Oktober, 24 2025-05.20| Redaksi PARAMIDSN
Surabaya, paramidsn.com -
Di tengah hiruk pikuk wilayah perkotaan Jawa Timur, para peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil menemukan spesies tokek baru yang sebelumnya belum pernah tercatat secara ilmiah. Tokek ini diberi nama Cyrtodactylus pecelmadiun karena merujuk pada daerah asal penemuannya di wilayah Madiun dan sekitarnya. Spesies ini termasuk dalam kelompok bent-toed geckos, yakni tokek dengan jari-jari kaki yang sedikit melengkung dan berfungsi untuk mencengkeram permukaan dengan kuat. Penemuan ini mengejutkan dunia herpetologi karena lokasi penemuan tidak berada di kawasan hutan terpencil atau pegunungan, melainkan di lingkungan permukiman yang padat. Menurut laporan yang diterbitkan oleh BRIN, Cyrtodactylus pecelmadiun kerap ditemukan bersembunyi di balik tumpukan genteng, dinding rumah, taman hingga tanggul sungai. Hal ini menunjukkan bahwa spesies baru tidak selalu tersembunyi di hutan liar, melainkan bisa hidup berdampingan dengan manusia di area urban dan semi-urban. Peneliti utama dari BRIN menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui analisis morfologi dan genetika yang kemudian dikonfirmasi sebagai spesies berbeda dari kelompok Cyrtodactylus marmoratus yang tersebar di Asia Tenggara. Tokek ini memiliki ciri fisik unik seperti pola bercak gelap di punggung, mata besar berwarna tembaga dan tubuh yang relatif ramping dengan ukuran sedang yang panjangnya mencapai sekitar 10 cm sehingga menjadikannya hewan yang lincah serta mudah menyesuaikan diri di lingkungan manusia. Penemuan Cyrtodactylus pecelmadiun juga mengingatkan bahwa Jawa, khusunya Jawa Timur meskipun telah lama menjadi wilayah padat penduduk dan pusat aktivitas manusia yang masih menyimpan kekayaan hayati yang belum sepenuhnya dieksplorasi. Para ilmuwan berharap, penemuan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar karena bahkan halaman rumah bisa menjadi habitat bagi spesies langka. Selain menjadi bukti penting bagi penelitian taksonomi reptil Indonesia, spesies ini juga berpotensi menjadi indikator ekologis untuk memahami bagaimana fauna dapat beradaptasi terhadap urbanisasi. BRIN juga menegaskan bahwa penemuan ini akan diikuti dengan penelitian lanjutan mengenai perilaku, ekologi, dan penyebarannya di wilayah Jawa Timur.
Referensi
Penulis : Vivi Yunita
Editor : Ali Maruf
Foto By : antarnews.com