

Spesies: Nycticebus menagensis

Subspesies: Nycticebus menagensis menagensis


 

Similar species/ species Fosil :

​Nycticebus bancanus Lyon, 1906 - Bangka Slow Loris

- Nycticebus bengalensis (de Lacépède, 1800) - Bengal Slow Loris

- Nycticebus borneanus Lyon, 1906 - Bornean Slow Loris

- Nycticebus coucang (Boddaert, 1785) - Greater Slow Loris

- Nycticebus hilleri Stone & Rehn, 1902 - Hiller's Slow Loris

- Nycticebus javanicus É. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812 - Javan Slow Loris

- Nycticebus kayan Munds, Nekaris & S. M. Ford, 2013 - Kayan Slow Loris

- Nycticebus menagensis (Lydekker, 1893) - Philippine Slow Loris


 

Subspesies :

subspecies Nycticebus menagensis menagensis (Lydekker, 1893)

subspecies Nycticebus menagensis natunae Stone & Rehn, 1902

subspecies Nycticebus menagensis philippinus Trouessart, 1893


 

Status Konservasi: VU (Vulnerable/Rentan)


 

Morfologi :

Panjang Tubuh : 26 - 30 cm.

Berat : 265 - 325 gram.


 

Fisiologi :

Kepala : Corak wajah sedang (tidak sepucat philippinus namun tidak segelap kayan). Lingkaran mata biasanya berbentuk oval dan seringkali tidak terhubung dengan jalur dorsal di dahi.

Warna : Rambut tubuh berwarna cokelat kekuningan hingga keemasan pucat. Bagian ventral (perut) berwarna putih krim atau abu-abu pucat.

Telinga : Berambut tipis dan terlihat cukup jelas di atas permukaan rambut kepala.

Gigi : Memiliki procumbent incisors (gigi sisir) yang kuat untuk menusuk kulit pohon guna mendapatkan getah.


 

Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal. Memiliki gerakan yang sangat terukur (slow climber) dan menggunakan indra penciuman yang tajam untuk mencari makan di kegelapan.


 

Diet (Makanan) : Utamanya getah pohon (gum), serangga besar, nektar, dan terkadang reptil kecil atau telur burung.


 

Reproduksi : Vivipar

Musim Reproduksi : Sepanjang tahun.

Jumlah anak/Telur : 1 Anak


 

(Chronialogi) Masa Hidup :

Alam liar : 15–20 tahun.

Penangkaran : 20–25 tahun.


 

Notes : Sebagai subspesies nominal, Nycticebus menagensis menagensis menjadi standar perbandingan morfologi bagi subspesies lainnya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa populasi di Kalimantan Timur memiliki sedikit variasi genetik dibandingkan populasi di Sabah, namun keduanya masih diklasifikasikan dalam satu takson yang sama.


 

Sumber Pustaka :

​Lydekker, R. (1893). "On Mammals from the Philippine Islands".

​National Geographic FAUNAPEDIA.

​Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN.

​Munds, R. A. (2013). "Taxonomy of the Bornean Slow Loris".

​IUCN Red List of Threatened Species.


 

Referensi :

​https://www.biolib.cz/en/taxon/id611009/

https://www.inaturalist.org/photos/52647334​https://www.inaturalist.org/taxa/607589-Nycticebus-menagensis-menagensis

​https://alltheworldsprimates.org/


 

Penulis : Ali Maruf 

Editor : Adi mikayasa 

Foto By : Inaturalist | pfaucher