17/JANUARI/2026 | PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Coturnix coromandelica
Nama English :Rain Quail, Black-breasted Quail
Nama Lokal : Puyuh Hujan, Puyuh Dada-Hitam
Penemu : Gmelin, 1789
Sinonim : -
Biogeografi : Tersebar luas di kawasan Indomalaya. Meliputi sebagian besar anak benua India (India, Pakistan, Nepal, Sri Lanka), Myanmar, Thailand, Kamboja, Vietnam, hingga wilayah selatan China.
Ekologi (Habitat) : Padang rumput, ladang pertanian (terutama palawija), semak belukar rendah,
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Aves
Order: Galliformes
Family: Phasianidae
Genus: Coturnix
Species: Coturnix coromandelica
Similar species/ species Fosil :
- Coturnix coromandelica (Gmelin, 1789) - Rain Quail
- Coturnix coturnix (Linnaeus, 1758) - Common Quail
- Coturnix delegorguei Delegorgue, 1847 - Harlequin Quail
- Coturnix japonica Temminck & Schlegel, 1849 - Japanese Quail
- Coturnix novaezelandiae Quoy & Gaimard, 1830 - New Zealand Quail †
species Coturnix pectoralis Gould, 1837 - Stubble Quail
Fossil taxa
- Coturnix alabrevis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
- Coturnix centensis Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
- Coturnix lignorum Rando, Alcover, Pieper, Olson, Hernández & López-Jurado, 2020 †
Subspesies :-
Status Konservasi: Least Concern (LC)
Morfologi : 15-18 cm).
Fisiologi :
Warna : Jantan memiliki corak hitam mencolok di bagian dada (black breast-patch) dan tenggorokan putih dengan garis hitam. Betina cenderung berwarna cokelat kusam dengan bintik-bintik, tanpa bercak dada hitam, sehingga sulit dibedakan dengan puyuh jenis lain.
Terbang : Memiliki kemampuan terbang pendek namun cepat untuk menghindari predator. Kaki kuat yang diadaptasi untuk berjalan dan mengais di permukaan tanah.
Ekologi (Tingkah Laku) : Diurnal
Diet (Makanan) : memakan biji-bijian, pucuk rumput, serta serangga kecil (termasuk rayap dan larva).
Reproduksi : Ovipar
Musim Reproduksi :Maret hingga Oktober
Jumlah anak/Telur :4 hingga 9 butir
(Chronialogi) Masa Hidup :
Alam liar :2-4 tahun.
Penangkaran :5-7 tahun
Notes : Burung ini dikenal karena suaranya yang khas berbunyi "whit-whit" berirama yang sering terdengar saat musim penghujan tiba di habitat aslinya. Meskipun bukan burung migran jarak jauh, mereka melakukan pergerakan lokal tergantung ketersediaan air dan makanan.
Sumber Pustaka :
- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.
- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 3.
- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.
- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 188-190.
- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.
- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.
- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 45-50.
- DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.
- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4. Burung.
- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.
- Pustaka Alam Life Burung 1979-1987.
- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung 1989.
- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).
Referensi :
-https://www.biolib.cz/en/taxon/id8563/
-Puyuh Hujan https://share.google/TKUWHjeq4FHkJXoL8
-https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=803
-https://www.inaturalist.org/observations/332315365
Penulis : Dila
Editor : Ali Maruf
Foto By : Inaturalist| samishwild