5/ Juni / 2025 - 20.30| PARAMIDSN
Nama Ilmiah : Trimeresurus Albolabris.
Nama English : Green Viper
Nama Lokal : Ular Bangkai Laut, Ular Viper Hijau, oray bungka, oray majapait (Sunda.), ula bangka-laut atau ula gadung luwuk (Jawa.), ulah sanggit (Lombok), Sawa tarihu atau juga Cindalu (Bima Dompu).
Penemu : David and Vogel, 1997.
Sinonim:
Trimesurus albolabris GREY 1842:
Trigonocephalus viridis — MÜLLER & SCHLEGEL 1842 (nec Vipera viridis DAUDIN 1803) (partim).
Trigonocephalus rhodostoma —MÜLLER & SCHLEGEL 1844: 51.
Trigonocephalus gramineus — CANTOR 1847 (nec Coluber gramineus SHAW 1802).
Trimesurus albolabris — GREY 1849.
Bothrops erythrurus — LIDTH DE JEUDE 1890 (nec Trigonocephalus erythrurus CANTOR 1839).
Trimeresurus purpureomaculatus var. bicolor) — BOULENGER 1890 (nec Trimeresurus bicolor GREY 1853.
sinonim dari Trigonocephalus erythrurus CANTOR 1839.
Trimeresurus gramineus — BOULENGER 1890.(nec Coluber gramineus SHAW 1802).
Bothrops erythrurus — COPE 1895.
Lachesis gramineus — BOULENGER 1896 (nec Coluber gramineus SHAW 1802). Lachesis gramineus albolabris — MELL 1922.
Lachesis grammineus (sic) — BRONGERSMA 1929.
Trimeresurus gramineus albolabris — MELL 1929
Trimeresurus albolabris — PAUS & PAUS 1933.
Trimeresurus albolabris albolabris — KRAMER 1977.
Colober gramineus — RAFFLES 1822 (nec Coluber gramineus SHAW 1802) (partim).
Trimeresurus albolabris albolabris — WELCH 1994: 113.
Trimeresurus albolabris — MANTHEY & GROSSMANN 1997:
Trimeresurus albolabris albolabris — COX dkk. 1998: 20.
Trimeresurus albolabris — MCDIARMID, CAMPBELL & TOURÉ 1999:
Cryptelytrops albolabris — MALHOTRA & THORPE 2004.
Cryptelytrops albilabris — CUNDALL 2009.
Trimeresurus (Trimeresurus) albolabris — DAVID dkk. 2011.
Trimeresurus albolabris - WALLACH dkk. 2014: 740.
Cryptelytrops albolabris - CHAN-ARD dkk. 2015:.
Trimeresurus albolabris - WANG dkk. 2022.
Trimeresurus (Trimeresurus) albolabris— MIRZA dkk. 2023.
Biogeografi : Nepal, Bhutan, Burma, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam (Hoa Binh, Yen Bai, Hai Phong dll), S China (dari Yunnan timur ke Guangdong dan Hainan, utara ke Anhui; Fukien, Kwangsi, Fujian), Indonesia (Sumatera, Jawa, Lombok, Sumbawa, Komodo, Sumba, Flores, Roti, Wetar, Kisar).
Ekologi (Habitat) : Arboreal
- Hutan iklim sedang, termasuk hutan kecil.
- Hutan Pinus , termasuk hutan kecil.
Taksonomi & Klasifikasi:
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Reptilia
Order: Squamata
Suborder: Serpentes
Family: Viperidae
Subfamili : Crotalinae
Genus: Trimeresurus
Species: Trimeresurus Albolabris.
