Zaglossus Attenboroughi

Zaglossus Attenboroughi

Zaglossus Attenboroughi

Mamalia
Senin, 30 Juni 2025
Ali Maruf
8 Views

JUNI/30/2025 | PARAMIDSN

 

Nama Ilmiah : Zaglossus Attenboroughi. 

 

Nama Lokal :  Ekhidna paruh pendek. 

 

Penemu : Flannery & Groves, 1998.

 

Sinonim : Acanthoglossus Gervais, 1877. ; Bruynia Dubois, 1882. ;Proechidna Dubois, 1884. ;Prozaglossus Kerbert, 1913.

 

Biogeografi : (Indonesia) kota Sentani dan Jayapura di provinsi Papua. 

 

Ekologi (Habitat) : 

 - Pegunungan, Dataran Tinggi, Tebing

 

Klasifikasi:

Domain: Eukaryota

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia

Ordo: Monotremata

Famili: Tachyglossidae

Genus: Zaglossus

Species : Z. attenboroughi

 

Similar species/ Fossil species : 

Zaglossus attenboroughi

Zaglossus bartoni

Zaglossus bruijni

Zaglossus hacketti (punah)

Zaglossus robustus (punah).

 

Status Konservasi: CR (Criticaly Endangered/ Kritis). 

 

Morfologi : 

Panjang : 30cm - 55Cm

Berat : 2Kg-3Kg. 

 

Fisiologi : 

Tubuh: Spesies ini lebih kecil dibandingkan dengan echidna berparuh pendek (Tachyglossus aculeatus).

Bulu  : mereka pendek, halus, dan lebat, yang sesuai dengan habitat pegunungan mereka. 

Moncong: Panjang dan digunakan untuk mencari makan dengan mendeteksi cacing tanah dan larva di dalam tanah. 

Kaki: Pendek dan kuat dengan cakar besar untuk menggali.

Zaglossus Attenborough memiliki 5 cakar di kaki depan, sedangkan Z. bruijni umumnya memiliki 3. 

 

Ekologi (Tingkah Laku) : Nocturnal aktif di Malam hari.

 

Diet (Makanan) : cacing tanah, larva serangga.

 

Reproduksi : Ovovivipar

Musim Reproduksi : Bulan Juli.

Jumlah Anak/Telur : 1 Telur setiap Tahun. 

 

(Chronialogi) Masa Hidup : 

30 Tahun : di Alam liar

50 Tahun : di penangkaran

 

Domestikasi : 

belum ada penampakan yang terkonfirmasi antara pengumpulan awal pada tahun 1961 hingga November 2023, saat rekaman video pertama individu yang masih hidup direkam. Namun misi eksplorasi ilmiah oleh Universitas Oxford menuju Pegunungan Cyclops di ketinggian 2.000 meter menjadi titik balik dan para ilmuwan menemukan spesies hidup walaupun penampakan spesies tersebut terekam pada kamera trap. 

 

Sumber Pustaka :

- National Geographic FAUNAPEDIA hlm 28-96.

- Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN 1 & 2.

- DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 6 - 47. 

- DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Tumbuhan & Hewan jld 2 hlm 194-206.

- BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 6-22.

- BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 26-44.

- KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN Jean-Claude Corbel, Ariana Archambault hlm 51-72.

- DK e.encylopedia fauna hlm 240-305.

- Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 8 Mamalia. 

- Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 8 -93

- Pustaka Alam Life Mamalia & Primata 1979-1987.

- Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Mamalia 1 & Mamalia 2 1989.

- Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Mamalia (Senia Julianti Rasya Salsabila). 

 

Referensi :

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Nokdiak_moncong_panjang

https://animalia.bio/sir-davids-long-beaked-echidna

https://www.forestdigest.com/detail/2501/ekidna-moncong-panjang-muncul-kembali/en

https://www.biolib.cz/en/taxon/id31875/

 

Penulis : Ali Ma'ruf

Editor : Suaizam

Foto by : Cam Trap 2023 Universitas Oxford.