24 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Arctogalidia trivirgata fusca
Nama English : Small-toothed Palm Civet / Three-striped Palm Civet
Nama Lokal : Musang Akar
Penemu / Deskripsi Ilmiah : Gerrit Smith Miller Jr., 1906
Sinonim :
Arctogalidia fusca Miller, 1906.
.
Biogeografi : Kepulauan Riau, Indonesia. Spesimen tipe Arctogalidia fusca berasal dari Pulau Kundur, Kepulauan Riau.
Ekologi (Habitat) : Hutan tropis dan kawasan berhutan di wilayah kepulauan Asia Tenggara. Sebagai bagian dari Arctogalidia trivirgata, bentuk historis ini berkaitan dengan kehidupan arboreal dan lingkungan hutan.
Taksonomi & Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Subkingdom : Bilateria
Infrakingdom : Deuterostomia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Tetrapoda
Class : Mammalia
Subclass : Theria
Infraclass : Eutheria
Order : Carnivora
Suborder : Feliformia
Family : Viverridae
Subfamily : Paradoxurinae
Genus : Arctogalidia
Species : Arctogalidia trivirgata
Subspecies : Arctogalidia trivirgata fusca
Included & Paleo Species : (-)
Paleo Species : (-)
SubSpecies : 14
Arctogalidia trivirgata bancana
Arctogalidia trivirgata fusca
Arctogalidia trivirgata inornata
Arctogalidia trivirgata leucotis
Arctogalidia trivirgata macra
Arctogalidia trivirgata major
Arctogalidia trivirgata millsi
Arctogalidia trivirgata minor
Arctogalidia trivirgata simplex
Arctogalidia trivirgata stigmaticus
Arctogalidia trivirgata sumatrana
Arctogalidia trivirgata tingia
Arctogalidia trivirgata trilineata
Arctogalidia trivirgata trivirgata
XBread Species : (-)
Status Konservasi
(IUCN) : Least Concern (LC) / Risiko Rendah
.
Morfologi :
Panjang : ± 44–60 cm;
panjang ekor ± 48–66 cm
Tinggi : (-)
Berat : ± 2–2,5 kg
Fisiologi :
Tubuh : Musang akar memiliki tubuh relatif ramping
Kepala : kepala kecil dan moncong memanjang.
Kaki : kaki pendek, Nama umumnya berkaitan dengan gigi yang relatif kecil dibandingkan beberapa kerabatnya.
Warna : Tubuh memiliki pola warna yang dapat menampilkan garis-garis gelap memanjang, yang menjadi dasar nama umum Three-striped Palm Civet. Ekor panjang membantu keseimbangan ketika bergerak di pepohonan.
Pencernaan :Sebagai anggota Order Carnivora dan Family Viverridae, musang akar memiliki sistem pencernaan khas mamalia karnivor, tetapi pola makannya bersifat oportunistik dan tidak terbatas pada daging. Adaptasi arboreal terlihat pada struktur kaki, cakar dan kemampuan memanjat.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nokturnal / Arboreal / Soliter
Diet (Makanan) : Buah-buahan (terutama buah hutan, mis. buah ara/Ficus), serangga, katak, kadal, burung (termasuk anak burung di sarang), mamalia kecil seperti tupai, dan sumber makanan lainnya.
Reproduksi : Vivipar (Melahirkan)
Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun (aseasonal), dapat melahirkan hingga 2 kali dalam setahun
Jumlah Anak / Telur : 1–3 anak dalam satu kelahiran (rata-rata 2–3), meskipun jumlah dapat bervariasi.
