24 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Arctogalidia trivirgata inornata Miller, 1901
Nama English : Small-toothed Palm Civet / Three-striped Palm Civet
Nama Lokal : Musang Akar
Penemu : Gerrit Smith Miller Jr., 1901
Sinonim :
Arctogalidia inornata Miller, 1901; Arctogalidia trivirgata inornata Pocock, 1933
Biogeografi : Kepulauan Riau, Indonesia. MDD mencatat tipe Arctogalidia inornata dari wilayah Kepulauan Riau di Sumatra bagian timur
Ekologi (Habitat) : Hutan tropis dan kawasan berhutan di wilayah kepulauan Asia Tenggara. Sebagai bagian dari Arctogalidia trivirgata, bentuk historis ini berkaitan dengan habitat arboreal dan lingkungan hutan.
Taksonomi & Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Tetrapoda
Class : Mammalia
Subclass : Theria
Infraclass : Placentalia
Magnorder : Boreoeutheria
Superorder : Laurasiatheria
Order : Carnivora
Suborder : Feliformia
Infraorder : Aeluroidea
Superfamily : Viverroidea
Family : Viverridae
Subfamily : Paradoxurinae
Tribe : Paradoxurini
Genus : Arctogalidia
Species : Arctogalidia trivirgata
Subspecies : Arctogalidia trivirgata inornata
Included & Paleo Species : (-)
Paleo Species : (-)
SubSpecies : 14
Arctogalidia trivirgata bancana
Arctogalidia trivirgata fusca
Arctogalidia trivirgata inornata
Arctogalidia trivirgata leucotis
Arctogalidia trivirgata macra
Arctogalidia trivirgata major
Arctogalidia trivirgata millsi
Arctogalidia trivirgata minor
Arctogalidia trivirgata simplex
Arctogalidia trivirgata stigmaticus
Arctogalidia trivirgata sumatrana
Arctogalidia trivirgata tingia
Arctogalidia trivirgata trilineata
Arctogalidia trivirgata trivirgata
XBread Species : (-)
Status Konservasi
(IUCN) : Least Concern (LC) / Risiko Rendah
Morfologi :
Panjang : ± 44–60 cm;
panjang ekor ± 48–66 cm
Tinggi : (-)
Berat : ± 2–2,5 kg
Fisiologi :
Tubuh : Musang akar memiliki tubuh relatif ramping
Kepala : kepala kecil dan moncong memanjang.
Kaki : kaki pendek, Nama umumnya berkaitan dengan gigi yang relatif kecil dibandingkan beberapa kerabatnya.
Warna : Tubuh memiliki pola warna yang dapat menampilkan garis-garis gelap memanjang, yang menjadi dasar nama umum Three-striped Palm Civet. Ekor panjang membantu keseimbangan ketika bergerak di pepohonan.
Pencernaan :Sebagai anggota Order Carnivora dan Family Viverridae, musang akar memiliki sistem pencernaan khas mamalia karnivor, tetapi pola makannya bersifat oportunistik dan tidak terbatas pada daging. Adaptasi arboreal terlihat pada struktur kaki, cakar dan kemampuan memanjat.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nokturnal / Arboreal / Soliter
Diet (Makanan) : Buah-buahan (terutama buah hutan, mis. buah ara/Ficus), serangga, katak, kadal, burung (termasuk anak burung di sarang), mamalia kecil seperti tupai, dan sumber makanan lainnya.
Reproduksi : Vivipar (Melahirkan)
Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun (aseasonal), dapat melahirkan hingga 2 kali dalam setahun
Jumlah Anak / Telur : 1–3 anak dalam satu kelahiran (rata-rata 2–3), meskipun jumlah dapat bervariasi.
