10/MARET/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Muntiacus crinifrons
Nama English : Black Muntjac / Hairy-fronted Muntjac
Nama Lokal : Kijang Hitam / Kijang Berambut
Penemu : P. L. Sclater, 1885
Sinonim : - Cervulus crinifrons Sclater, 1885
Biogeografi : Endemik ( China) Tenggara (Anhui, Fujian, Jiangxi, dan Zhejiang).
Ekologi (Habitat) : Hutan pegunungan yang curam dengan vegetasi bawah yang sangat rapat dan hutan campuran daun lebar pada ketinggian 200 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Artiodactyla
Family: Cervidae
Tribe: Muntiacini
Genus: Muntiacus
Spesies: Muntiacus crinifrons
Included & Paleo species :
-species Muntiacus atherodes Groves & Grubb, 1982 - Bornean Yellow Muntjac
-species Muntiacus crinifrons (P. L. Sclater, 1885) - Hairy-fronted Muntjac
-species Muntiacus feae (O. Thomas & Doria, 1889) - Fea's Muntjac
-species Muntiacus gongshanensis Ma Shilai in Ma Shilai, Wang Yingxiang & Shi Liming, 1990 - Gongshan Muntjac
- species Muntiacus malabaricus Lydekker, 1915 - South Indian Muntjac
-species Muntiacus montanus H. C. Robinson & Kloss, 1918 - Sumatran Muntjac
- species Muntiacus muntjak (E. A. W. von Zimmermann, 1780) - Southern Red Muntjac
-species Muntiacus puhoatensis Le Trong Trai in Binh Chau, 1997 - Pù Hoat Muntjac
- species Muntiacus putaoensis Amato, Egan & Rabinowitz, 1999 - Leaf Muntjac
- species Muntiacus reevesi (W. Ogilby, 1839) - Reeve's Muntjac
- species Muntiacus rooseveltorum Osgood, 1932 - Roosevelt's Muntjac
-species Muntiacus truongsonensis (Nguyễn Quý Hoài, 1997) - Annamite Muntjac
-species Muntiacus vaginalis (Boddaert, 1785) - Northern Red Muntjac
-species Muntiacus vuquangensis (Đỗ Tước, Vũ Văn Dũng, S. Dawson, Arctander & J. MacKinnon, 1994) - Giant Muntjac
Paleo Spesies:
-species Muntiacus bohlini Teilhard de Chardin, 1940 †
- species Muntiacus fenghoensis Chow, 1956 †
- species Muntiacus hengduanshanensis Zong, Chen, Huang & Xu, 1996 †
-species Muntiacus lacustris (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †
- species Muntiacus leilaoensis Dong, Pan & Liu, 2004 †
Tertiary: Upper Miocene
-species Muntiacus nanus (Teilhard de Chardin & Trassaert, 1937) †
-species Muntiacus noringenensis Dong, 2007 †
- species Muntiacus pliocaenicus Korotkevitch, 1965 †
- species Muntiacus polonicus Czyzewska, 1968 †
- species Muntiacus szechuanensis Young & Liu, 1950 †
-species Muntiacus zhaotongensis Dong, Ji, Jablonski, Su & Li, 2014 †
Tertiary: Upper Miocene
Subspesies : -
Status Konservasi :
IUCN : VU (Vulnerable/Rentan)
CITES : Appendix I (Perdagangan internasional dilarang keras)
Morfologi :
Berat : 20 – 28,5 kg.
Tinggi Bahu : 47 – 52 cm.
Panjang Tubuh : 98 – 113 cm.
Fisiologi :
Warna : Bulu tubuh berwarna cokelat sangat gelap hingga hampir hitam (kehitaman). Bagian bawah ekor berwarna putih cerah yang sangat kontras saat diangkat.
Ciri Khas : Memiliki jambul rambut panjang berwarna jingga kecokelatan (tuft of hair) di bagian dahi yang menutupi pangkal tanduk pendeknya.
Tanduk : Jantan memiliki tanduk yang sangat pendek dan biasanya tidak bercabang, tertutup sebagian oleh rambut dahi.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal dan krepuskular (aktif pada fajar dan senja). Sangat soliter dan sangat waspada terhadap gangguan.
Diet (Makanan) : Herbivora. Mengonsumsi daun, pucuk, buah-buahan hutan, dan rerumputan.
Reproduksi : Vivipar.
Masa Reproduksi :
Jumlah Anak : 1 ekor.
Masa Hidup (Longevity) :
Alam Liar : 10 - 12 tahun.
Penangkaran : Sekitar 15 tahun (data terbatas).
Notes :
Muntiacus crinifrons adalah spesies kijang yang paling sedikit dipelajari karena habitatnya yang sulit dijangkau dan sifatnya yang sangat pemalu. Keunikan utamanya terletak pada jambul rambut di dahi yang memberinya nama Hairy-fronted. Warna tubuhnya yang gelap merupakan adaptasi kamuflase di hutan pegunungan yang lembap dan minim cahaya. Ancaman utama populasi ini adalah fragmentasi habitat akibat aktivitas manusia dan perburuan liar untuk diambil kulit serta dagingnya. Di China, spesies ini masuk dalam kategori perlindungan Kelas I. spesies ini memerlukan zonasi perlindungan yang sangat ketat karena mereka tidak dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan yang terfragmentasi oleh pemukiman. Muntiacus crinifrons atau Kijang Berambut merupakan salah satu spesies kijang yang paling langka dan memiliki penampilan yang sangat distingtif karena jambul di kepalanya.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
GEN-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
MML-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Mamalia & Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
Referensi :
https://www.iucnredlist.org/species/13919/22159931
https://www.biolib.cz/en/taxon/id33544/
https://www.mammaldiversity.org/taxon/1006328/
Penulis : Ali Maruf
Editor : Adi Mikayasa
Foto By : BioLib | Ronny Graf