24 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Arctogalidia trivirgata
Nama English : Small-toothed Palm Civet / Three-striped Palm Civet
Nama Lokal : Musang Akar
Penemu / Deskripsi Ilmiah : John Edward Gray, 1832
Sinonim :
Paradoxurus trivirgatus Gray, 1832;
Arctogale trivirgata;
Biogeografi : Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja, Bangladesh, India dan wilayah selatan Tiongkok. Di Indonesia tercatat dari Jawa, Sumatra dan pulau-pulau lainnya.
Ekologi (Habitat) : Hutan tropis dataran rendah hingga kawasan berhutan lainnya. Spesies ini merupakan mamalia arboreal yang banyak beraktivitas di pepohonan dan kanopi hutan.
Taksonomi & Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Subkingdom : Bilateria
Infrakingdom : Deuterostomia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Tetrapoda
Class : Mammalia
Subclass : Theria
Infraclass : Placentalia
Magnorder : Boreoeutheria
Superorder : Laurasiatheria
Order : Carnivora
Suborder : Feliformia
Infraorder : Aeluroidea
Superfamily : Viverroidea
Family : Viverridae
Subfamily : Paradoxurinae
Tribe : Paradoxurini
Genus : Arctogalidia
Species : Arctogalidia trivirgata
Included & Paleo Species : (-)
Paleo Species : (-)
SubSpecies : 14
Arctogalidia trivirgata bancana
Arctogalidia trivirgata fusca
Arctogalidia trivirgata inornata
Arctogalidia trivirgata leucotis
Arctogalidia trivirgata macra
Arctogalidia trivirgata major
Arctogalidia trivirgata millsi
Arctogalidia trivirgata minor
Arctogalidia trivirgata simplex
Arctogalidia trivirgata stigmaticus
Arctogalidia trivirgata sumatrana
Arctogalidia trivirgata tingia
Arctogalidia trivirgata trilineata
Arctogalidia trivirgata trivirgata
XBread Species : (-)
Status Konservasi
(IUCN) : Least Concern (LC) / Risiko Rendah
Morfologi :
Fisiologi :
Tubuh : Musang akar memiliki tubuh relatif ramping
Kepala : kepala kecil dan moncong memanjang.
Kaki : kaki pendek, Nama umumnya berkaitan dengan gigi yang relatif kecil dibandingkan beberapa kerabatnya.
Warna : Tubuh memiliki pola warna yang dapat menampilkan garis-garis gelap memanjang, yang menjadi dasar nama umum Three-striped Palm Civet. Ekor panjang membantu keseimbangan ketika bergerak di pepohonan.
Pencernaan :Sebagai anggota Order Carnivora dan Family Viverridae, musang akar memiliki sistem pencernaan khas mamalia karnivor, tetapi pola makannya bersifat oportunistik dan tidak terbatas pada daging. Adaptasi arboreal terlihat pada struktur kaki, cakar dan kemampuan memanjat.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nokturnal / Arboreal / Soliter
Diet (Makanan) : Buah-buahan (terutama buah hutan, mis. buah ara/Ficus), serangga, katak, kadal, burung (termasuk anak burung di sarang), mamalia kecil seperti tupai, dan sumber makanan lainnya.
Reproduksi : Vivipar (Melahirkan)
Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun (aseasonal), dapat melahirkan hingga 2 kali dalam setahun
Jumlah Anak / Telur : 1–3 anak dalam satu kelahiran (rata-rata 2–3), meskipun jumlah dapat bervariasi.
Lifespan (Masa Hidup) :
Alam liar : ± 10–12 tahun (estimasi)
Penangkaran : ± 16 tahun (rekor maksimum tercatat 16,1 tahun)
Notes :
Etimologi : Nama genus Arctogalidia berasal dari unsur Yunani arktos yang berarti “beruang” dan Galidia, sebuah nama genus yang digunakan untuk kelompok mamalia viverrid. Nama spesies trivirgata berasal dari bahasa Latin tri- yang berarti “tiga” dan virga yang berarti “garis/batang”, dengan bentuk trivirgata yang dapat dimaknai sebagai “memiliki tiga garis”. Nama tersebut berkaitan dengan pola garis pada tubuh yang menjadi ciri visual penting dan juga melatarbelakangi nama umum Three-striped Palm Civet. Musang akar merupakan bagian dari komunitas mamalia arboreal hutan tropis Asia Tenggara. Sebagai pemakan buah sekaligus pemakan berbagai hewan kecil dan invertebrata, spesies ini dapat berperan dalam jaringan makanan hutan. Konsumsi buah juga membuatnya berpotensi berkontribusi terhadap penyebaran biji, sehingga keberadaannya berkaitan dengan proses regenerasi vegetasi hutan.
Meskipun secara global berstatus Least Concern, status tersebut tidak berarti seluruh populasi aman dari tekanan lokal. Hilangnya dan terfragmentasinya habitat hutan dapat memengaruhi populasi pada tingkat regional. Arctogalidia trivirgata pertama kali dideskripsikan oleh John Edward Gray pada 1832 dengan nama asli Paradoxurus trivirgatus. Mammal Diversity Database mencatat lokasi tipe di Jawa, Buitenzorg, dan holotipe tersimpan di Naturalis dengan nomor RMNH.MAM.34550.
ITIS saat ini mengakui Arctogalidia trivirgata sebagai spesies valid dengan TSN 621982. Namun, sejumlah nama subspecies yang pernah digunakan dalam literatur sekarang diperlakukan sebagai sinonim, kombinasi historis, atau nama yang tidak lagi digunakan sebagai unit taksonomi tersendiri.
Kajian molekuler yang dirangkum ITIS dan MDD juga menemukan adanya divergensi kuat antara populasi Borneo dan kelompok populasi lainnya. Dalam penelitian tersebut, kelompok Borneo dikaitkan dengan nama Arctogalidia stigmatica, tetapi sumber modern menekankan bahwa data tambahan masih diperlukan sebelum revisi taksonomi definitif dilakukan. Meskipun termasuk Order Carnivora, musang akar tidak berarti hanya memakan daging. Seperti beberapa anggota Viverridae lainnya, spesies ini memiliki pola makan yang fleksibel dan dapat memanfaatkan buah maupun hewan kecil.
Nama Inggris Small-toothed Palm Civet merujuk pada karakter giginya, sedangkan Three-striped Palm Civet mengacu pada pola garis tubuhnya. Di Indonesia, spesies ini dikenal sebagai Musang Akar. Spesies ini juga memiliki sejarah nomenklatur yang cukup panjang. GBIF saat ini menampilkan berbagai kombinasi dan sinonim historis, termasuk Paradoxurus trivirgatus, Arctogalidia sumatrana, Arctogalidia tingia, serta sejumlah nama subspecies yang pernah digunakan.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Link Referensi :
https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=621982#null
https://www.catalogueoflife.org/data/taxon/GB34
https://www.gbif.org/taxon/GB34
https://www.biolib.cz/en/taxon/id2155/
https://www.inaturalist.org/observations/351193883
https://www.inaturalist.org/observations?taxon_id=41602
Penulis : Mas Tahzain
Editor : Agung Monche
Foto By : Inaturalist | pacapix