Coturnix novaezelandiae

Coturnix novaezelandiae

Coturnix novaezelandiae

Aves (Burung)
Jumat, 27 Februari 2026
Dsn Mamalia
11 Views

17/JANUARI/2026 | PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Coturnix novaezelandiae

Nama English :New Zealand Quail

Nama Lokal : Koreke (Maori)


 

Penemu : Quoy & Gaimard (1830)


 

Sinonim : Coturnix novaezealandiae Quoy & Gaimard, 1830


 

Biogeografi :  Selandia Baru. 


 

Ekologi (Habitat) : Menghuni area terbuka seperti padang rumput (grasslands), semak belukar rendah, dan area pakis (fernlands). Mereka lebih menyukai wilayah dataran rendah yang kering.


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Aves

Order: Galliformes

Family: Phasianidae

Genus: Coturnix

Species Coturnix novaezelandiae


 

Similar species/ species Fosil :

species Coturnix coromandelica (Gmelin, 1789) - Rain Quail

species Coturnix coturnix (Linnaeus, 1758) - Common Quail

species Coturnix delegorguei Delegorgue, 1847 - Harlequin Quail

species Coturnix japonica Temminck & Schlegel, 1849 - Japanese Quail

species Coturnix novaezelandiae Quoy & Gaimard, 1830 - New Zealand Quail

species Coturnix pectoralis Gould, 1837 - Stubble Quail


 

Fossil taxa

species Coturnix alabrevis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †

species Coturnix centensis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †

species Coturnix lignorum Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †



 

Subspesies :-


 

Status Konservasi: EX (Punah/Extinct)


 

Morfologi : tubuh 17–22 cm. 


 

Fisiologi : 

Warna : Bulu didominasi warna cokelat gelap dengan garis-garis putih dan krem yang kontras. Jantan memiliki wajah kemerahan, sedangkan betina lebih pucat.

Sayap : Memiliki sayap yang relatif pendek dan lebih banyak menghabiskan waktu di permukaan tanah daripada terbang tinggi.


 

Ekologi (Tingkah Laku) :Diurnal


 

Diet (Makanan) : memakan biji-bijian, pucuk rumput, dan serangga kecil.


 

Reproduksi : Ovipar

Musim Reproduksi :September–Januari

Jumlah anak/Telur :10 hingga 12 butir


 

(Chronialogi) Masa Hidup : 

Alam liar :2–5 tahun.

Penangkaran : (-) 


 

Notes : Kepunahan Koreke terjadi sangat cepat. Pada tahun 1840-an mereka masih sangat melimpah, namun dalam waktu 30 tahun, populasi mereka kolaps sepenuhnya. Hilangnya Koreke merupakan salah satu contoh nyata dampak destruktif dari spesies invasif dan pembukaan lahan secara masif di Selandia Baru.Pernah dicoba dipelihara pada abad ke-19, namun populasinya gagal bertahan lama karena stres dan penyakit.


 

Sumber Pustaka :

- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.

- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.

- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.

- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.

- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.

- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.

- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.

- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.

- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung. 

- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.

- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.

- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya). 


 

Referensi : 

-https://www.biolib.cz/en/taxon/id8563/

-https://www.biolib.cz/en/taxon/id136001/

-Puyuh Selandia Baru https://share.google/6jMtweQfaXMdu7pUB


 

Penulis : Dila

Editor : Ali Maruf 

Foto By :grox