Lifespan (Masa Hidup) :
Alam liar : ± 10–12 tahun (estimasi)
Penangkaran : ± 16 tahun (rekor maksimum tercatat 16,1 tahun)
Notes : Etimologi : Nama genus Arctogalidia dibentuk dari unsur Yunani arktos, yang berarti “beruang”, dan Galidia, nama genus mamalia karnivor. Nama spesies trivirgata berasal dari bahasa Latin tri- yang berarti “tiga” dan virga yang berarti “garis” atau “batang”, sehingga dapat diartikan sebagai “memiliki tiga garis”, mengacu pada pola garis pada tubuh. Nama subspecies fusca berasal dari bahasa Latin fuscus, yang berarti “cokelat gelap”, “kehitaman” atau “berwarna gelap”. Nama tersebut kemungkinan berkaitan dengan karakter warna rambut atau penampilan gelap yang diamati pada populasi ketika takson ini pertama kali dideskripsikan. Sebagai anggota Arctogalidia trivirgata, musang akar merupakan bagian dari komunitas mamalia hutan tropis dan berperan dalam jaringan makanan sebagai konsumen omnivor. Konsumsi buah membuatnya berpotensi membantu penyebaran biji, sedangkan konsumsi serangga dan hewan kecil menjadikannya bagian dari pengendalian alami populasi organisme tersebut.
Riwayat nama A. t. fusca juga penting dalam konservasi keanekaragaman hayati kepulauan Indonesia. Pulau-pulau kecil seperti Kundur memiliki komunitas fauna yang dipengaruhi oleh isolasi geografis, sehingga catatan historis mengenai nama dan lokasi spesimen tetap berguna untuk penelitian distribusi dan taksonomi. Arctogalidia fusca dideskripsikan oleh Gerrit Smith Miller pada 1906. Smithsonian mencatat holotipe berupa kulit dan tengkorak individu jantan dewasa, USNM 122920, yang dikoleksi W. L. Abbott pada 22 Juni 1903 di Pulau Kundur, Kepulauan Riau.
Nama tersebut kemudian ditempatkan sebagai Arctogalidia trivirgata fusca. ITIS saat ini mencatat Arctogalidia trivirgata fusca Miller, 1906 dengan TSN 726487, tetapi memberikan Valid Name: Arctogalidia trivirgata dan Current Standing: invalid – junior synonym. ITIS juga mencantumkan sejumlah nama subspecies historis lain di bawah A. trivirgata, termasuk bancana, inornata, leucotis, macra, major, millsi, minor, simplex, sumatrana, tingia dan trilineata. Hal ini menunjukkan bahwa sejarah klasifikasi A. trivirgata cukup kompleks. Menariknya, ITIS mencatat hasil penelitian molekuler yang mengindikasikan adanya kelompok-kelompok berbeda dalam kompleks Arctogalidia. Namun, sumber tersebut menekankan bahwa data tambahan masih diperlukan sebelum revisi taksonomi definitif dilakukan. Nama fusca memiliki arti berkaitan dengan warna gelap, sehingga nama historis ini kemungkinan menggambarkan karakter warna yang diamati pada spesimen asal Pulau Kundur.
Spesimen tipe A. fusca berasal dari Pulau Kundur di Kepulauan Riau, menjadikan nama ini menarik dalam sejarah zoologi Indonesia karena berkaitan dengan fauna pulau di kawasan Selat Malaka dan Kepulauan Riau.
Meskipun berada dalam Order Carnivora, musang akar tidak hanya memakan daging. Kelompok palm civet memiliki pola makan yang fleksibel, termasuk memanfaatkan buah-buahan dan berbagai organisme kecil.
Secara taksonomi modern, A. t. fusca tidak lagi diperlakukan sebagai subspecies valid yang berdiri sendiri. Namun, nama tersebut tetap penting sebagai nama historis/nomenklatural untuk menelusuri spesimen, persebaran geografis, dan perkembangan klasifikasi Arctogalidia trivirgata.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Link Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id474692/
https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=726487#null
https://www.gbif.org/taxon/5FR6B
https://www.catalogueoflife.org/data/taxon/GB34
Penulis : Mas Tahzain
Editor : Agung Monche
Foto By : (-)