Arctictis binturong SSP. gairdneri

Arctictis binturong SSP. gairdneri

Arctictis binturong SSP. gairdneri

Mamalia
Sabtu, 10 Oktober 2026
Dsn Mamalia
5 Views

26 / SEPTEMBER / 2026 | KAMUS SATWA PARAMIDSN


 

Nama Ilmiah : Arctictis binturong gairdneri 

Nama English : Binturong / Bearcat

Nama Lokal : Binturong


 

Penemu  : Oldfield Thomas, 1916


 

Sinonim : 

Arctictis gairdneri O. Thomas, 1916


 

Biogeografi : Thailand bagian barat daya dan wilayah Asia Tenggara daratan, berdasarkan asal spesimen tipe historis.


 

Ekologi (Habitat) : Hutan tropis, hutan sekunder dan kawasan berhutan dengan tutupan tajuk yang baik. Binturong merupakan mamalia arboreal yang banyak beraktivitas di pepohonan.


 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Subphylum : Vertebrata

Infraphylum : Gnathostomata

Superclass : Tetrapoda

Class : Mammalia

Subclass : Theria

Infraclass : Eutheria

Order : Carnivora

Suborder : Feliformia

Family : Viverridae

Subfamily : Paradoxurinae

Genus : Arctictis 

Species : Arctictis binturong (

Subspecies : Arctictis binturong gairdneri (Thomas, 1916) — sinonim historis


 

Included & Paleo Species : (-) 

Paleo Species : (-)

SubSpecies :
8

Arctictis binturong albifrons 

Arctictis binturong binturong

Arctictis binturong gairdneri 

Arctictis binturong kerkhoveni

Arctictis binturong menglaensis 

Arctictis binturong niasensis 

Arctictis binturong pageli

 Arctictis binturong penicillatus 

 Arctictis binturong whitei 


 

XBread Species : (-)


 

Status Konservasi : 

 (IUCN : Vulnerable (VU) pada 


 

Morfologi :

Panjang : (-) 

Tinggi : (-) 

Berat : (-) 

 

Fisiologi :

Tubuh : Binturong memiliki tubuh besar dan memanjang, ditutupi 

Bulu/Rambut : rambut hitam hingga hitam kecokelatan yang panjang dan kasar. 

Wajah : Wajahnya relatif lebar dengan telinga kecil membulat dan memiliki jumbai rambut. Ekor :  ekornya yang panjang dan prehensil, sehingga dapat digunakan untuk membantu mencengkeram atau menstabilkan tubuh ketika bergerak di antara cabang.

 Pencernaan : sistem pencernaan dan gigi yang memungkinkan pemanfaatan makanan yang beragam. Meskipun termasuk Order Carnivora, pola makannya tidak terbatas pada daging dan mencakup proporsi besar buah-buahan.


 

Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal/Arboreal/Soliter.


 

Diet (Makanan) : Buah-buahan, terutama buah yang tersedia di kanopi hutan, serta telur, serangga, burung kecil, mamalia kecil dan berbagai sumber makanan lain. Binturong dikenal sebagai omnivora dengan kecenderungan kuat memanfaatkan buah.


 

Reproduksi : Vivipar. 

Musim Reproduksi : Sepanjang Tahun

Jumlah Anak/Telur : 


 

Masa Hidup (Lifespan) : 

Alam liar : (-) 

Penangkaran (-) 


 

Notes : Etimologi Nama genus Arctictis diberikan oleh Coenraad Jacob Temminck pada 1824 dan berasal dari unsur bahasa Yunani yang merujuk pada beruang (arktos) dan cerpelai/civet (iktis), menggambarkan penampilan binturong yang dianggap menyerupai gabungan karakter beruang dan kelompok civet. Epitet gairdneri diberikan Oldfield Thomas pada 1916 sebagai nama spesifik untuk bentuk binturong yang dideskripsikannya dari wilayah Siam (Thailand sekarang). Arctictis binturong gairdneri memiliki sejarah penting dalam taksonomi binturong. Oldfield Thomas awalnya mendeskripsikan bentuk tersebut sebagai Arctictis gairdneri pada 1916. Spesimen tipe berasal dari Sai Yoke, Thailand barat daya, dekat perbatasan Tenasserim. Dalam literatur taksonomi berikutnya nama tersebut digunakan sebagai salah satu bentuk geografis/subspesies binturong, tetapi Mammal Diversity Database sekarang mencatat Arctictis gairdneri sebagai sinonim dari Arctictis binturong. ITIS saat ini juga mengakui Arctictis binturong sebagai spesies valid dalam genus Arctictis, Family Viverridae, Subfamily Paradoxurinae. ITIS mencantumkan sejumlah subspesies dalam struktur taksonominya, sehingga terdapat perbedaan perlakuan antara basis data taksonomi. Binturong memiliki peran penting dalam ekosistem hutan tropis sebagai pemakan buah dan penyebar biji. Biji yang tertelan dapat berpindah dari pohon induk melalui pergerakan binturong sehingga membantu regenerasi vegetasi hutan. Karena sangat bergantung pada habitat berhutan, keberadaan binturong juga berkaitan dengan kualitas dan kontinuitas ekosistem hutan. Pada tingkat spesies, Arctictis binturong berstatus Vulnerable (VU) menurut IUCN. Binturong sering disebut “bearcat”, tetapi bukan beruang maupun kucing. Hewan ini merupakan anggota Family Viverridae, kelompok yang juga mencakup berbagai jenis civet. Keunikan lainnya adalah ekornya yang dapat digunakan sebagai alat bantu mencengkeram cabang. Binturong juga terkenal memiliki aroma urin yang sering dideskripsikan menyerupai popcorn yang baru dimasak.


 

Sumber Pustaka : 

GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.

​GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

​MML-EBDH-2 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 2.

​GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8-93.

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-HDITL-BA (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Binatang Air

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 61

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 175.

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 194-206.

​GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6-47.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 5-27.

​​GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.

​GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 40.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

​GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 51-72.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

​GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

​MML-ESS-8 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia.

​MML-PAL- PMT (1979) — Pustaka Alam Life Primata (Edisi Cetak 1979-1987).

​MML-PAL-(1979) — Pustaka Alam Life Mamalia (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

​MML-EISF-M1-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 (1989).

​MML-EISF-M2-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 2 (1989).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

MML-BPD-MAM (2012)— Buku Pintar Dunia: Mamalia (Lebih Dekat dengan Makhluk Menyusui)

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

​MML-EHBR-M (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti).

GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air



 

Link Referensi :

https://www.biolib.cz/en/taxon/id928996/


 

Penulis : Mas Tahzain

Editor : Agung Monche

Foto By : (-)