Inverterbrata

Kiwa hirsuta: Kepiting Yeti Misterius dari Dasar Samudra Pasifik

Kiwa hirsuta: Kepiting Yeti Misterius dari Dasar Samudra Pasifik

  • Kategori: Inverterbrata
  • Dipublikasikan: 24 Okt 2025

Oktober, 24 2025-20.02| Redaksi PARAMIDSN

 

 

Surabaya, paramidsn.com -

Di kedalaman gelap Samudra Pasifik yang jauh dari jangkauan cahaya matahari, hidup seekor makhluk laut yang tampak aneh dan memikat perhatian ilmuwan dunia. Spesies itu bernama Kiwa hirsuta atau yang lebih dikenal dengan sebutan “kepiting yeti”. Hewan invertebrata ini pertama kali ditemukan pada tahun 2005 di sekitar ventilasi hidrotermal di dasar laut bagian selatan Pasifik oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Michel Segonzac. Penemuan tersebut sontak menarik perhatian para peneliti kelautan karena penampilannya yang sangat unik dan habitatnya yang ekstrem.

 

Kiwa hirsuta termasuk dalam keluarga baru bernama Kiwaidae dan memiliki panjang tubuh sekitar 15 cm yang memliki ciri paling menonjol adalah tubuhnya yang dilapisi bulu-bulu halus berwarna pirang keemasan di bagian kaki depannya. Bulu-bulu itu sebenarnya adalah struktur mirip rambut yang disebut setae dan berfungsi lebih dari sekadar penampilan. Setae tersebut menjadi tempat tumbuhnya koloni bakteri yang diduga membantu kepiting ini mendapatkan nutrisi di lingkungan yang nyaris tidak memiliki sumber makanan konvensional.

 

Berbeda dari kebanyakan krustasea, Kiwa hirsuta tidak memiliki mata yang berfungsi normal. Ia hidup dalam kegelapan total di sekitar sumber air panas bawah laut yang mengandung belerang, sehingga penglihatannya berevolusi menjadi hampir buta. Adaptasi ini memungkinkan kepiting yeti bertahan di habitat ekstrem dengan tekanan air yang sangat tinggi dan suhu yang bisa mencapai lebih dari 350 derajat Celsius di dekat ventilasi hidrotermal. Selain menjadi simbol keanekaragaman hayati laut dalam, Kiwa hirsuta juga menjadi bukti bahwa kehidupan bisa berkembang di tempat yang paling tidak terduga.

 

Peneliti meyakini bahwa bakteri yang hidup di bulu-bulunya berperan penting dalam rantai makanan di ekosistem tersebut. Namun, eksplorasi dan rencana pertambangan laut dalam kini menjadi ancaman serius bagi spesies-spesies penghuni dasar laut seperti kepiting yeti ini. Penemuan Kiwa hirsuta menjadi pengingat bahwa laut dalam masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap. Keberadaannya menunjukkan betapa luar biasanya kemampuan adaptasi makhluk hidup di bumi, bahkan di lingkungan yang tampaknya mustahil untuk dihuni.

 

Referensi 

https://en.wikipedia.org/wiki/Kiwa_hirsuta?utm_source=

 

Penulis : Vivi Yunita 

Editor : Ali Maruf 

Foto By : Wikipedia