Coturnix coromandelica

Coturnix coromandelica

Coturnix coromandelica

Aves (Burung)
Kamis, 26 Februari 2026
Dsn Mamalia
11 Views

17/JANUARI/2026 | PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Coturnix coromandelica

Nama English :Rain Quail, Black-breasted Quail

Nama Lokal : Puyuh Hujan, Puyuh Dada-Hitam


 

Penemu : Gmelin, 1789


 

Sinonim : -


 

Biogeografi : Tersebar luas di kawasan Indomalaya. Meliputi sebagian besar anak benua India (India, Pakistan, Nepal, Sri Lanka), Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, hingga wilayah selatan China.


 

Ekologi (Habitat) : Padang rumput, ladang pertanian (terutama palawija), semak belukar rendah, 


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom: Animalia

​Phylum: Chordata

​Class: Aves

​Order: Galliformes

​Family: Phasianidae

​Genus: Coturnix

Species: Coturnix coromandelica


 

Similar species/ species Fosil :

- Coturnix coromandelica (Gmelin, 1789) - Rain Quail

- Coturnix coturnix (Linnaeus, 1758) - Common Quail

- Coturnix delegorguei Delegorgue, 1847 - Harlequin Quail

- Coturnix japonica Temminck & Schlegel, 1849 - Japanese Quail

- Coturnix novaezelandiae Quoy & Gaimard, 1830 - New Zealand Quail †

species Coturnix pectoralis Gould, 1837 - Stubble Quail


 

Fossil taxa

- Coturnix alabrevis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †

- Coturnix centensis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †

- Coturnix lignorum Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †


 

Subspesies :-


 

Status Konservasi: Least Concern (LC)


 

Morfologi : 15-18 cm). 


 

Fisiologi : 

Warna : Jantan memiliki corak hitam mencolok di bagian dada (black breast-patch) dan tenggorokan putih dengan garis hitam. Betina cenderung berwarna cokelat kusam dengan bintik-bintik, tanpa bercak dada hitam, sehingga sulit dibedakan dengan puyuh jenis lain.

Terbang : Memiliki kemampuan terbang pendek namun cepat untuk menghindari predator. Kaki kuat yang diadaptasi untuk berjalan dan mengais di permukaan tanah.


 

Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal


 

Diet (Makanan) : memakan biji-bijian, pucuk rumput, serta serangga kecil (termasuk rayap dan larva).


 

Reproduksi : Ovipar

Musim Reproduksi :Maret hingga Oktober

Jumlah anak/Telur :4 hingga 9 butir 


 

(Chronialogi) Masa Hidup : 

Alam liar :2-4 tahun.

Penangkaran :5-7 tahun


 

Notes : Burung ini dikenal karena suaranya yang khas berbunyi "whit-whit" berirama yang sering terdengar saat musim penghujan tiba di habitat aslinya. Meskipun bukan burung migran jarak jauh, mereka melakukan pergerakan lokal tergantung ketersediaan air dan makanan.


 

Sumber Pustaka :

- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.

- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.

- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.

- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.

- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.

- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.

- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.

- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.

- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung. 

- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.

- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.

- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya). 


 

Referensi : 

-https://www.biolib.cz/en/taxon/id8563/

-Puyuh Hujan https://share.google/TKUWHjeq4FHkJXoL8

-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=803

-https://www.inaturalist.org/observations/332315365


 

Penulis : Dila

Editor : Ali Maruf 

Foto By : Inaturalist| samishwild