Arctogalidia trivirgata ssp. fusca

Arctogalidia trivirgata ssp. fusca

Arctogalidia trivirgata ssp. fusca

Mamalia
Sabtu, 10 Oktober 2026
Dsn Mamalia
11 Views

24 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Arctogalidia trivirgata fusca 

Nama English : Small-toothed Palm Civet / Three-striped Palm Civet

Nama Lokal : Musang Akar


 

Penemu / Deskripsi Ilmiah : Gerrit Smith Miller Jr., 1906



 

Sinonim :

 Arctogalidia fusca Miller, 1906.

 .

Biogeografi : Kepulauan Riau, Indonesia. Spesimen tipe Arctogalidia fusca berasal dari Pulau Kundur, Kepulauan Riau.


 

Ekologi (Habitat) : Hutan tropis dan kawasan berhutan di wilayah kepulauan Asia Tenggara. Sebagai bagian dari Arctogalidia trivirgata, bentuk historis ini berkaitan dengan kehidupan arboreal dan lingkungan hutan.


 

Taksonomi & Klasifikasi

Kingdom : Animalia

Subkingdom : Bilateria

Infrakingdom : Deuterostomia

Phylum : Chordata

Subphylum : Vertebrata

Infraphylum : Gnathostomata

Superclass : Tetrapoda

Class : Mammalia

Subclass : Theria

Infraclass : Eutheria

Order : Carnivora

Suborder : Feliformia

Family : Viverridae

Subfamily : Paradoxurinae

Genus : Arctogalidia

Species : Arctogalidia trivirgata

Subspecies : Arctogalidia trivirgata fusca



 

Included & Paleo Species : (-)

Paleo Species : (-)

SubSpecies : 14

Arctogalidia trivirgata bancana 

Arctogalidia trivirgata fusca 

Arctogalidia trivirgata inornata 

Arctogalidia trivirgata leucotis

Arctogalidia trivirgata macra 

Arctogalidia trivirgata major 

Arctogalidia trivirgata millsi

Arctogalidia trivirgata minor

Arctogalidia trivirgata simplex

Arctogalidia trivirgata stigmaticus 

Arctogalidia trivirgata sumatrana

Arctogalidia trivirgata tingia 

Arctogalidia trivirgata trilineata 

Arctogalidia trivirgata trivirgata 


 

XBread Species : (-)


 

Status Konservasi

 (IUCN) : Least Concern (LC) / Risiko Rendah

.

Morfologi :

Panjang :  ± 44–60 cm; 

panjang ekor ± 48–66 cm 

Tinggi : (-)

Berat : ± 2–2,5 kg


 

Fisiologi :

Tubuh : Musang akar memiliki tubuh relatif ramping 

Kepala : kepala kecil dan moncong memanjang.

Kaki : kaki pendek, Nama umumnya berkaitan dengan gigi yang relatif kecil dibandingkan beberapa kerabatnya. 

Warna : Tubuh memiliki pola warna yang dapat menampilkan garis-garis gelap memanjang, yang menjadi dasar nama umum Three-striped Palm Civet. Ekor panjang membantu keseimbangan ketika bergerak di pepohonan.

Pencernaan :Sebagai anggota Order Carnivora dan Family Viverridae, musang akar memiliki sistem pencernaan khas mamalia karnivor, tetapi pola makannya bersifat oportunistik dan tidak terbatas pada daging. Adaptasi arboreal terlihat pada struktur kaki, cakar dan kemampuan memanjat.


 

Ekologi (Tingkah Laku) : Nokturnal / Arboreal / Soliter


 

Diet (Makanan) : Buah-buahan (terutama buah hutan, mis. buah ara/Ficus), serangga, katak, kadal, burung (termasuk anak burung di sarang), mamalia kecil seperti tupai, dan sumber makanan lainnya.


 

Reproduksi : Vivipar (Melahirkan)

Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun (aseasonal), dapat melahirkan hingga 2 kali dalam setahun

Jumlah Anak / Telur : 1–3 anak dalam satu kelahiran (rata-rata 2–3), meskipun jumlah dapat bervariasi.


