17/JANUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Coturnix japonica
Nama English :Japanese Quail
Nama Lokal : Puyuh Jepang / Burung Puyuh
Penemu : Temminck & Schlegel (1849)
Sinonim : -
Biogeografi : Asli: Asia Timur (Jepang, Korea, Tiongkok, Mongolia, dan Siberia bagian timur).
Ekologi (Habitat) : Padang rumput terbuka, , pertanian, stepa,
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Galliformes
Family: Phasianidae
Genus: Coturnix
Species: Coturnix. japonica
Similar species/ species Fosil :
species Coturnix coromandelica (Gmelin, 1789) - Rain Quail
species Coturnix coturnix (Linnaeus, 1758) - Common Quail
species Coturnix delegorguei Delegorgue, 1847 - Harlequin Quail
species Coturnix japonica Temminck & Schlegel, 1849 - Japanese Quail
species Coturnix novaezelandiae Quoy & Gaimard, 1830 - New Zealand Quail †
species Coturnix pectoralis Gould, 1837 - Stubble Quail
Fossil taxa
species Coturnix alabrevis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
species Coturnix centensis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
species Coturnix lignorum Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
Subspesies :-
Status Konservasi: NT (Near Threatened/Hampir terancam)
Morfologi :
panjang(sekitar 17–20 cm).
Berat Badan:
Liar: 90–100 gram.
Domestik 150–300 gram
Fisiologi :
Warna : Bulu berwarna cokelat berbintik-bintik dengan pola garis krem di sepanjang punggung. Jantan cenderung memiliki bulu dada berwarna cokelat kemerahan polos, sedangkan betina memiliki bintik-bintik gelap di dada.
Paruh: Pendek, kuat, dan sedikit melengkung ke bawah. Adaptif untuk mematuk biji-bijian dan serangga kecil. Warnanya biasanya abu-abu gelap hingga hitam.
Mata: Terletak di sisi kepala (lateral), memberikan sudut pandang yang luas untuk mendeteksi predator. Iris biasanya berwarna cokelat gelap.
Alis: Terdapat garis krem terang (supercilium) yang melintas di atas mata, lebih jelas terlihat pada jantan.
Sayap: Memiliki sayap yang relatif panjang dibandingkan ukuran tubuhnya untuk burung darat. Hal ini memungkinkan mereka melakukan penerbangan vertikal yang eksplosif saat terkejut.
Kaki (Tarsus): Berwarna merah muda pucat atau abu-abu kecokelatan.
Tipe Kaki: Anisodactyl (tiga jari ke depan, satu ke belakang).
Tidak memiliki taji (spur), berbeda dengan ayam atau burung pegar.
Ekologi (Tingkah Laku) :Diurnal
Diet (Makanan) : memakan biji-bijian, pucuk rumput, serta serangga kecil dan larva.
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi :Maret hingga Agustus
Jumlah anak/Telur :7–12 butir
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :1–2 tahun
Penangkaran :3–5 tahun
Notes : Puyuh Jepang adalah organisme model yang sangat penting dalam penelitian sains (biologi perkembangan, toksikologi) karena siklus hidupnya yang singkat dan kemudahan dalam pemeliharaan. Sebagian besar burung puyuh yang dikonsumsi telurnya di Indonesia adalah keturunan dari spesies ini. Didominasi warna cokelat kekuningan dengan bintik-bintik hitam dan krem. Pola ini disebut "agouti", yang berfungsi sebagai kamuflase sempurna di semak-semak kering. Memiliki metabolisme yang sangat cepat dan pertumbuhan yang kilat. Suhu tubuh normal berkisar antara 41-42°C.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id8563/
-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=791
-https://www.inaturalist.org/observations/328344564
-Puyuh Jepang https://share.google/qlM2Nw14xwwhfIeKQ
Penulis : Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By : Inaturalist| brownsugar_iris