Oktober, 23 2025-18.05| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya, paramidsn.com -
Di tengah samudra Atlantik Barat yang luas dan tenang, seekor burung kecil bernama Bermuda Petrel atau Pterodroma cahow menjadi simbol kebangkitan alam dari ambang kepunahan. Spesies ini, yang dahulu dianggap lenyap selama lebih dari tiga abad, kini kembali menapaki langit Bermuda berkat perjuangan panjang para ahli konservasi. Burung laut yang dikenal secara lokal sebagai “Cahow” ini menjadi ikon nasional Bermuda dan bukti bahwa harapan bisa muncul dari ketiadaan. Bermuda Petrel merupakan burung laut nokturnal yang bersarang di dalam liang tanah di pulau-pulau kecil sekitar Bermuda, seperti Nonsuch Island. Spesies ini menghabiskan sebagian besar hidupnya di lautan terbuka dan hanya kembali ke darat pada waktu terentu saja seperti musim kawin untuk bertelur serta membesarkan anak. Setiap pasangan monogami biasanya menghasilkan satu telur dalam satu musim yang dijaga dengan penuh kehati-hatian hingga menetas. Namun, di balik perilakunya yang menawan dari burung ini ternyata pernah menghadapi kisah kelam akibat ulah manusia dan perubahan lingkungan.
Sejak abad ke-17, populasi Bermuda Petrel menurun drastis akibat eksploitasi dan masuknya predator asing seperti tikus serta kucing liar yang menghancurkan telur dan anak burung di sarang. Aktivitas manusia di wilayah pesisir juga memperburuk situasi dengan menghancurkan habitat alami tempat mereka bersarang. Pada awal abad ke-20, para peneliti bahkan telah menyatakan bahwa spesies ini telah punah. Namun, pada tahun 1951 kembali dikejutkan dengan adanya penemuan 18 pasang individu di Nonsuch Island mengubah sejarah. Penemuan itu menjadi titik balik yang melahirkan berbagai upaya penyelamatan dengan dibuatnya program konservasi intensif kemudian dilakukan pengendalian predator hingga pembangunan pulau restorasi buatan yang aman dari ancaman. Pemerintah Bermuda bersama para ilmuwan berhasil meningkatkan jumlah populasi secara perlahan, meskipun hingga kini jumlahnya masih terbilang sedikit. Populasi Bermuda Petrel yang hidup di alam liar diperkirakan hanya beberapa ratus ekor sehingga statusnya masih dikategorikan sebagai spesies sangat terancam. Upaya konservasi tetap berjalan ketat karena ancaman baru seperti perubahan iklim, badai laut, dan kenaikan permukaan air berpotensi kembali mengganggu habitat bersarang mereka.
Bermuda Petrel kini menjadi simbol harapan dan pengingat pentingnya keseimbangan antara manusia dan alam. Spesies yang dahulu hanya tersisa dalam catatan sejarah kini kembali menghiasi langit Bermuda, menandakan bahwa kerja keras dan dedikasi terhadap kelestarian satwa dapat membuahkan hasil nyata. Namun kisah ini juga menjadi peringatan bahwa tanpa perhatian dan perlindungan berkelanjutan, kebangkitan seperti ini bisa kembali menjadi kisah kehilangan.
Referensi :
https://en.wikipedia.org/wiki/Bermuda_petrel?utm_source=
Penulis : Vivi Yunita
Editor : Ali Maruf
Foto By : Wikipedia