 

Lifespan (Masa Hidup) :

Alam liar : ± 10–12 tahun (estimasi)

Penangkaran : ± 16 tahun (rekor maksimum tercatat 16,1 tahun)


 

Notes : Etimologi : Nama genus Arctogalidia dibentuk dari unsur Yunani arktos, yang berarti “beruang”, dan Galidia, nama genus mamalia karnivor. Nama spesies trivirgata berasal dari bahasa Latin tri- yang berarti “tiga” dan virga yang berarti “garis” atau “batang”, sehingga dapat diartikan sebagai “memiliki tiga garis”, mengacu pada pola garis pada tubuh. Nama subspecies fusca berasal dari bahasa Latin fuscus, yang berarti “cokelat gelap”, “kehitaman” atau “berwarna gelap”. Nama tersebut kemungkinan berkaitan dengan karakter warna rambut atau penampilan gelap yang diamati pada populasi ketika takson ini pertama kali dideskripsikan. Sebagai anggota Arctogalidia trivirgata, musang akar merupakan bagian dari komunitas mamalia hutan tropis dan berperan dalam jaringan makanan sebagai konsumen omnivor. Konsumsi buah membuatnya berpotensi membantu penyebaran biji, sedangkan konsumsi serangga dan hewan kecil menjadikannya bagian dari pengendalian alami populasi organisme tersebut.

Riwayat nama A. t. fusca juga penting dalam konservasi keanekaragaman hayati kepulauan Indonesia. Pulau-pulau kecil seperti Kundur memiliki komunitas fauna yang dipengaruhi oleh isolasi geografis, sehingga catatan historis mengenai nama dan lokasi spesimen tetap berguna untuk penelitian distribusi dan taksonomi. Arctogalidia fusca dideskripsikan oleh Gerrit Smith Miller pada 1906. Smithsonian mencatat holotipe berupa kulit dan tengkorak individu jantan dewasa, USNM 122920, yang dikoleksi W. L. Abbott pada 22 Juni 1903 di Pulau Kundur, Kepulauan Riau.

Nama tersebut kemudian ditempatkan sebagai Arctogalidia trivirgata fusca. ITIS saat ini mencatat Arctogalidia trivirgata fusca Miller, 1906 dengan TSN 726487, tetapi memberikan Valid Name: Arctogalidia trivirgata dan Current Standing: invalid – junior synonym. ITIS juga mencantumkan sejumlah nama subspecies historis lain di bawah A. trivirgata, termasuk bancana, inornata, leucotis, macra, major, millsi, minor, simplex, sumatrana, tingia dan trilineata. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah klasifikasi A. trivirgata cukup kompleks. Menariknya, ITIS mencatat hasil penelitian molekuler yang mengindikasikan adanya kelompok-kelompok berbeda dalam kompleks Arctogalidia. Namun, sumber tersebut menekankan bahwa data tambahan masih diperlukan sebelum revisi taksonomi definitif dilakukan. Nama fusca memiliki arti berkaitan dengan warna gelap, sehingga nama historis ini kemungkinan menggambarkan karakter warna yang diamati pada spesimen asal Pulau Kundur.

Spesimen tipe A. fusca berasal dari Pulau Kundur di Kepulauan Riau, menjadikan nama ini menarik dalam sejarah zoologi Indonesia karena berkaitan dengan fauna pulau di kawasan Selat Malaka dan Kepulauan Riau.

Meskipun berada dalam Order Carnivora, musang akar tidak hanya memakan daging. Kelompok palm civet memiliki pola makan yang fleksibel, termasuk memanfaatkan buah-buahan dan berbagai organisme kecil.

Secara taksonomi modern, A. t. fusca tidak lagi diperlakukan sebagai subspecies valid yang berdiri sendiri. Namun, nama tersebut tetap penting sebagai nama historis/nomenklatural untuk menelusuri spesimen, persebaran geografis, dan perkembangan klasifikasi Arctogalidia trivirgata.


 

Sumber Pustaka : 

GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.

​GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

​MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.

​GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.

​GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.

​​GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.

​GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 40.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

​GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

​GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

​MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.

​MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).

​MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

​MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).

​MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

​MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).

GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air


 

Link Referensi :

https://www.biolib.cz/en/taxon/id474692/

https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=726487#null

https://www.gbif.org/taxon/5FR6B

https://www.catalogueoflife.org/data/taxon/GB34


 

Penulis : Mas Tahzain

Editor : Agung Monche

Foto By : (-)