17/JANUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Coturnix pectoralis
Nama English :Stubble Quail
Nama Lokal : Puyuh Tunggul / Puyuh Dada-hitam
Penemu : Gould, 1837
Sinonim : Coturnix pectoralis praetermissa Mathews, 1912
Biogeografi : di Australia. Tersebar luas di bagian tenggara dan barat daya benua, termasuk Tasmania.
Ekologi (Habitat) : padang rumput terbuka, lahan pertanian, dan semak rendah.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Coturnix
Species: Coturnix pectoralis
Similar species/ species Fosil :
species Coturnix coromandelica (Gmelin, 1789) - Rain Quail
species Coturnix coturnix (Linnaeus, 1758) - Common Quail
species Coturnix delegorguei Delegorgue, 1847 - Harlequin Quail
species Coturnix japonica Temminck & Schlegel, 1849 - Japanese Quail
species Coturnix novaezelandiae Quoy & Gaimard, 1830 - New Zealand Quail †
species Coturnix pectoralis Gould, 1837 - Stubble Quail
Fossil taxa
species Coturnix alabrevis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
species Coturnix centensis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
species Coturnix lignorum Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
Subspesies :-
Status Konservasi: LC (Least Concern) / Risiko Rendah.
Morfologi :
: Panjang tubuh : 18–20 cm.
Berat: 75–125 gram,
Fisiologi :
Warna : Bulu didominasi warna cokelat gelap dengan garis-garis putih krem yang kontras. Jantan memiliki bercak hitam besar di bagian dada (pectoral) dan wajah berwarna kemerahan/buff. Betina lebih kusam dan tidak memiliki bercak hitam di dada.
Sayap : Memiliki sayap yang relatif panjang untuk ukuran puyuh, memungkinkan mereka melakukan migrasi nomaden mengikuti ketersediaan air dan makanan.
Paruh: Berwarna abu-abu gelap hingga hitam, berbentuk pendek dan kuat untuk memecah biji-bijian keras di permukaan tanah.
Mata: Iris berwarna cokelat kemerahan, memberikan kesan tajam
Ekologi (Tingkah Laku) :Diurnal
Diet (Makanan) : Terutama memakan biji-bijian rumput, pucuk daun, dan serangga kecil (seperti ulat dan belalang).
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi :Agustus - Desember.
Jumlah anak/Telur :7 sampai 14 butir.
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :3–5 tahun
Penangkaran :7–10 tahun
Notes : Burung ini dikenal karena suaranya yang khas, bunyi "chu-pwee" yang keras dan berulang. Mereka adalah spesies buruan yang populer di beberapa bagian Australia dengan regulasi ketat. Nama pectoralis diambil dari kata Latin yang berarti "dada", merujuk langsung pada bercak hitam mencolok di dada burung jantan yang menjadi pembeda utama dari spesies Coturnix lainnya.Karena pola warnanya yang sangat mirip dengan tanah dan rumput kering, burung ini sering kali baru terlihat ketika mereka terbang secara tiba-tiba dari bawah kaki manusia dengan suara kepakan sayap yang keras.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id8563/
-Puyuh Stubble https://share.google/S0LDytzU1ILgHxTzh
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id136000/
-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=825
-https://www.inaturalist.org/observations/325290380
Penulis : Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By : Inaturalist| bushxplore