Oktober, 25 2025-20.32| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya, paramidsn.com -
Para ilmuwan kelautan kembali mengungkap rahasia dari kedalaman laut tropis dengan diketemukannya sebuah spesies ikan karang baru, Chromis abadhah berhasil diidentifikasi di perairan atol Maladewa pada kedalaman lebih dari 100 meter yang menjadikannya salah satu spesies damselfish penghuni terumbu karang mesofotik yang jarang ditemukan. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ZooKeys pada akhir tahun 2024 oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Dr. Yi-Kai Tea dari Australian Museum Research Institute dan kolaborator dari Maldives Marine Research Institute.
Spesies Chromis abadhah tergolong kecil dengan panjang tubuh sekitar tujuh sentimeter, namun menampilkan warna merah keoranyean yang mencolok dan berbeda dengan mayoritas anggota genus Chromis yang biasanya berwarna biru atau kehijauan. Warna unik ini menjadi salah satu ciri utama yang membantu peneliti membedakannya dari kerabat dekat seperti Chromis ternatensis dan Chromis margaritifer. Dalam bahasa lokal Maladewa, “abadhah” berarti “merah menyala” yang kemudian diadopsi menjadi nama spesies untuk menggambarkan keindahan warna tubuh ikan ini di bawah cahaya biru laut dalam.
Peneliti menemukan Chromis abadhah hidup di zona mesofotik, yakni area terumbu karang yang masih menerima sedikit cahaya matahari pada kedalaman 100 hingga 120 meter. Habitat ini dikenal sulit dijangkau karena tekanan air yang tinggi dan pencahayaan terbatas sehingga eksplorasinya memerlukan teknologi penyelaman canggih seperti rebreather system dan kamera bawah air resolusi tinggi. Tim juga mencatat bahwa ikan ini lebih suka bersembunyi di celah karang dan gua batu, serta sering terlihat berkelompok kecil di sekitar dinding terumbu yang curam.
Keberadaan Chromis abadhah menjadi pengingat penting bagi dunia ilmiah bahwa ekosistem laut dalam masih menyimpan banyak misteri. Penemuan spesies ini tidak hanya memperluas pengetahuan tentang keanekaragaman hayati di Samudra Hindia tetapi juga menyoroti pentingnya perlindungan habitat laut dalam yang sering diabaikan dalam kebijakan konservasi. Dr. Tea menyebut bahwa masih banyak spesies karang dan ikan berwarna cerah lain yang menunggu untuk ditemukan di kedalaman serupa di perairan tropis, termasuk di kawasan Indonesia yang memiliki kondisi geologis dan ekologi hampir serupa dengan Maladewa.
Temuan Chromis abadhah menambah daftar panjang spesies baru yang ditemukan dari wilayah Indo-Pasifik, sekaligus memperkuat posisi kawasan ini sebagai pusat megabiodiversitas laut dunia. Dengan semakin majunya teknologi eksplorasi bawah laut, penemuan-penemuan semacam ini diharapkan terus berlanjut untuk membantu memahami bagaimana ekosistem laut dalam beradaptasi, berkembang, dan berperan penting dalam keseimbangan bumi.
Referensi
https://atolltimes.mv/post/news/11079?utm_source=
https://etyfish.org/name-of-the-week2025/?utm_source=
Penulis : Vivi Yunita
Editor : Ali Maruf
Foto By : FishBase