19/Desember/2025-03.00 | Redaksi PARAMIDSN
Surabaya,Paramidsn.com-Kisah Kenny, seekor harimau putih albino yang dikenal sebagai harimau pertama di dunia yang didiagnosis mengidap sindrom Down, telah menjadi pengingat yang kuat tentang dampak buruk praktik perkawinan sedarah (inbreeding) dalam penangkaran. Keberadaan Kenny menyoroti konsekuensi tidak etis dari manipulasi genetik demi mendapatkan hewan yang dianggap "eksotis" untuk pameran.
Kenny terlahir dengan kombinasi langka antara albinisme—yang memberinya bulu seputih salju dan mata pucat—dan kelainan genetik yang menyerupai sindrom Down pada manusia. Kondisi ini muncul akibat minimnya keragaman genetik (inbreeding depression) yang dipicu oleh praktik perkawinan sedarah yang intensif di fasilitas penangkaran.
Harimau Unik yang Memikat
Berbeda dari citra harimau pada umumnya, Kenny memiliki ekspresi yang lembut dan penampilan yang mencolok. Sindrom Down yang dialaminya memengaruhi tonus otot, perilaku, dan kemampuan belajarnya. Meskipun demikian, staf suaka margasatwa mencatat bahwa Kenny tetap menunjukkan kecerdasan, rasa ingin tahu, dan naluri alami yang menjadi ciri khas spesiesnya.
Saat ini, Kenny menerima perawatan khusus dan pengawasan ketat di suaka margasatwa. Lingkungan yang disediakan dirancang agar aman dan penuh perhatian, memungkinkannya untuk bermain, tumbuh, dan mengekspresikan diri tanpa tekanan lingkungan liar atau eksploitasi.
Pelajaran Berharga tentang Etika Konservasi
Kisah hidup Kenny bukan sekadar catatan tentang hewan langka, melainkan sebuah seruan penting bagi dunia konservasi. Kehadirannya menjadi simbol nyata akan risiko genetik yang melekat pada populasi tertutup dan betapa vitalnya menjaga etika dalam program pembiakan.
Melalui perjuangan hidupnya, Kenny mengajarkan kita tentang empati, ketahanan, dan pentingnya menghargai integritas alam. Ia mewakili kerentanan satwa liar ketika genetika mereka dimanipulasi untuk kepentingan manusia.
Penulis : Dila
Editor : Aji Jipang
Foto By : Unionpost