21/FEBRUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Nycticebus coucang coucang
Nama English : Western Slow Loris, Greater Slow Loris
Nama Lokal : Kukang Sunda, Malu-malu
Penemu : (Boddaert, 1785)
Sinonim : Tardigradus coucang Boddaert, 1785
Biogeografi : Semenanjung Malaya (Malaysia Barat), Thailand bagian selatan, dan wilayah Sumatera (Indonesia).
Ekologi (Habitat) : - Hutan hujan tropis dataran rendah dan pegunungan.
Hutan sekunder dan perkebunan (seperti kebun karet atau cokelat).
Hutan bambu dan belukar rawa.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Primates
Suborder: Strepsirrhini
Family: Lorisidae
Genus: Nycticebus
Species: Nycticebus coucang
Subspecies: Nycticebus coucang coucang
Similar species/ species Fosil :
Nycticebus bancanus Lyon, 1906 - Bangka Slow Loris
- Nycticebus bengalensis (de Lacépède, 1800) - Bengal Slow Loris
- Nycticebus borneanus Lyon, 1906 - Bornean Slow Loris
- Nycticebus coucang (Boddaert, 1785) - Greater Slow Loris
- Nycticebus hilleri Stone & Rehn, 1902 - Hiller's Slow Loris
- Nycticebus javanicus É. Geoffroy Saint-Hilaire, 1812 - Javan Slow Loris
- Nycticebus kayan Munds, Nekaris & S. M. Ford, 2013 - Kayan Slow Loris
- Nycticebus menagensis (Lydekker, 1893) - Philippine Slow Loris
-
Subspesies :
- Nycticebus coucang coucang (Boddaert, 1785)
- Nycticebus coucang insularis Robinson, 1917
-
Status Konservasi: Endangered (Genting) - IUCN Red List.
Morfologi : Panjang Tubuh : 27 - 38 cm
Berat : 600 - 900 gram (Hingga 1,2 kg pada kondisi tertentu)
Fisiologi :
Kepala : Bulat dengan mata yang sangat besar dan menghadap ke depan (binokular), memiliki lapisan Tapetum lucidum untuk melihat di kegelapan.
Gigi : Memiliki "sisir gigi" (toothcomb) pada rahang bawah untuk merapikan rambut (grooming) dan mengambil getah pohon.
Kelenjar Beracun : Memiliki kelenjar brakial di siku yang menghasilkan minyak. Jika dicampur dengan air liur, minyak ini menjadi racun yang dapat menyebabkan syok anafilaksis pada predator atau manusia.
Warna : Rambut cokelat kemerahan hingga abu-abu pucat. Memiliki garis cokelat gelap yang khas di sepanjang punggung hingga ke ubun-ubun.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal (Aktif malam) dan Arboreal (Hidup di pohon). Bergerak sangat lambat namun mampu melakukan serangan cepat saat menangkap mangsa.
Diet (Makanan) : Omnivora; terutama memakan eksudat tanaman (getah pohon/gum), nektar, buah-buahan, serangga, telur burung, hingga mamalia kecil.
Reproduksi : Vivipar
Masa Kehamilan : ± 190 Hari
Jumlah anak : Biasanya 1 ekor (jarang 2 ekor). Anak akan menempel pada induknya selama beberapa bulan.
Masa Hidup : Alam liar : 15 - 20 Tahun
Penangkaran : Hingga 25 Tahun
Notes : Kukang Sunda (Nycticebus coucang) adalah salah satu dari sedikit mamalia yang memiliki gigitan berbisa. Mereka memiliki metabolisme yang sangat lambat dibandingkan mamalia seukurannya. Uniknya, mereka sering tidur dengan cara meringkuk seperti bola di dahan pohon yang tinggi.
Sumber Pustaka :
National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.
- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93
- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila).
Referensi : https://en.wikipedia.org/wiki/Sunda_slow_loris
https://pin.primate.wisc.edu/factsheets/entry/slow_loris
https://www.iucnredlist.org/species/39759/17971030
Penulis : Ali Maruf
Editor : Adi Mikayasa
Foto by : sans_ismail101