Mamalia

Rumah Sakit Dubai Camel , Memadukan  Budaya & Teknologi  Senilai Rp160 Miliar.

Rumah Sakit Dubai Camel , Memadukan Budaya & Teknologi Senilai Rp160 Miliar.

  • Kategori: Mamalia
  • Dipublikasikan: 21 Des 2025

20/Desember/2025-20.00 | Redaksi PARAMIDSN

 

Surabaya,Paramidsn.com- Di tengah gemerlapnya modernitas, Dubai kembali mencuri perhatian dunia dengan sebuah fasilitas kesehatan yang unik dan mewah: Dubai Camel Hospital (DCH). Berdiri sejak tahun 2017, rumah sakit ini bukan hanya menjadi rumah sakit unta pertama di dunia, tetapi juga yang terbesar, dengan investasi mencapai angka fantastis sekitar Rp160 miliar.

Dubai Camel Hospital adalah sebuah simbol bagaimana Uni Emirat Arab (UEA) menghormati dan melestarikan warisan budayanya, yang menjadikan unta sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa, tanpa mengesampingkan inovasi teknologi terkini.

 

Fasilitas Canggih Setara Perawatan Kuda Balap

DCH menawarkan fasilitas medis yang setara dengan rumah sakit modern bagi manusia atau hewan elite, seperti kuda balap. Bangunan megah ini dilengkapi dengan:.Ruang Operasi Berteknologi Tinggi: Mampu melakukan prosedur bedah yang kompleks..Unit Perawatan Intensif (ICU): Untuk unta yang memerlukan pemantauan ketat.Jalur Rehabilitasi Mini: Membantu unta pulih dan kembali bugar, terutama setelah cedera.Rumah sakit ini memiliki kapasitas untuk merawat hingga 20 ekor unta secara bersamaan. Jenis perawatannya pun beragam, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin hingga operasi besar, termasuk perbaikan tulang patah menggunakan teknik canggih.

 

Lebih dari Sekadar Hewan, Simbol Kekuatan Bangsa.

Bagi masyarakat UEA, unta memiliki makna yang sangat mendalam. Hewan gurun ini melambangkan kekuatan, kesabaran, dan ketahanan, menjadikannya warisan penting yang diwariskan turun-temurun.

Kehadiran Dubai Camel Hospital menegaskan bahwa fasilitas ini bukan semata-mata bentuk kemewahan, melainkan manifestasi nyata dari penghormatan terhadap tradisi. Ini adalah cara Dubai untuk memastikan bahwa identitas dan akar budaya mereka tetap terpelihara dengan baik, bahkan di tengah laju kemajuan zaman yang sangat pesat.

"Dubai sekali lagi membuktikan bahwa kemajuan dan modernitas tidak harus berarti melupakan akar budaya. Justru, inovasi teknologi canggih dapat menjadi alat baru yang ampuh untuk menjaga dan menghormati warisan tradisi," tulis salah seorang pengamat budaya.

Dubai Camel Hospital kini berdiri sebagai mercusuar global yang menunjukkan bagaimana sebuah negara dapat menyeimbangkan masa lalu yang berharga dengan masa depan yang serba digital dan modern.

 

Penulis : Dila

Editor : Aji Jipang 

Foto By: Dubai Travelers, The National UAE, Gulf News.