24 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Arctictis binturong ssp.whitei
Nama English : Palawan Binturong / Binturong
Nama Lokal : Binturung Palawan
Penemu / Deskripsi Ilmiah : Joel Asaph Allen, 1910
Biogeografi : Palawan, Filipina. Spesimen tipe berasal dari Iwahig, Palawan, Filipina.
Ekologi (Habitat) : Hutan tropis, terutama kawasan berhutan yang menyediakan pepohonan untuk aktivitas arboreal. Binturong secara umum berasosiasi dengan hutan primer dan sekunder serta dapat ditemukan pada berbagai ketinggian di Asia Tenggara.
Taksonomi & Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Subkingdom : Bilateria
Infrakingdom : Deuterostomia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Tetrapoda
Class : Mammalia
Subclass : Theria
Infraclass : Eutheria
Order : Carnivora
Suborder : Feliformia
Family : Viverridae
Subfamily : Paradoxurinae
Genus : Arctictis
Species : Arctictis binturong
Subspecies : Arctictis binturong whitei
Included & Paleo Species : (-)
Paleo Species : (-)
SubSpecies :
8
Arctictis binturong albifrons
Arctictis binturong binturong
Arctictis binturong gairdneri
Arctictis binturong kerkhoveni
Arctictis binturong menglaensis
Arctictis binturong niasensis
Arctictis binturong pageli
Arctictis binturong penicillatus
Arctictis binturong whitei
XBread Species : (-)
Status Konservasi (IUCN/CITES) :
IUCN : Vulnerable (VU).
Morfologi :
Panjang Tubuh : ± 60–95 cm,
Panjang Ekor : ± 50–90 cm
Berat : ± 11–20 kg,
Fisiologi :
Tubuh : Binturong memiliki tubuh besar dan memanjang,
Rambut : rambut panjang dan kasar yang umumnya berwarna hitam hingga hitam kecokelatan.
Telinga : Telinganya kecil dan membulat dengan jumbai rambut.
Ekor : Ekornya panjang, lebat dan prehensil, menjadi salah satu karakter paling khas dari binturong dan membantu stabilisasi tubuh ketika bergerak di pepohonan.
Kaki : kaki relatif pendek,
Pencernaan : Sistem pencernaannya memungkinkan pemanfaatan buah dan berbagai sumber makanan hewani.
Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal/arboreal/Solitaire
Diet (Makanan) : Buah-buahan, tunas atau bagian tumbuhan, serangga, telur, burung kecil, mamalia kecil, ikan dan makanan hewani lainnya. Buah merupakan komponen penting dalam pola makan binturong.
Reproduksi : Vivipar. Melahirkan
Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun
Jumlah Anak/Telur : 2-3 Anak
Masa Hidup (Lifespan) :
Alam liar : (-)
Penangkaran: ±20 Tahun
Notes : Etimologi : Nama genus Arctictis berasal dari bahasa Yunani, arktos yang berarti “beruang” dan iktis yang berarti “musang/civet”, sehingga secara bebas dapat dimaknai sebagai “musang seperti beruang”. Nama spesifik whitei merupakan bentuk Latinisasi nama keluarga/nama pribadi “White”, yang digunakan J. A. Allen ketika mendeskripsikan takson tersebut pada 1910.Binturong berkembang biak dengan melahirkan anak dan termasuk mamalia dengan sistem reproduksi yang memiliki fenomena delayed implantation atau implantasi tertunda. Arctictis binturong whitei pertama kali dideskripsikan sebagai Arctitis whitei oleh J. A. Allen pada 1910 berdasarkan spesimen dari Iwahig, Palawan. MDD mencatat spesimen tipe berupa holotipe AMNH M-29740 dari Palawan. Nama tersebut kemudian digunakan dalam kombinasi Arctictis binturong whitei.
Dalam klasifikasi modern, ITIS tidak lagi mengakui A. b. whitei sebagai subspecies yang valid dan menempatkannya sebagai invalid – junior synonym dari Arctictis binturong binturong. ITIS juga mencantumkan whitei bersama kerkhoveni, menglaensis, dan penicillatus sebagai sinonim dari A. b. binturong. Binturong mempunyai peran penting dalam ekosistem hutan karena memakan buah dan dapat membantu penyebaran biji. Pergerakannya di kanopi memungkinkan biji berbagai tumbuhan dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga berpotensi membantu regenerasi vegetasi hutan. Keberadaan binturong juga menjadi bagian dari keanekaragaman mamalia arboreal di hutan Asia Tenggara. Untuk populasi Palawan, konteks geografis menjadi penting karena Palawan merupakan wilayah kepulauan dengan komunitas fauna yang memiliki sejarah evolusi dan isolasi tersendiri. Karena A. b. whitei sekarang sering disinonimkan dengan A. b. binturong, informasi konservasi sebaiknya tidak langsung menganggap whitei sebagai unit konservasi terpisah tanpa dasar taksonomi atau genetik yang lebih baru. Binturong sering disebut “bearcat” dalam bahasa Inggris, tetapi satwa ini bukan beruang dan bukan pula kucing. Ia merupakan anggota Family Viverridae dan lebih dekat dengan kelompok musang/musang palma. Binturong juga terkenal karena memiliki ekor prehensil, sebuah adaptasi yang sangat berguna untuk kehidupan arboreal. Kelompok Paradoxurinae, tempat binturong ditempatkan, dikenal memiliki kemampuan memanjat yang baik serta karakter morfologi yang mendukung kehidupan di pepohonan.
Menariknya, binturong merupakan satu-satunya spesies yang masih hidup dalam Genus Arctictis. Dengan demikian, meskipun pernah memiliki sejumlah nama subspecies dalam literatur, seluruhnya berkaitan dengan satu spesies binturong yang sama.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Link Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id474619/
https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=726484#null
Penulis : Mas Tahzain
Editor : Agung Monche
Foto By : (Biolib | Klaus Rudolf)