10|MARET/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Muntiacus atherodes.
Nama English : Bornean Yellow Muntjac.
Nama Lokal : Kijang Kuning Kalimantan.
Penemu : Groves & Grubb, 1982
Sinonim : Megamuntiacus Do Tuoc, Vu Van Dung, Dawson, Arctander & Mackinnon, 1994
Biogeografi : (Indonesia) Borneo
Ekologi (Habitat) :
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum:Chordata
Class: Mammalia
Order: Artiodactyla
Family: Cervidae
Tribe: Muntiacini
Genus: Muntiacus
Spesies: Muntiacus atherodes
Included & Paleo species :
-species Muntiacus atherodes Groves & Grubb, 1982 - Bornean Yellow Muntjac
-species Muntiacus crinifrons (P. L. Sclater, 1885) - Hairy-fronted Muntjac
-species Muntiacus feae (O. Thomas & Doria, 1889) - Fea's Muntjac
-species Muntiacus gongshanensis Ma Shilai in Ma Shilai, Wang Yingxiang & Shi Liming, 1990 - Gongshan Muntjac
- species Muntiacus malabaricus Lydekker, 1915 - South Indian Muntjac
-species Muntiacus montanus H. C. Robinson & Kloss, 1918 - Sumatran Muntjac
- species Muntiacus muntjak (E. A. W. von Zimmermann, 1780) - Southern Red Muntjac
-species Muntiacus puhoatensis Le Trong Trai in Binh Chau, 1997 - Pù Hoat Muntjac
- species Muntiacus putaoensis Amato, Egan & Rabinowitz, 1999 - Leaf Muntjac
- species Muntiacus reevesi (W. Ogilby, 1839) - Reeve's Muntjac
- species Muntiacus rooseveltorum Osgood, 1932 - Roosevelt's Muntjac
-species Muntiacus truongsonensis (Nguyễn Quý Hoài, 1997) - Annamite Muntjac
-species Muntiacus vaginalis (Boddaert, 1785) - Northern Red Muntjac
-species Muntiacus vuquangensis (Đỗ Tước, Vũ Văn Dũng, S. Dawson, Arctander & J. MacKinnon, 1994) - Giant Muntjac
Paleo Spesies:
-species Muntiacus bohlini Teilhard de Chardin, 1940 †
- species Muntiacus fenghoensis Chow, 1956 †
- species Muntiacus hengduanshanensis Zong, Chen, Huang & Xu, 1996 †
-species Muntiacus lacustris (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †
- species Muntiacus leilaoensis Dong, Pan & Liu, 2004 †
Tertiary: Upper Miocene
-species Muntiacus nanus (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †
-species Muntiacus noringenensis Dong, 2007 †
- species Muntiacus pliocaenicus Korotkevitch, 1965 †
- species Muntiacus polonicus Czyzewska, 1968 †
- species Muntiacus szechuanensis Young & Liu, 1950 †
-species Muntiacus zhaotongensis Dong, Ji, Jablonski, Su & Li, 2014 †
Tertiary: Upper Miocene
Subspesies :-
Status Konservasi:
IUCN : NT (Near Threatened/Hampir terancam)
CITES: (-)
Morfologi :
Berat : 13,5 – 17,7 kg.
Tinggi Bahu : Sekitar 50 cm.
Fisiologi :
Warna : Bulu berwarna kuning kecokelatan terang (golden-yellow) di seluruh badan. Terdapat garis hitam yang jelas di sepanjang tulang belakang dari tengkuk hingga ke pangkal ekor.
Tanduk (Antlers) : Sangat pendek dan ringkas (tidak bercabang), biasanya hanya berukuran 2 hingga 4 cm. Ini adalah ciri utama yang membezakannya daripada Kijang Merah yang mempunyai tanduk lebih panjang.
Taring : Jantan memiliki taring atas yang memanjang (canine teeth) yang digunakan untuk pertahanan.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal (aktif siang hari),
Diet (Makanan) : Herbivora. Mengandalkan dedaun muda, pucuk tumbuhan, buah-buahan yang gugur ke lantai hutan, dan kadangkala kulat.
Reproduksi : Vivipar (Melahirkan).
Masa Mengandung : Sekitar 7 bulan.
Jumlah Anak : 1 ekor.
(Longevity) Masa Hidup :
Alam Liar : 10 - 12 tahun.
Penangkaran : (-)
Notes :
Muntiacus atherodes sering kali dikelirukan dengan Muntiacus muntjak oleh penduduk tempatan kerana rupa yang hampir sama. Walau bagaimanapun, secara taksonomi ia baru dipisahkan sebagai spesies sendiri pada tahun 1982 oleh Groves dan Grubb. Perbezaan utama terletak pada saiz tanduk jantan yang jauh lebih kecil dan tidak luruh setiap tahun seperti kijang lain. Spesies ini lebih menyukai kawasan hutan yang tidak terganggu dan sangat sensitif terhadap perubahan habitat. Di Kalimantan, keberadaannya terancam akibat pembukaan hutan secara besar-besaran dan perburuan. spesies ini memerlukan ruang yang tenang dengan banyak perlindungan tumbuh-tumbuhan kerana sifatnya yang mudah mengalami stres tinggi terhadap kehadiran manusia. Mereka juga soliter, dan sangat pemalu. Sering dikesan melalui suara salakan khasnya apabila merasa terancam.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
GEN-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
MML-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Mamalia & Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id33542/
https://en.wikipedia.org/wiki/Bornean_yellow_muntjac
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=42190
https://animaldiversity.org/accounts/Muntiacus_atherodes/
Penulis : Ali Maruf
Editor : Adi Mikayasa
Foto By : BioLib| Klaus Rudloff berlin