Duttaphrynus melanostictus

Duttaphrynus melanostictus

Duttaphrynus melanostictus

Amfibi (Amfibi)
Minggu, 11 Januari 2026
Dsn Mamalia
128 Views

09/JANUARI/2026 | PARAMIDSN

 

Nama Ilmiah :Duttaphrynus melanostictus

Nama English :Asian Common Toad,Black-spined Toad,Common Sunda Toad.

Nama Lokal :Kodok Buluk,Katak Paru,Kodok Budug,Kodok Berut.

 

Penemu : Johan Gottlob Schneider 1799

 

Sinonim :

-Bufo melanostictus melanostictus Schneider, 1799

-Bufo melanosticta Schneider, 1799

-Bufo melanostictus Schneider, 1799

-Phrynoidis melanostictus (Schneider, 1799)

-Docidophryne melanostictus (Schneider, 1799)

-Bufo camortensis Mansukhani & Sarkar, 1980

-Bufo chlorogaster Daudin, 1802

-Rana dubia Shaw, 1802

-Bufo dubia (Shaw, 1802)

-Bufo flaviventris Daudin, 1802"

 

Biogeografi :Asia Selatan dan Asia Tenggara.

Ekologi (Habitat) : Perkotaan, Gedung,Taman & Kebun. 

 

Taksonomi & Klasifikasi :

‎Kingdom:Animalia

‎Filum:Chordata

‎Kelas:Amphibia

‎Ordo:Anura

Family: Bufonidae

Genus:Duttaphrynus

‎Spesies:Duttaphrynus melanostictus

 

Similar species/ species Fosil :

-species Duttaphrynus atukoralei (Bogert & Senanayake, 1966) - Atukorale's Dwarf Toad

-species Duttaphrynus beddomii (Günther, 1876)

-species Duttaphrynus bengalensis (Daudin, 1802)

-species Duttaphrynus brevirostris (Rao, 1937)

-species Duttaphrynus crocus (Wogan, Win, Thin, Lwin, Shein, Kyi & Tun, 2003)

-species Duttaphrynus cyphosus (Ye, 1977)

-species Duttaphrynus himalayanus (Günther, 1864) - Himalayan Toad

-species Duttaphrynus kiphirensis (Mathew & Sen, 2009)

-species Duttaphrynus kotagamai (Fernando & Dayawansa, 1994) - Kotagama's Dwarf Toad

-species Duttaphrynus mamitensis (Mathew & Sen, 2009)

-species Duttaphrynus manipurensis (Mathew & Sen, 2009)

-species Duttaphrynus melanostictus (Schneider, 1799) - Gold Toad

-species Duttaphrynus microtympanum (Boulenger, 1882)

-species Duttaphrynus mizoramensis (Mathew & Sen, 2009)

-species Duttaphrynus nagalandensis (Mathew & Sen, 2009)

-species Duttaphrynus noellerti (Manamendra-Arachchi & Pethiyagoda, 1998) - Noellert`s Toad

-species Duttaphrynus parietalis (Boulenger, 1882)

-species Duttaphrynus scaber (Schneider, 1799) - Ferguson's toad

-species Duttaphrynus scorteccii (Balletto & Cherchi, 1970)

-species Duttaphrynus silentvalleyensis (Pillai, 1981)

-species Duttaphrynus stuarti (Smith, 1929)

-species Duttaphrynus sumatranus (Peters, 1871)

-species Duttaphrynus totol (Ohler in Teynié, David & Ohler, 2010)

-species Duttaphrynus valhallae (Meade-Waldo, 1909)

-species Duttaphrynus wokhaensis (Mathew & Sen, 2009)"

 

Subspesies :-

-subspecies Duttaphrynus melanostictus hazarensis (Khan, 2001)

-subspecies Duttaphrynus melanostictus melanostictus (Schneider, 1799) - Southeast Asian Toad"

 

Status Konservasi: LC (Least Concern/Risiko rendah) 

 

Morfologi :

-Tinggi:5-15 Cm

-Berat:50-150 Gram

 

Fisiologi :

-Kulit kasar berbintil dengan ujung bintil berwarna hitam.

-Terdapat sepasang kelenjar parotoid besar dibelakang mata yang menonjol.

-Memiliki kelnjar parotoid yang menghasilkan racun susu sebagai pertahanan diri dari predator.

