Apteryx owenii

Apteryx owenii

Apteryx owenii

Aves (Burung)
Rabu, 17 September 2025
Ali Maruf
111 Views

18/SEPTEMBER/2025 - 01.50 | PARAMIDSN

 

Nama Ilmiah : Apteryx owenii 

Nama English : Little Spotted Kiwi 

Nama Lokal :  Kiwi totol kecil 

 

Penemu : Gould, 1847

 

Sinonim :

 Kiwi owenii (Gould, 1847)

 Stictapteryx owenii (Gould, 1847)

 Stictapteryx owenii owenii (Gould, 1847)

Apteryx mollis Potts , 1873.

Apteryx fusca Rowley , 1875.

Pseudapteryx gracilis Lydekker , 1891.

Apteryx oweni occidentalis Rothschild ,1893.

Apteryx occidentalis Rothschild,1893.

Apteryx australis occidentalis Rothschild, 1893.

Stictapteryx owenii iredalei Mathews , 1935.
 

Biogeografi : New Zealand (Pulau Kapiti) 

 

Ekologi (Habitat) : 

- Habitat Terbuka, Padang Rumput, Moor, Alang-Alang, Savana, Ladang Semak. 

- Hutan Tropis & Hutan Hujan. 

 

Taksonomi & Klasifikasi :

Kingdom: Animalia

Phylum: Chordata

Class: Aves

Infraclass: Palaeognathae

Order: Apterygiformes

Family: Apterygidae

Genus: Apteryx

Species:  Apteryx owenii

 

Included & Paleo species/ : 5/1

- species Apteryx australis (Shaw, 1813), Southern Brown Kiwi. 

- species Apteryx mantelli (A. D. Bartlett, 1852) North Island Brown Kiwi. 

- species Apteryx maxima (Sclater & Hochstetter, 1861) Great Spotted Kiwi. 

- species Apteryx owenii Gould, 1847 - Little Spotted Kiwi. 

- species Apteryx rowi (A. J. D. Tennyson, R. L. Palma, H. A. Robertson, T. H. Worthy & B. Gill, 2003) Okarito Kiwi. 
 

Paleo Spesies : 

- species Apteryx littoralis (Tennyson & Tomotani, 2021).

 

Subspesies : 

-Apteryx owenii. owenii (Gould, 1847 ), South Island little spotted kiwi. 

-Apteryx owenii. iredalei (Mathews, 1935) North Island little spotted kiwi. 

 

Status Konservasi: 

IUCN : NT (Near Threatened/Hampir terancam

CITES : Appendix I (Perdagangan internasional sangat dilarang).

 

Morfologi : 

Tinggi :Sekitar 25 cm 

Panjang : 35-45cm

Berat : 0,9kg - 1,9kg

 

Fisiologi :

Kepala : Kecil dengan tengkorak yang kuat. Memiliki lubang hidung (nostril) yang unik karena terletak di ujung paruh, bukan di pangkalnya. Ini memungkinkan mereka mengendus mangsa di bawah tanah.

Bulu : Bulunya sangat lebat, lembut, dan berwarna abu-abu pucat berbintik atau bergaris halus dengan warna putih. 

Warna : Dasar abu-abu pucat dengan pola totol-totol atau garis melintang putih yang memberikan efek kamuflase sempurna di lantai hutan yang gelap.

Paruh : Panjang, sedikit melengkung ke bawah. 

Mata : Kecil dan kurang berfungsi baik karena mereka lebih mengandalkan penciuman. 

Sayap : Sangat kecil dan tidak digunakan untuk terbang, serta tersembunyi di balik bulu. 

Kaki : Sangat kuat dan berotot, berwarna pucat atau kecokelatan. Kaki ini digunakan untuk berlari cepat dan menggali tanah atau batang pohon yang membusuk.

Jari : Memiliki empat jari pada setiap kaki (tiga menghadap ke depan, satu jempol kecil di belakang) dengan cakar tajam untuk menggali.

 

Ekologi (Tingkah Laku) : Nokturnal : aktif pada malam hari.