Included & Paleo Spesies
-Trimeresurus albolabris (Gray, 1842) — White-lipped Pit Viper
-Trimeresurus andersonii (Theobald, 1868) — Andaman Pit Viper
-Trimeresurus arunachalensis (Captain, Deepak, Pandit, Bhatt & Athreya, 2019) — Arunachal Pit Viper
-Trimeresurus ayeyarwadyensis (Chan, Shahrul, Grismer, Quah, Li, Ellis, Vogel & Hodge, 2022) — Ayeyarwady Pit Viper
-Trimeresurus calamitas (Vogel, David & Sidik, 2021) — Nicobar Catastrophic Viper
-Trimeresurus cantori (Blyth, 1846) — Cantor's Pit Viper
-Trimeresurus cardamomensis (Malhotra, Thorpe, Mrinalini & Stuart, 2011) — Cardamom Mountains Viper
-Trimeresurus caudornatus (Chen, Yu, Vogel & Shi, 2020) — Ornamental-tailed Pit Viper
-Trimeresurus ciliaris (Idiiatullina, Pawangkhanant, Suwannapoom, Wu, Poyarkov & Vogel, 2023) — Limestone Eyelash Viper
-Trimeresurus cryptographicus (Vogel, David & Pauwels, 2004) — Cryptic Pit Viper
-Trimeresurus cyanolabris (Modak, Dsouza, Iyer & Mirza, 2023) — Blue-lipped Pit Viper
-Trimeresurus davidi (Vogel, Knasidlowsky & Ziegler, 2012) — David's Pit Viper
-Trimeresurus erythrochloris (Vogel & Rooijen, 2011) — Red-and-green Pit Viper
-Trimeresurus erythrurus (Cantor, 1839) — Red-tailed Bamboo Pit Viper
-Trimeresurus fasciatus (Boulenger, 1896) — Banded Pit Viper
-Trimeresurus flavomaculatus (Gray, 1842) — Philippine Pit Viper
-Trimeresurus gracilis (Oshima, 1920) — Taiwan Mountain Pit Viper
-Trimeresurus gumprechti (David, Vogel, Pauwels & Vidal, 2002) — Gumprecht's Green Pit Viper
-Trimeresurus gunaleni (Vogel, David & Sidik, 2014) — Gunalen’s Pit Viper
-Trimeresurus guoi (Chen, Shi, Vogel & Ding, 2021) — Guo's Tree Viper
-Trimeresurus hageni (Lidth de Jeude, 1886) Hagen's Pit Viper
-Trimeresurus honsonensis (Grismer, Ngo & Grismer, 2008) — Hon Son Pit Viper
-Trimeresurus insularis (Kramer, 1977) — White-lipped Island Pit Viper
Trimeresurus kanburiensis (Vogel, 1991) — Kanburi Pit Viper
-Trimeresurus kirscheyi (Vogel & Rooijen, 2011) — Kirschey’s Pit Viper
-Trimeresurus kraensis (Idiiatullina, Pawangkhanant, Suwannapoom, Wu, Poyarkov & Vogel, 2024) — Kra Isthmus Pit Viper
-Trimeresurus kuiburi (Vogel, David & Pauwels, 2021) — Kui Buri Pit Viper
-Trimeresurus labialis (Steindachner, 1867) — Nicobar Bamboo Pit Viper
-Trimeresurus lanna (Vogel, Nguyen, Idiiatullina, Pawangkhanant, Poyarkov & David, 2022) — Lanna Pit Viper
-Trimeresurus macrops (Kramer, 1977) — Large-eyed Pit Viper
-Trimeresurus malcolmi (Loveridge, 1938) — Malcolm's Pit Viper
-Trimeresurus mayaae (Rathee, Purkayastha, Lalremsanga, Dalal, Biakzuala, Muansanga & Mirza, 2022) — Maya’s Pit Viper
-Trimeresurus mcgregori (Taylor, 1919) — McGregor's Pit Viper
-Trimeresurus medoensis (Djao, 1977) — Motuo Bamboo Pit Viper
-Trimeresurus mutabilis (Stoliczka, 1870) — Variable Pit Viper
-Trimeresurus nebularis (Vogel, David & Pauwels, 2004) — Clouded Pit Viper
-Trimeresurus nujiang (Chen, Yu, Vogel & Shi, 2020) — Nujiang Pit Viper