-Racun ini dapat menyebabkan manusia iritasi.

 

Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal

Diet (Makanan) : Serangga,Semut,Rayap,Kumbang,Cacing tanah.

 

Reproduksi : Ovipar

Musim Reproduksi :Sepanjang tahun

Jumlah anak/Telur :5.000-40.000 Telur

 

(Lifespan) Masa Hidup : 

Alam liar :4-6 Tahun

Penangkaran :10-15 Tahun

 

Notes : Kodok ini memiliki peran ekologis yang sangat penting sebagai pengendali hama serangga diarea pemukiman.Namun,mereka juga beresiko menjadi spesies invatif yang berbahaya bagi ekosistem lokal jika terbawa ke wilayah baru karena racunya dapat membunuh predator asli yang mencoba memakannya.Berikut informasi yang dapat ditambahkan pada bagian Notes agar draft kamus satwa lebih lengkap. Nama genus Duttaphrynus berasal dari kata "Dutta", merujuk kepada ahli herpetologi India yang namanya diabadikan dalam penamaan genus ini, sedangkan kata Yunani phrynos berarti "kodok". Epitet spesifik melanostictus berasal dari bahasa Yunani, yaitu melas (μέλας) yang berarti "hitam" dan stiktos (στικτός) yang berarti "bertotol" atau "berbintik", mengacu pada bintil-bintil hitam yang menutupi permukaan kulitnya. Spesies ini tidak terdaftar dalam lampiran CITES (Not Listed) sehingga perdagangan internasionalnya saat ini tidak diatur berdasarkan Konvensi CITES. Duttaphrynus melanostictus merupakan spesies tipe yang sangat penting dalam genus Duttaphrynus dan menjadi salah satu kodok Asia yang paling banyak dipelajari. Spesies ini sering dijadikan acuan dalam penelitian mengenai evolusi famili Bufonidae, adaptasi terhadap lingkungan perkotaan, toksin amfibi, biogeografi Asia Selatan–Asia Tenggara, serta identifikasi dan perbandingan dengan spesies Duttaphrynus lainnya. Kodok ini merupakan predator oportunis yang membantu mengendalikan populasi berbagai serangga, termasuk hama pertanian dan vektor penyakit seperti nyamuk. Berudu berperan sebagai pemakan alga dan detritus sehingga membantu menjaga kualitas perairan. Sebagai mangsa, spesies ini dimakan oleh ular, burung, biawak, dan beberapa mamalia, meskipun banyak predator menghindarinya karena racun bufotoksin yang dihasilkan kelenjar parotoid. Duttaphrynus melanostictus juga dikenal sebagai bioindikator kesehatan lingkungan karena populasinya dapat dipengaruhi oleh pencemaran air, pestisida, dan perubahan habitat. Meskipun berstatus Least Concern (LC), spesies ini telah menjadi spesies invasif di beberapa wilayah di luar sebaran alaminya, seperti Madagaskar. Penyebarannya menimbulkan kekhawatiran karena racunnya dapat menyebabkan kematian predator asli yang belum berevolusi untuk mengenali atau mentoleransi toksin tersebut, sehingga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem lokal.


 

 

Sumber Pustaka :

- GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 170-186.

GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

AMF-EBDH-5 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 5.

GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 23

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-WWP-KDA (1988) Widya Wiyata Kehidupan dalam Air

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 129

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan Jld 2 hlm 182.

GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 44-47.

GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.

GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 66-72.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 40 & 41.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 158-165.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

RPT-PAL-1979 — Pustaka Alam Life: Reptil (Edisi Cetak 1979-1987).

​​PSC-ESS-5 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 5: Ikan & Amfibi.

​​RPT-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna: Reptil & Amfibi (Edisi Cetak 1989).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

RPT-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi (Edisi Cetak 1989).

RPT-NGK-RP (2014)—National Geographic Kids: Reptil-Pedia

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)


 

Referensi : 

-https://www.biolib.cz/en/taxon/id600351/

-https://www.biolib.cz/en/taxon/id178561/

-Bangkong kolong https://share.google/43PsGOklERsPF25QO

-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=62344

-https://www.inaturalist.org/observations/333575951

 

Penulis : Dila 

Editor : Ali Setyaki

Foto By : Inaturalist| tom-kirschey