 

Diet (Makanan) : Cacing tanah, larva kumbang kokchafer , ulat bulu, larva lalat bangau , dan laba-laba

 

Reproduksi : Ovipar

Musim Reproduksi : Juli - Januari

Jumlah anak/Telur : 1-2 Telur

 

(Longevity) Masa Hidup : 

Alam liar :20 - 30 tahun

Penangkaran : 40 tahun

 

Notes : Burung ini endemik di Selandia Baru, dan pada masa pra-Eropa terdapat di kedua pulau utama, tetapi sekarang sebagian besar terbatas di sejumlah pulau kecil lepas pantai dan cagar alam di daratan yang dilindungi. Kiwi tutul kecil berada di ambang kepunahan ketika upaya konservasi dilakukan 100 tahun yang lalu. Lima individu dipindahkan dari Pulau Selatan ke Pulau Kapiti . Kini, populasi Pulau Kapiti telah bertambah, menjadi sekitar 1.200 ekor. Mereka dianggap punah di daratan, tanpa penampakan sejak tahun 1978, hingga ditemukan kembali di alam liar pada tahun 2025. Mereka mengalami Dimorfisme Seksual  Betina secara signifikan lebih besar dan lebih berat daripada jantan, sebuah ciri khas yang lazim pada keluarga Apterygidae. Mereka memiliki suhu tubuh sekitar 38°C, lebih rendah dibandingkan kebanyakan burung lainnya, yang menunjukkan karakteristik primitif yang mirip mamalia.​Suara yang "Horror": Salah satu ciri paling mencolok dari Apteryx owenii adalah suaranya. Di tengah kegelapan hutan Selandia Baru, jantan mengeluarkan pekikan yang sangat nyaring, tinggi, dan berulang-ulang yang terdengar seperti teriakan histeris atau jeritan hantu. Suara betina terdengar lebih berat dan parau, menciptakan suasana yang mencekam bagi siapa pun yang mendengarnya di malam hari. Secara proporsional, Kiwi memiliki telur terbesar di dunia jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Satu telur kiwi totol kecil bisa mencapai 15-20% dari berat badan sang ibu. Ini setara dengan seorang manusia yang melahirkan bayi berusia 4 tahun. Mereka adalah satu-satunya burung di dunia yang diketahui memiliki indra penciuman yang sangat berkembang. Mereka dapat mendeteksi gerakan cacing tanah di kedalaman beberapa sentimeter di bawah permukaan tanah hanya melalui bau. Bulu mereka tidak memiliki kait (barbicels) seperti burung pada umumnya, sehingga tidak bisa digunakan untuk terbang. Teksturnya lebih mirip rambut kasar atau bulu mamalia, yang berfungsi sebagai pelindung saat mereka menyelinap di semak berduri.
 

Sumber Pustaka :

 ​GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 98-144.

GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.

AVS-EBDH-3 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 3.

GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 94-124.

GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG

GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup

GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang

GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 58

GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang 

GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar

GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita

GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna

GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 149.

GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 188-190.

GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 48-71.

GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 28-37.

​​GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 26-39.

GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 46-64.

GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern  Pantai Laut hlm 38.

GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang

GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 45-50.

GEN-SPS-CHH (2005) — ​Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.

AVS-EAA-DB-1 (2005) — Ensiklopedia Anak-Anak: Dunia Burung Jilid 1.

GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 192-237.

GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.

AVS-ESS-4 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 4 Burung.

AVS-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Burung (Edisi Cetak 1979-1987).

GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi

GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.

GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.

AVS-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Burung (Edisi Cetak 1989).

GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.

GEN-BPD-DBS (2012)—Buku Pintar Dunia: Dunia Burung dan Serangga (Mengenal Fakta Sains dan Keunikannya).

GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia

GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.

GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)

GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)

GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)

AVS-EHBR-A (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Burung/Aves (Alya Fathiya).

AVS-PS-42BO (2010)—Memelihara 42 Burung Ocehan Populer.

 

Referensi :

 https://en.m.wikipedia.org/wiki/Little_spotted_kiwi

https://www.biolib.cz/en/taxon/id8326/

https://www.inaturalist.org/taxa/20491-Apteryx-owenii

 

Penulis : Ali Setyaki 

Editor : Suaizam

Foto By : app inaturalist | Peter de Lange