-Trimeresurus phuketensis (Sumontha, Kunya, Pauwels, Nitikul & Monua, 2011) — Phuket Pit Viper
-Trimeresurus popeiorum (Smith, 1937) — Pope's Pit Viper
-Trimeresurus purpureomaculatus (Gray, 1832) — Mangrove Pit Viper
-Trimeresurus rubeus (Malhotra, Thorpe, Mrinalini & Stuart, 2011) — Ruby-eyed Pit Viper
-Trimeresurus sabahi (Regan, 1913) — Sabah Pit Viper
-Trimeresurus salazar (Mirza, Bharti, Parekh & Mandar, 2020) — Salazar's Pit Viper
-Trimeresurus schultzei (Griffin, 1909) — Schultze's Pit Viper
-Trimeresurus septentrionalis (Kramer, 1977) — Himalayan White-lipped Viper
-Trimeresurus sichuanensis (Guo & Wang, 2011) — Sichuan Pit Viper
-Trimeresurus stejnegeri (Schmidt, 1925) — Stejneger's Bamboo Viper
-Trimeresurus sumatranus (Raffles, 1822) — Sumatran Pit Viper
-Trimeresurus tenasserimensis (Idiiatullina, Pawangkhanant, Suwannapoom, Wu, Poyarkov & Vogel, 2024) — Tenasserim Pit Viper
-Trimeresurus tibetanus (Huang, 1982) — Tibetan Bamboo Viper
-Trimeresurus truongsonensis (Orlov, Ryabov, Thanh & H Cuc, 2004) — Quang Binh Pit Viper
-Trimeresurus uetzi (Vogel, Koppetsch & Nguyen, 2023) — Uetz’s Pit Viper
-Trimeresurus venustus (Vogel, 1991) — Beautiful Pit Viper
-Trimeresurus vogeli (David, Vidal & Pauwels, 2001) — Vogel's Pit Viper
-Trimeresurus whitteni (Das, 2004) — Whitten’s Pit Viper
-Trimeresurus yunnanensis (Schmidt, 1925) — Yunnan Bamboo Pit Viper
Paleo :
SubSpesies :
- subspecies Trimeresurus albolabris albolabris Gray, 1842
- subspecies Trimeresurus albolabris fario Jan, 1859
Status Konservasi:
IUCN :LC (Least Concern/Risiko rendah).
CITES : Non-Appendix
Morfologi :
Panjang 60-80 cm.
Berat : antara 150 hingga 350 gram
Fisiologi :
Kepala : Kepalanya jelas menjendol besar, seperti seekor kodok yang ‘tertancap’ di atas leher yang mengecil. Memiliki dekik pipi (loreal pit) yang besar dan menyolok di belakang lubang hidung di depan mata.
Bentuk Tubuh : Tubuh silindris namun cenderung memipih secara lateral ke arah dorsal, memberikan struktur yang ramping dan ideal untuk pergerakan di atas vegetasi pohon (arboreal).
Sisik : Dilengkapi dengan sisik dorsal yang lunas (keeled) kuat dalam 21 (jarang 19 atau 23) baris di bagian tengah tubuh. Sisik subkaudal berpasangan (divided) berkisar antara 49–72 baris.
Badan : Organ dalam tersusun secara memanjang menyesuaikan bentuk tubuh. Paru-paru kanan berkembang sempurna sedangkan paru-paru kiri mengalami reduksi signifikan. Sistem pencernaannya sangat lambat, dibantu oleh asam lambung yang kuat untuk menghancurkan mangsa utuh termasuk tulang.
Warna : Warna dasar dorsal hijau terang, hijau daun, atau hijau kekuningan. Bagian bibir atas (labial) berwarna putih, kuning pucat, atau hijau muda, yang sering kali berlanjut menjadi garis lateral putih tipis di sepanjang sisi bawah tubuh (terutama menonjol pada individu jantan). Bagian ventral (perut) berwarna kuning pucat hingga kehijauan.
Ekor : Berekor kecil pendek, sekitar 10–13 cm, tetapi kuat ‘memegang’ ranting yang ditempatinya (prehensile tail).