Lifespan (Masa Hidup) :
Alam liar : ± 10–12 tahun (estimasi)
Penangkaran : ± 16 tahun (rekor maksimum tercatat 16,1 tahun)
Notes :Etimologi : Nama genus Arctogalidia tersusun dari unsur arkto- yang berasal dari bahasa Yunani arktos, berarti “beruang”, dan Galidia, nama genus mamalia karnivor. Nama spesies trivirgata berasal dari bahasa Latin tri- yang berarti “tiga” dan virga yang berarti “garis” atau “batang”, sehingga trivirgata dapat dimaknai sebagai “memiliki tiga garis”, mengacu pada pola tubuhnya.
Nama subspecies inornata berasal dari bahasa Latin inornatus, yang berarti “tidak berhias”, “tidak berpola” atau “sederhana”. Nama ini kemungkinan merujuk pada karakter warna atau pola tubuh yang dianggap lebih sederhana dibandingkan bentuk Arctogalidia lain ketika takson tersebut pertama kali dideskripsikan. Sebagai bagian dari Arctogalidia trivirgata, musang akar memiliki peran dalam jaringan makanan hutan tropis. Sifat omnivornya membuat satwa ini dapat memanfaatkan buah sekaligus berbagai invertebrata dan hewan kecil. Konsumsi buah juga memberikan potensi peran sebagai penyebar biji, sehingga keberadaannya dapat berkontribusi terhadap proses regenerasi vegetasi hutan. Pada saat yang sama, konsumsi serangga dan hewan kecil menempatkannya sebagai salah satu predator kecil dalam ekosistem hutan. Meskipun spesiesnya berstatus Least Concern, ancaman lokal tetap dapat muncul akibat hilangnya dan degradasi habitat hutan. MDD mencatat persebaran A. trivirgata yang luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Arctogalidia inornata dideskripsikan oleh Gerrit Smith Miller Jr. pada 1901. MDD mencatat holotipenya sebagai USNM:MAMM:104859, dengan tipe lokalitas Kepulauan Riau, Indonesia. Nama tersebut kemudian digunakan dalam kombinasi Arctogalidia trivirgata inornata. ITIS saat ini mencatat Arctogalidia trivirgata inornata Miller, 1901 dengan Taxonomic Serial Number 726488, tetapi nama validnya adalah Arctogalidia trivirgata (Gray, 1832), sedangkan status inornata adalah invalid – junior synonym. MDD juga mencatat Arctogalidia inornata sebagai sinonim dan mempertahankan Arctogalidia trivirgata sebagai spesies yang diakui. Basis data tersebut mencatat 44 nama dan sinonim yang berkaitan dengan spesies ini, menunjukkan sejarah nomenklatur yang cukup kompleks. Menariknya, pembagian geografis Arctogalidia trivirgata juga pernah menjadi bahan penelitian molekuler. MDD mencatat adanya divergensi kuat pada populasi Borneo, yang pernah dikaitkan dengan nama Arctogalidia stigmatica. Hal tersebut menunjukkan bahwa sejarah evolusi kelompok ini mungkin lebih kompleks daripada pembagian subspecies klasik. Nama inornata memiliki arti “tidak berhias” atau “sederhana”, menjadikannya salah satu nama zoologi yang menggambarkan kesan morfologis yang diamati oleh peneliti pada saat pendeskripsian. Spesimen tipe A. inornata berasal dari Kepulauan Riau, sehingga nama historis ini memiliki nilai penting untuk menelusuri sejarah fauna mamalia kepulauan Indonesia. Meskipun termasuk Carnivora, musang akar tidak merupakan karnivor obligat. Spesies ini memanfaatkan buah serta berbagai hewan kecil, sehingga secara ekologis mempunyai fungsi yang lebih beragam daripada predator murni.
Musang akar juga mempunyai adaptasi kuat terhadap kehidupan malam dan di pepohonan. Kombinasi sifat arboreal, nocturnal dan soliter membuat spesies ini relatif sulit ditemukan melalui pengamatan siang hari.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Link Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id474693/
https://www.inaturalist.org/observations/320082942a
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=1271983
https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=726488#null
https://www.gbif.org/taxon/5FR6C
Penulis : Ali Setyaki
Editor : Agung Monche
Foto By : Inaturalist | ahdiani_81