26 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Arctictis binturong kerkhoveni
Nama English : Binturong / Bearcat
Nama Lokal : Binturong Bangka
Penemu / Deskripsi Ilmiah : H. J. V. Sody, 1936
Sinonim :
Arctictis binturong kerkhoveni Sody, 1936
Biogeografi : Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia. Lokasi tipe historis tercatat sebagai Banka Island (Bangka Island). Spesimen holotipe tercatat dengan nomor RMNH.MAM.33739.
Ekologi (Habitat) : Hutan tropis, hutan sekunder dan kawasan berhutan dengan tutupan vegetasi yang cukup. Sebagai binturong, bentuk ini beradaptasi kuat terhadap kehidupan arboreal dan banyak menggunakan tajuk pohon.
Taksonomi & Klasifikasi :
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Subphylum : Vertebrata
Infraphylum : Gnathostomata
Superclass : Tetrapoda
Class : Mammalia
Subclass : Theria
Infraclass : Eutheria
Order : Carnivora
Suborder : Feliformia
Family : Viverridae
Subfamily : Paradoxurinae
Genus : Arctictis
Species : Arctictis binturong
Subspecies : Arctictis binturong kerkhoveni
Included & Paleo Species : (-)
Paleo Species : (-)
SubSpecies :
8
Arctictis binturong albifrons
Arctictis binturong binturong
Arctictis binturong gairdneri
Arctictis binturong kerkhoveni
Arctictis binturong menglaensis
Arctictis binturong niasensis
Arctictis binturong pageli
Arctictis binturong penicillatus
Arctictis binturong whitei
XBread Species : (-)
Status Konservasi
(IUCN/: Vulnerable (VU)
CITES : (-)
Morfologi :
Fisiologi :
Tubuh : Binturong memiliki tubuh besar dan memanjang, ditutupi
Bulu/Rambut : rambut hitam hingga hitam kecokelatan yang panjang dan kasar.
Wajah : Wajahnya relatif lebar dengan telinga kecil membulat dan memiliki jumbai rambut. Ekor : ekornya yang panjang dan prehensil, sehingga dapat digunakan untuk membantu mencengkeram atau menstabilkan tubuh ketika bergerak di antara cabang.
Pencernaan : sistem pencernaan dan gigi yang memungkinkan pemanfaatan makanan yang beragam. Meskipun termasuk Order Carnivora, pola makannya tidak terbatas pada daging dan mencakup proporsi besar buah-buahan.
Ekologi (Tingkah Laku) : Umumnya aktif pada malam hari dan banyak menghabiskan waktu di pepohonan. Binturong dapat bergerak secara perlahan di atas cabang dan menggunakan ekornya sebagai alat bantu keseimbangan serta pegangan.
Diet (Makanan) : Buah-buahan, serangga, telur, burung kecil, mamalia kecil, ikan, daun dan bagian tumbuhan lainnya. Bangkai juga dapat dimanfaatkan secara oportunistik.
Diet (Makanan) : Buah-buahan, terutama buah yang tersedia di kanopi hutan, serta telur, serangga, burung kecil, mamalia kecil dan berbagai sumber makanan lain. Binturong dikenal sebagai omnivora dengan kecenderungan kuat memanfaatkan buah.
Reproduksi : Vivipar.
Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun
Jumlah Anak/Telur :
Masa Hidup (Lifespan) :
Alam liar : (-)
Penangkaran (-)
Notes :
Etimologi : Nama genus Arctictis berasal dari bahasa Yunani, berkaitan dengan arktos yang berarti beruang dan iktis yang merujuk pada civet, menggambarkan penampilan unik binturong yang secara historis dianggap menyerupai perpaduan beruang dan civet. Epitet kerkhoveni merupakan nama penghormatan yang diberikan H. J. V. Sody pada 1936 ketika mendeskripsikan bentuk binturong dari Pulau Bangka. Nama tersebut digunakan sebagai epitet taksonomi untuk membedakan populasi Bangka dalam klasifikasi lama. Arctictis binturong kerkhoveni dideskripsikan oleh H. J. V. Sody pada 1936. Mammal Diversity Database mencatat holotipenya sebagai RMNH.MAM.33739 dengan lokasi tipe Banka Island (Pulau Bangka), Indonesia. Dalam sejarah taksonomi, nama ini digunakan sebagai subspesies binturong Bangka. Namun, perlakuan taksonomi modern tidak mempertahankannya sebagai subspesies yang valid. ITIS secara eksplisit menetapkan A. b. kerkhoveni sebagai invalid – junior synonym dan memberikan Arctictis binturong binturong sebagai nama yang valid. Menariknya, ITIS masih menampilkan A. b. kerkhoveni dalam hierarki sebagai salah satu nama turunan di bawah Arctictis binturong, tetapi status nomenklaturnya berbeda dengan nama A. b. binturong yang dinyatakan valid. Binturong mempunyai peran ekologis penting di hutan tropis sebagai pemakan buah dan penyebar biji. Pergerakannya di antara pepohonan memungkinkan biji tumbuhan berpindah dari pohon induk dan membantu regenerasi vegetasi. Karena membutuhkan kawasan berhutan dan menghadapi tekanan seperti kehilangan habitat serta perburuan, konservasi populasi binturong juga berkaitan dengan perlindungan ekosistem hutan tempatnya hidup. Status Vulnerable (VU) pada tingkat spesies menunjukkan bahwa konservasi habitat tetap penting bagi seluruh populasi binturong. Pulau Bangka menjadi bagian penting dalam sejarah taksonomi binturong karena dari wilayah inilah spesimen tipe A. b. kerkhoveni berasal. Binturong sendiri merupakan satu-satunya spesies yang masih hidup dalam genus Arctictis. Ia bukan beruang maupun kucing meskipun nama Inggrisnya bearcat. Binturong juga memiliki kemampuan luar biasa menggunakan ekornya yang prehensil untuk membantu memanjat dan berpindah di kanopi hutan. Binturong juga terkenal karena aroma urinnya yang khas dan sering digambarkan menyerupai popcorn. Aroma tersebut berkaitan dengan komunikasi kimia dan penandaan wilayah.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 40.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.
MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).
MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).
MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Link Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id474616/
https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt?search_topic=TSN&search_value=726481#null
Penulis : Mas Tahzain
Editor : Agung Monche
Foto By : (-)