Ekologi (Tingkah Laku) :
Nocturnal mencari mangsa di malam hari.
Diet (Makanan) : katak, kadal, burung dan mamalia kecil.
Reproduksi : Ovovivipar.
Musim Reproduksi : November- Desember
Jumlah Anak/Telur : 25 ekor.
(Longevity) Masa Hidup :
Alam Liar : 20 Tahun
Penangkaran: 15-20 Tahun
Notes : Gigitan ular ini pada manusia menimbulkan rasa sakit yang hebat, dan kerusakan jaringan di sekitar luka gigitan. Dalam menit-menit pertama setelah gigitan, jaringan akan membengkak dan sebagian akan berwarna merah gelap, pertanda terjadi perdarahan di bawah kulit di sekitar luka. Menyusul terjadi pembengkakan, rasa kaku dan nyeri yang meluas perlahan-lahan ke seluruh bagian anggota yang tergigit. Rasa nyeri terasa terutama pada persendian antara luka dan jantung. Apabila tidak ditangani dengan baik, perdarahan internal dapat menyusul terjadi dalam beberapa jam sampai beberapa hari kemudian, dan bahkan dapat membawa kematian. Nama lokal "Ular Bangkai Laut" sebetulnya merupakan fenomena salah kaprah (miskonsepsi) turun-temurun di masyarakat Indonesia. Ular ini murni satwa arboreal yang hidup di pohon-pohon daratan hulu, perkebunan, hingga hutan pinus, dan sama sekali tidak memiliki habitat atau siklus hidup yang berhubungan dengan laut atau pantai.
Bagian dekik pipi (loreal pit) yang terletak di antara mata dan lubang hidungnya berfungsi sebagai organ pengindra panas tubuh (termosensor) yang sangat sensitif. Organ ini mampu mendeteksi perubahan suhu lingkungan hingga fraksi derajat terkecil, memungkinkan ular ini menyerang mamalia kecil atau burung di kegelapan malam total dengan akurasi layaknya kacamata malam (night vision). Warna merah bata yang mencolok di ujung ekornya memiliki fungsi ganda yang cerdas dinamakan "caudal luring". Ular ini akan menggantung di dahan dan menggerak-gerakkan ujung ekor merahnya menyerupai cacing atau ulat kecil yang bergerak untuk memancing perhatian katak atau kadal agar mendekat, sebelum akhirnya disergap dengan cepat. Karakteristik bisanya (venom) didominasi oleh kandungan hemotoksin dan sitotoksin yang merusak sel darah serta jaringan tubuh. Meskipun tingkat fatalitas kasus kematian pada manusia tergolong rendah jika dibanding gigitan ular kobra atau King Kobra, efek kerusakan lokal (nekrosis jaringan) yang ditimbulkannya sangat destruktif dan berisiko menyebabkan amputasi jika penanganan medis terlambat.
Garis putih tipis yang memanjang di sepanjang tubuh bagian bawah merupakan penanda seksual (sexual dimorphism) yang paling mudah dikenali. Garis ini umumnya terlihat sangat jelas dan kontras pada individu jantan dewasa, sementara pada individu betina cenderung pudar atau bahkan tidak ada sama sekali.
Sumber Pustaka :
GEN-NG-FPN (2016) — National Geographic FAUNAPEDIA hlm 146-168.
GEN-EBDH-1 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 1.
RPT-EBDH-4 (2003) — Ensiklopedia BIOLOGI DUNIA HEWAN Jilid 4.
GEN-AS-BP (2018) — Abisakha Santoso, Buku Pintar Hewan Untuk Pelajar hlm 126-140.
