26 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Arctictis binturong menglaensis Wang & Li, 1987
Nama English : Binturong / Bearcat
Nama Lokal : Binturong
Penemu : Wang & Li, 1987
Sinonim :
Arctictis binturong menglaensis Wang & Li, 1987
Biogeografi : Mengla, Yunnan, Tiongkok, sesuai dengan asal nama dan sejarah deskripsi takson ini.
Ekologi (Habitat) : Hutan tropis dan kawasan berhutan di Asia Tenggara daratan. Binturong merupakan mamalia arboreal yang memanfaatkan pepohonan sebagai tempat bergerak, mencari makan dan beristirahat.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Tetrapoda
Class : Mammalia
Subclass : Theria
Infraclass : Eutheria
Order : Carnivora
Suborder : Feliformia
Family : Viverridae
Subfamily : Paradoxurinae
Genus : Arctictis
Species : Arctictis binturong
Subspecies : Arctictis binturong menglaensis Wang & Li, 1987 — sinonim junior
Included & Paleo Species : (-)
Paleo Species : (-)
SubSpecies :
8
Arctictis binturong albifrons
Arctictis binturong binturong
Arctictis binturong gairdneri
Arctictis binturong kerkhoveni
Arctictis binturong menglaensis
Arctictis binturong niasensis
Arctictis binturong pageli
Arctictis binturong penicillatus
Arctictis binturong whitei
XBread Species : (-)
Status Konservasi
(IUCN/: Vulnerable (VU)
CITES : (-)
Morfologi :
Fisiologi :
Tubuh : Binturong memiliki tubuh besar dan memanjang, ditutupi
Bulu/Rambut : rambut hitam hingga hitam kecokelatan yang panjang dan kasar.
Wajah : Wajahnya relatif lebar dengan telinga kecil membulat dan memiliki jumbai rambut. Ekor : ekornya yang panjang dan prehensil, sehingga dapat digunakan untuk membantu mencengkeram atau menstabilkan tubuh ketika bergerak di antara cabang.
Pencernaan : sistem pencernaan dan gigi yang memungkinkan pemanfaatan makanan yang beragam. Meskipun termasuk Order Carnivora, pola makannya tidak terbatas pada daging dan mencakup proporsi besar buah-buahan.
Ekologi (Tingkah Laku) : Umumnya aktif pada malam hari dan banyak menghabiskan waktu di pepohonan. Binturong dapat bergerak secara perlahan di atas cabang dan menggunakan ekornya sebagai alat bantu keseimbangan serta pegangan.
Diet (Makanan) : Buah-buahan, serangga, telur, burung kecil, mamalia kecil, ikan, daun dan bagian tumbuhan lainnya. Bangkai juga dapat dimanfaatkan secara oportunistik.
Diet (Makanan) : Buah-buahan, terutama buah yang tersedia di kanopi hutan, serta telur, serangga, burung kecil, mamalia kecil dan berbagai sumber makanan lain. Binturong dikenal sebagai omnivora dengan kecenderungan kuat memanfaatkan buah.
Reproduksi : Vivipar.
Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun
Jumlah Anak/Telur :
Masa Hidup (Lifespan) :
Alam liar : (-)
Penangkaran (-)
Notes :
Etimologi : Nama genus Arctictis berasal dari unsur bahasa Yunani yang berkaitan dengan arktos yang berarti “beruang” dan iktis yang merujuk pada civet. Nama tersebut menggambarkan penampilan binturong yang secara historis dianggap memiliki kombinasi karakter menyerupai beruang dan civet. Epitet menglaensis merupakan nama geografis yang merujuk pada Mengla, wilayah di Provinsi Yunnan, Tiongkok, yang berkaitan dengan asal takson tersebut.
Informasi Taksonomi Penting : Arctictis binturong menglaensis dideskripsikan oleh Wang & Li pada 1987 sebagai subspesies binturong. Dalam klasifikasi yang lebih lama, nama ini digunakan untuk membedakan populasi geografis tertentu di wilayah Yunnan. Namun, perlakuan taksonomi modern yang digunakan ITIS menetapkan A. b. menglaensis sebagai invalid – junior synonym dengan nama yang dianggap valid adalah Arctictis binturong binturong.
ITIS juga mencantumkan A. b. menglaensis sebagai salah satu sinonim di bawah Arctictis binturong binturong, bersama beberapa nama historis lainnya seperti A. b. kerkhoveni, A. b. penicillatus dan A. b. whitei.
Pada tingkat yang lebih tinggi, Arctictis binturong sendiri tetap merupakan spesies valid dalam genus Arctictis, Family Viverridae dan Subfamily Paradoxurinae.
Binturong berperan penting dalam ekosistem hutan tropis sebagai pemakan buah dan penyebar biji. Pergerakannya di antara pepohonan membantu membawa biji dari satu lokasi ke lokasi lainnya dan berkontribusi terhadap regenerasi vegetasi hutan. Karena keberadaannya sangat berkaitan dengan habitat berhutan, perlindungan hutan tropis juga penting bagi kelangsungan populasi binturong.
Status konservasi yang diberikan pada tingkat spesies perlu dibedakan dari status menglaensis sebagai nama takson historis. Dengan demikian, tidak tepat memberikan kategori IUCN tersendiri kepada A. b. menglaensis. Nama menglaensis memiliki nilai geografis karena mengabadikan nama Mengla, wilayah di Yunnan, Tiongkok. Binturong sendiri merupakan satu-satunya spesies yang masih hidup dalam genus Arctictis. Meskipun sering disebut bearcat, binturong bukan beruang dan bukan pula kucing, melainkan anggota Family Viverridae.
Binturong mempunyai salah satu adaptasi arboreal paling menarik pada kelompoknya, yaitu ekor prehensil. Ekor tersebut dapat membantu tubuh tetap stabil ketika hewan bergerak di antara cabang pohon. Binturong juga dikenal memiliki aroma urin yang khas dan sering dibandingkan dengan aroma popcorn.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Link Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id474617/
https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=726482#null
Penulis : Mas Tahzain
Editor : Agung Monche
Foto By : (-)