17/JANUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Coturnix coturnix
Nama English :Common Quail, European Quail
Nama Lokal : Puyuh Biasa, Puyuh Eropa
Penemu : Carl Linnaeus (1758)
Sinonim : -
Biogeografi : Eropa, Afrika Utara, dan Asia Barat hingga Asia Tengah.
Ekologi (Habitat) : Padang rumput , ladang gandum, stepa, pertanian
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Galliformes
Family: Phasianidae
Genus: Coturnix
Species: Coturnix coturnix
Similar species/ species Fosil :
species Coturnix coromandelica (Gmelin, 1789) - Rain Quail
species Coturnix coturnix (Linnaeus, 1758) - Common Quail
species Coturnix delegorguei Delegorgue, 1847 - Harlequin Quail
species Coturnix japonica Temminck & Schlegel, 1849 - Japanese Quail
species Coturnix novaezelandiae Quoy & Gaimard, 1830 - New Zealand Quail †
species Coturnix pectoralis Gould, 1837 - Stubble Quail
Fossil taxa
species Coturnix alabrevis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
species Coturnix centensis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
species Coturnix lignorum Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
Subspesies :
subspecies Coturnix coturnix africana Temminck & Schlegel, 1849 - African Quail
subspecies Coturnix coturnix conturbans Hartert, 1917
subspecies Coturnix coturnix coturnix (Linnaeus, 1758) - Eurasian Common Quail
subspecies Coturnix coturnix erlangeri Zedlitz, 1912
subspecies Coturnix coturnix inopinata Hartert, 1917
Status Konservasi: Least Concern (LC).
Morfologi : Tubuh bulat dan kecil (16–18 cm). Bulu berwarna cokelat bergaris-garis kuning tua dengan alis putih yang jelas. Jantan memiliki tenggorokan berwarna gelap (namun tidak memiliki bercak hitam besar seperti C. coromandelica), sedangkan betina memiliki dada berbintik-bintik tanpa warna gelap di tenggorokan.
Fisiologi : Memiliki otot dada yang sangat kuat untuk migrasi jarak jauh melintasi Laut Mediterania.
Ekologi (Tingkah Laku) :Diurnal
Diet (Makanan) : Biji-bijian rumput liar, serealia, serta berbagai serangga (terutama saat musim kawin untuk asupan protein).
Reproduksi : Ovivipar
Musim Reproduksi :Mei hingga Agustus
Jumlah anak/Telur :8 hingga 13 butir
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :2–3 tahun
Penangkaran :4–8 tahun.
Notes : Burung ini memiliki suara panggilan yang sangat ikonik, sering digambarkan sebagai "wet-my-lips". Di masa lalu, burung ini menjadi subjek penting dalam sejarah kuliner dan medis, namun ada fenomena langka yang disebut Coturnisme, yaitu keracunan otot manusia setelah memakan daging puyuh ini yang sebelumnya mengonsumsi tanaman beracun (seperti hemlock) selama migrasi. Merupakan burung migran; mereka berkembang biak di Eropa/Asia Utara dan terbang ke Afrika atau India saat musim dingin.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id8563/
-Puyuh Biasa https://share.google/LufheLiw2UeoF0qtv
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id8564/
-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=804
-https://www.inaturalist.org/observations/338472830
Penulis : Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By : Inaturalist| hungryholobiont