Mamalia

Hanya 90 yang Selamat! Paus Pembunuh Palsu Terdampar di Tasmania: Akses Sulit Hambat Penyelamatan.

Hanya 90 yang Selamat! Paus Pembunuh Palsu Terdampar di Tasmania: Akses Sulit Hambat Penyelamatan.

  • Kategori: Mamalia
  • Dipublikasikan: 12 Des 2025

12/Desember/2025-00.16 | Redaksi PARAMIDSN

‎‎Surabaya,Paramidsn.com-TASMANIA, AUSTRALIA Insiden terdampar massal yang memprihatinkan telah terjadi di pantai terpencil di Tasmania, Australia, di mana lebih dari 150 ekor Paus Pembunuh Palsu (false killer whale) ditemukan. Mamalia yang sebenarnya termasuk dalam spesies lumba-lumba besar ini ditemukan pada Selasa sore (waktu setempat).

‎​Menurut para pejabat, diperkirakan sebagian dari hewan-hewan tersebut mungkin telah terdampar hingga 48 jam sebelum penemuan pada Rabu dini hari.

‎Upaya Penyelamatan Penuh Tantangan

‎​Brendon Clark, petugas penghubung untuk Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Tasmania, mengonfirmasi bahwa dari 157 lumba-lumba yang terdampar, hanya sekitar 90 ekor yang tampaknya masih hidup.

‎​Clark menyatakan bahwa pihak berwenang tengah berjuang menghadapi tantangan besar dalam upaya penyelamatan.

‎​"Kami telah mengirim para pakar ke lokasi sekarang ini untuk melakukan penilaian dan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk menentukan metodologi apa yang akan diimplementasikan untuk mencoba dan menemukan tanggapan yang sesuai dan manusiawi terhadap insiden yang sangat menantang ini," kata Clark.

‎Tantangan utama yang dihadapi oleh tim penyelamat meliputi:

‎• ​Akses Sulit: Lokasi pantai yang sangat terpencil.

‎• ​Kondisi Lingkungan: Kondisi lautan yang tidak menentu.

‎• ​Logistik: Kesulitan mendatangkan peralatan khusus ke wilayah terpencil tersebut.

‎​Pihak berwenang belum memastikan apakah ada di antara lumba-lumba tersebut yang dapat dikembalikan ke laut dengan aman.

‎​Insiden terdamparnya Paus Pembunuh Palsu di Tasmania ini merupakan kejadian pertama sejak tahun 1974.

Referensi:https://www.voaindonesia.com/a/lebih-dari-150-paus-pembunuh-palsu-terdampar-di-pantai-tasmania/7980514.html

‎‎Penulis:Dila

Editor:Aji Jipang

Foto By:Jocelyn Flint via AP 2025.