17/JANUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Coturnix novaezelandiae
Nama English :New Zealand Quail
Nama Lokal : Koreke (Maori)
Penemu : Quoy & Gaimard (1830)
Sinonim : Coturnix novaezealandiae Quoy & Gaimard, 1830
Biogeografi : Selandia Baru.
Ekologi (Habitat) : Menghuni area terbuka seperti padang rumput (grasslands), semak belukar rendah, dan area pakis (fernlands). Mereka lebih menyukai wilayah dataran rendah yang kering.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Galliformes
Family: Phasianidae
Genus: Coturnix
Species Coturnix novaezelandiae
Similar species/ species Fosil :
species Coturnix coromandelica (Gmelin, 1789) - Rain Quail
species Coturnix coturnix (Linnaeus, 1758) - Common Quail
species Coturnix delegorguei Delegorgue, 1847 - Harlequin Quail
species Coturnix japonica Temminck & Schlegel, 1849 - Japanese Quail
species Coturnix novaezelandiae Quoy & Gaimard, 1830 - New Zealand Quail †
species Coturnix pectoralis Gould, 1837 - Stubble Quail
Fossil taxa
species Coturnix alabrevis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
species Coturnix centensis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
species Coturnix lignorum Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
Subspesies :-
Status Konservasi: EX (Punah/Extinct)
Morfologi : tubuh 17–22 cm.
Fisiologi :
Warna : Bulu didominasi warna cokelat gelap dengan garis-garis putih dan krem yang kontras. Jantan memiliki wajah kemerahan, sedangkan betina lebih pucat.
Sayap : Memiliki sayap yang relatif pendek dan lebih banyak menghabiskan waktu di permukaan tanah daripada terbang tinggi.
Ekologi (Tingkah Laku) :Diurnal
Diet (Makanan) : memakan biji-bijian, pucuk rumput, dan serangga kecil.
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi :September–Januari
Jumlah anak/Telur :10 hingga 12 butir
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :2–5 tahun.
Penangkaran : (-)
Notes : Kepunahan Koreke terjadi sangat cepat. Pada tahun 1840-an mereka masih sangat melimpah, namun dalam waktu 30 tahun, populasi mereka kolaps sepenuhnya. Hilangnya Koreke merupakan salah satu contoh nyata dampak destruktif dari spesies invasif dan pembukaan lahan secara masif di Selandia Baru.Pernah dicoba dipelihara pada abad ke-19, namun populasinya gagal bertahan lama karena stres dan penyakit.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id8563/
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id136001/
-Puyuh Selandia Baru https://share.google/6jMtweQfaXMdu7pUB
Penulis : Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By :grox