Leucopsar rothschildi

Leucopsar rothschildi

Leucopsar rothschildi

Aves (Burung)
Kamis, 22 Mei 2025
Ali Maruf
75 Views

22/MEI/2025 | PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah: Leucopsar rothschildi

Nama English: Bali Myna / Bali Starling / Rothschild's Myna

Nama Lokal: Jalak Bali / Curik Bali

 

Penemu: Stresemann, 1912

 

Sinonim:

​(-)

Biogeografi: Pulau Bali, Indonesia.

 

Ekologi (Habitat):

​Hutan monsun kering, 

sabana terbuka,

hutan mangrove dangkal.

Taksonomi & Klasifikasi:

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Aves

Order: Passeriformes (Burung Pengicau)

Family: Sturnidae (Keluarga Jalak)

Genus: Leucopsar (Genus monotipe, hanya berisi 1 spesies ini).

Species: Leucopsar rothschildi

 

Included & Paleo species / : (-)

Fossil taxa: (-)

Subspesies: (-)

 

Status Konservasi:

IUCN: CR (Critically Endangered / Kritis)

CITES: Appendix I (
 

Morfologi (Ciri Fisik):

Panjang Tubuh: 21 – 25 cm

 

Fisiologi:

Kelopak Mata: Keunikan utamanya adalah kulit telanjang berwarna biru tua/langit di sekitar mata.

Suara: Kicauannya sangat khas, campuran antara siulan keras, cerecekan, dan suara tiruan yang melodius.

Ekologi (Tingkah Laku): Diurnal (Aktif di siang hari).

Warna Bulu: Hampir seluruh tubuh berwarna putih bersih (salju).

Sayap & Ekor: Ujung sayap dan ujung ekor berwarna hitam pekat.

Jambul: Terdapat jambul indah yang bisa ditegakkan, baik pada jantan maupun betina (namun jantan cenderung lebih panjang).

Paruh: Runcing, panjang 2–3 cm, berwarna kuning dengan pangkal kelabu-biru.

Kaki: Berwarna abu-abu kebiruan

 

Diet (Makanan): Omnivora.

​ Jangkrik, semut, larva serangga, buah-buahan kecil (seperti beringin), dan cacing.

 

Reproduksi: Ovipar (Bertelur).

Musim Reproduksi: Oktober – November).

Jumlah Telur: 2 – 3 butir dalam satu sarang.

(Longevity) Masa Hidup:

Alam liar: 5 – 7 Tahun 

Penangkaran: 15 – 20 Tahun 

 

Notes: Dinamai dari nama Baron Walter Rothschild, seorang pelahap ornitologi Inggris). Jalak Bali adalah burung yang sangat sosial dan sering terlihat berpasangan (monogami). Keindahan bulunya yang putih bersih dan kelopak mata birunya menjadikannya target utama perburuan liar, yang merupakan penyebab utama kepunahannya di alam liar pada tahun 2006 (hanya tersisa belasan ekor).​Kini, populasinya perlahan bangkit berkat program penangkaran di berbagai kebun binatang dunia dan taman nasional, yang kemudian dilepasliarkan kembali (reintroduksi) ke habitat aslinya di Taman Nasional Bali Barat. Proses ini sangat rumit karena burung hasil penangkaran harus "belajar" bertahan hidup di alam liar. Secara historis terbatas di bagian barat laut Pulau Bali, terutama di Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Mereka mempunyai Masa Inkubasi telur berkisar 14 – 16 hari, dilakukan bergantian oleh jantan dan betina. Mereka umumnya  Menyukai daerah terbuka dengan pohon-pohon besar untuk bersarang.Status mereka oleh pemerintah Indonesia termuat dalam Peraturan Nasional Dilindungi penuh oleh UU No. 5 Tahun 1990 dan P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2

 

​Sumber Pustaka:

GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.

GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

GEN-EBDH-3 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 3.

GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 188-190.

GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.

GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.

GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 45-50.

GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.

AVS-ESS-4 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4 Burung.

GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.

AVS-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Burung (Edisi Cetak 1979-1987).

AVS-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung (Edisi Cetak 1989).

AVS-EHBR-A (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).


Referensi:

https://www.biolib.cz/en/taxon/id27606/

 https://en.wikipedia.org/wiki/Bali_myna https://www.inaturalist.org/taxa/14856-Leucopsar-rothschildi

 

Penulis: Agung

Editor: Ali Maruf

Foto By: Database PARAMIDSN| Zoo Surabaya (Indonesia)

Lisensi: CC-BY-NC