GEN-HDITL-EMH (1996) — Hamparan Dunia Ilmu Time-Life Evolusi Mahluk Hidup
GEN-HDITL-PB (1996)—Hamparan Dunia Ilmu Time-Life PERILAKU BINATANG
GEN-KPBA-DB (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Dunia Binatang
GEN-KPBA-KP (1982) — KHAZANAH PENGETAHUAN BAGI ANAK-ANAK Kehidupan Prasejarah hlm 28
GEN-WWP-UB (1988) — Widya Wiyata Pertama Ulah Binatang
GEN-WWP-SL (1988) — Widya Wiyata Pertama Satwa Liar
GEN-WWP-BSK (1988) — Widya Wiyata Binatang Sahabat Kita
GEN-WWP-KDA (1988) — Widya Wiyata Kehidupan dalam Air
GEN-EPUP-FF (2014) — Ensiklopedia Pengetahuan Umum Populer Flora Fauna
GEN-SETS-DHT (2010) — Science, Environment, Technology & Society: Dunia Hewan dan Tumbuhan hlm 129
GEN-DK-ST-2 (2007) — DK Ensiklopedia Sains & Teknologi Jld 2 hlm 184-186.
GEN-DK-MSH (2003) — DK 4 Ensiklopedia Mengenal Sains Hewan hlm 80-103.
GEN-EP-FF-1 (2012) Ensiklopedia Pengetahuan: Fauna & Flora 1 hlm 38-43.
GEN-BIP-UGH (2019) — BIP The Ultimate Guide Hewan hlm 40-45.
GEN-BIP-UBH (2020) — BIP THE ULTIMATE BOOK HEWAN hlm 74-84.
GEN-PPM-PL (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Pantai Laut hlm 36.
GEN-PPM-DB (1991) — Pustaka Pengetahuan Modern Dunia Binatang
GEN-KIPB (2004) — KAMUS IPA BERGAMBAR DUNIA HEWAN & TUMBUHAN hlm 42-44.
GEN-SPS-CHH (2005) — Seri Pustaka Sains: Cara Hidup Hewan.
GEN-DK-EEF (2005) — DK e.encylopedia fauna hlm 168-189.
GEN-ESS-2 (2009) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Jilid 2: Ekologi.
RPT-ESS-7 (2010) — Ensiklopedia Sains Spektakuler Vol 7 Reptil & Dinosaurus.
RPT-PAL-1979 — Pustaka Alam Life Reptil (Edisi Cetak 1979-1987).
GEN-PAL-EKO (1980) — Pustaka Alam Life Ekologi
GEN-PAL-LAUT (1980) — Pustaka Alam Life Laut
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Utara.
GEN-PAL-MSAU (1980) — Pustaka Alam Life Marga Satwa Amerika Selatan.
RPT-EISF-1989 — Ensiklopedia Indonesia Seri Fauna Reptil & Amfibi (Edisi Cetak 1989).
RPT-NG-KIDS (2014) — NATIONAL GEOGRAPHIC Kids (REPTILPEDIA).
GEN-ARM-DDB (2010)—Ensiklopedia Dunia dalam Binatang: Fakta-Fakta Unik & Menarik Dunia Hewan.
GEN-ENS-FDI (2010)—Ensiklopedia: Fauna di Indonesia
GEN-TS-JP-1 (2012)—Jelajah Pengetahuan: Fauna & Flora Jilid 1.
GEN-AB-EDF-1 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 1)
GEN-AB-EDF-2 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 2)
GEN-AB-EDF-3 (2012)—Ensiklopedia Dunia Fauna (Judul Seri 3)
RPT-EHBR-R (2015) — Ensiklopedia Hewan Beraneka Ragam Reptil (Jodi Andrea).
GEN-EMK-HMBA (2007)—Hiu dan Monster Bawah Air
Referensi :
https://www.biolib.cz/en/taxon/id58843/ https://www.inaturalist.org/taxa/146506-Trimeresurus-albolabris.
https://reptile-database.reptarium.cz/species?genus=Trimeresurus&species=albolabris.
https://baliwildlife.com/encyclopedia/animals/reptiles/snakes/white-lipped-island-pitviper-trimeresurus-insularis/
Penulis : Ali Ma'ruf
Editor : M. Sifa Ramadhan.
Foto by : app Inaturalis: rj999