Arctictis binturong ssp. kerkhoveni

Arctictis binturong ssp. kerkhoveni

Arctictis binturong ssp. kerkhoveni

Mamalia
Sabtu, 10 Oktober 2026
Dsn Mamalia
6 Views

26 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Arctictis binturong kerkhoveni 

Nama English : Binturong / Bearcat

Nama Lokal : Binturong Bangka


 

Penemu / Deskripsi Ilmiah : H. J. V. Sody, 1936


 

Sinonim : 

Arctictis binturong kerkhoveni Sody, 1936


 

Biogeografi : Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Lokasi tipe historis tercatat sebagai Banka Island (Bangka Island). Spesimen holotipe tercatat dengan nomor RMNH.MAM.33739.


 

Ekologi (Habitat) : Hutan tropis, hutan sekunder dan kawasan berhutan dengan tutupan vegetasi yang cukup. Sebagai binturong, bentuk ini beradaptasi kuat terhadap kehidupan arboreal dan banyak menggunakan tajuk pohon.


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Subphylum : Vertebrata

Infraphylum : Gnathostomata

Superclass : Tetrapoda

Class : Mammalia

Subclass : Theria

Infraclass : Eutheria

Order : Carnivora

Suborder : Feliformia

Family : Viverridae

Subfamily : Paradoxurinae

Genus : Arctictis 

Species : Arctictis binturong 

Subspecies : Arctictis binturong kerkhoveni 


 

Included & Paleo Species : (-) 

Paleo Species : (-)

SubSpecies :
8

Arctictis binturong albifrons 

Arctictis binturong binturong

Arctictis binturong gairdneri 

Arctictis binturong kerkhoveni

Arctictis binturong menglaensis 

Arctictis binturong niasensis 

Arctictis binturong pageli

 Arctictis binturong penicillatus 

 Arctictis binturong whitei 


 

XBread Species : (-)


 

Status Konservasi 

(IUCN/:  Vulnerable (VU)

CITES : (-) 


 

Morfologi :


 

 Fisiologi :

Tubuh : Binturong memiliki tubuh besar dan memanjang, ditutupi 

Bulu/Rambut : rambut hitam hingga hitam kecokelatan yang panjang dan kasar. 

Wajah : Wajahnya relatif lebar dengan telinga kecil membulat dan memiliki jumbai rambut. Ekor :  ekornya yang panjang dan prehensil, sehingga dapat digunakan untuk membantu mencengkeram atau menstabilkan tubuh ketika bergerak di antara cabang.

 Pencernaan : sistem pencernaan dan gigi yang memungkinkan pemanfaatan makanan yang beragam. Meskipun termasuk Order Carnivora, pola makannya tidak terbatas pada daging dan mencakup proporsi besar buah-buahan.



 

Ekologi (Tingkah Laku) : Umumnya aktif pada malam hari dan banyak menghabiskan waktu di pepohonan. Binturong dapat bergerak secara perlahan di atas cabang dan menggunakan ekornya sebagai alat bantu keseimbangan serta pegangan.


 

Diet (Makanan) : Buah-buahan, serangga, telur, burung kecil, mamalia kecil, ikan, daun dan bagian tumbuhan lainnya. Bangkai juga dapat dimanfaatkan secara oportunistik.


 

Diet (Makanan) : Buah-buahan, terutama buah yang tersedia di kanopi hutan, serta telur, serangga, burung kecil, mamalia kecil dan berbagai sumber makanan lain. Binturong dikenal sebagai omnivora dengan kecenderungan kuat memanfaatkan buah.


 

Reproduksi : Vivipar. 

Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun

Jumlah Anak/Telur : 


 

Masa Hidup (Lifespan) : 

Alam liar : (-) 

Penangkaran (-)


 

Notes :

Etimologi : Nama genus Arctictis berasal dari bahasa Yunani, berkaitan dengan arktos yang berarti beruang dan iktis yang merujuk pada civet, menggambarkan penampilan unik binturong yang secara historis dianggap menyerupai perpaduan beruang dan civet. Epitet kerkhoveni merupakan nama penghormatan yang diberikan H. J. V. Sody pada 1936 ketika mendeskripsikan bentuk binturong dari Pulau Bangka. Nama tersebut digunakan sebagai epitet taksonomi untuk membedakan populasi Bangka dalam klasifikasi lama. Arctictis binturong kerkhoveni dideskripsikan oleh H. J. V. Sody pada 1936. Mammal Diversity Database mencatat holotipenya sebagai RMNH.MAM.33739 dengan lokasi tipe Banka Island (Pulau Bangka), Indonesia. Dalam sejarah taksonomi, nama ini digunakan sebagai subspesies binturong Bangka. Namun, perlakuan taksonomi modern tidak mempertahankannya sebagai subspesies yang valid. ITIS secara eksplisit menetapkan A. b. kerkhoveni sebagai invalid – junior synonym dan memberikan Arctictis binturong binturong sebagai nama yang valid. Menariknya, ITIS masih menampilkan A. b. kerkhoveni dalam hierarki sebagai salah satu nama turunan di bawah Arctictis binturong, tetapi status nomenklaturnya berbeda dengan nama A. b. binturong yang dinyatakan valid. Binturong mempunyai peran ekologis penting di hutan tropis sebagai pemakan buah dan penyebar biji. Pergerakannya di antara pepohonan memungkinkan biji tumbuhan berpindah dari pohon induk dan membantu regenerasi vegetasi. Karena membutuhkan kawasan berhutan dan menghadapi tekanan seperti kehilangan habitat serta perburuan, konservasi populasi binturong juga berkaitan dengan perlindungan ekosistem hutan tempatnya hidup. Status Vulnerable (VU) pada tingkat spesies menunjukkan bahwa konservasi habitat tetap penting bagi seluruh populasi binturong. Pulau Bangka menjadi bagian penting dalam sejarah taksonomi binturong karena dari wilayah inilah spesimen tipe A. b. kerkhoveni berasal. Binturong sendiri merupakan satu-satunya spesies yang masih hidup dalam genus Arctictis. Ia bukan beruang maupun kucing meskipun nama Inggrisnya bearcat. Binturong juga memiliki kemampuan luar biasa menggunakan ekornya yang prehensil untuk membantu memanjat dan berpindah di kanopi hutan. Binturong juga terkenal karena aroma urinnya yang khas dan sering digambarkan menyerupai popcorn. Aroma tersebut berkaitan dengan komunikasi kimia dan penandaan wilayah.


 

Sumber Pustaka : 

GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.

​GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

​MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.

​GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.

​GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.

​​GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.

​GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 40.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

​GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

​GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

​MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.

​MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).

​MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

​MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).

​MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

​MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).

GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air


 

Link Referensi :

https://www.biolib.cz/en/taxon/id474616/

https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=726481#null


 

Penulis : Mas Tahzain

Editor : Agung Monche

Foto By : (-)